Bukan Senjata Rahasia, AS Sebut Jangkrik Penyebab Sindrom Havana

Jum'at, 01 Oktober 2021 - 21:27 WIB
loading...
A A A
Dalam perkembangan terpisah bulan lalu, laporan oleh para ahli yang berafiliasi dengan Akademi Ilmu Pengetahuan Kuba menolak klaim serangan terkait "Sindrom Havana" yang seolah-olah menargetkan diplomat AS dan Kanada di wilayahnya.

"Baik polisi Kuba, maupun FBI (Biro Investigasi Federal), maupun Kepolisian Berkuda Kanada tidak menemukan bukti 'serangan' terhadap diplomat di Havana meskipun ada penyelidikan intensif. Kami menyimpulkan bahwa narasi peristiwa tersebut 'sindrom misterius' tidak dapat diterima secara ilmiah di salah satu komponennya," klaim dokumen itu.

Departemen Luar Negeri AS sebelumnya menggunakan frasa "insiden anomali kesehatan" untuk menggambarkan "Sindrom Havana" yang pertama kali dilaporkan diplomat AS di Kuba pada 2016, dan kemudian menimpa sejumlah diplomat AS dan Kanada serta pejabat intelijen di seluruh dunia.

“Gejala yang dilaporkan termasuk suara terarah yang menusuk, dan tekanan kepala, serta mual, pusing, dan kabut otak. Jumlah kasus yang dicurigai saat ini meningkat, dengan insiden terbaru terjadi di Serbia pada akhir September,” papar laporan Departemen Luar Negeri AS.

Pada saat itu, seorang perwira Badan Intelijen Pusat AS (CIA) dievakuasi dari Serbia setelah dia menderita sejumlah gejala neurologis yang mirip dengan "Sindrom Havana".
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menlu Iran Ungkap MoU...
Menlu Iran Ungkap MoU dengan AS Mencakup Lebanon dan Blokade Paman Sam
Trump Marah, Tuding...
Trump Marah, Tuding Iran Bocorkan Detail Kesepakatan Damai
Apa yang Ada dan Tidak...
Apa yang Ada dan Tidak Ada dalam Draf Kesepakatan Damai AS-Iran?
Iran Tegaskan Pengelolaan...
Iran Tegaskan Pengelolaan Selat Hormuz akan Disepakati Melalui Dialog Regional
Iran Tegaskan Belum...
Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Akhir dengan AS
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
Perbandingan Harga Tiket...
Perbandingan Harga Tiket Piala Dunia 2022 vs 2026 Bikin Melongo: Final Tembus Rp113 Juta
Taiwan Luncurkan Puluhan...
Taiwan Luncurkan Puluhan Rudal HIMARS ke Arah China
Brutal! Geng Narkoba...
Brutal! Geng Narkoba Tembak Mati 5 Polisi Jelang Pembukaan Piala Dunia di Meksiko
Rekomendasi
Pengamat Kebijakan Publik...
Pengamat Kebijakan Publik Apresiasi Arah Baru BGN, Transparansi dan Refocusing MBG
Kemenag Buka Beasiswa...
Kemenag Buka Beasiswa INSIGHT Scholarship bagi Mahasiswa Internasional yang Ingin Kuliah di PTKIN
UBAYA Tantang SCU di...
UBAYA Tantang SCU di Final Putri, Perbanas Hadapi UKSW pada Puncak Campus League 2026
Berita Terkini
Menlu Iran Ungkap MoU...
Menlu Iran Ungkap MoU dengan AS Mencakup Lebanon dan Blokade Paman Sam
Trump Marah, Tuding...
Trump Marah, Tuding Iran Bocorkan Detail Kesepakatan Damai
Apa yang Ada dan Tidak...
Apa yang Ada dan Tidak Ada dalam Draf Kesepakatan Damai AS-Iran?
Iran Tegaskan Pengelolaan...
Iran Tegaskan Pengelolaan Selat Hormuz akan Disepakati Melalui Dialog Regional
Netanyahu dan Trump...
Netanyahu dan Trump Bahas Nota Kesepahaman Mendatang dengan Iran
Iran Tegaskan Belum...
Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Akhir dengan AS
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved