Australia Siap Membuka Diri Kembali pada Dunia

Jum'at, 01 Oktober 2021 - 19:54 WIB
loading...
A A A
Untuk memaksimalkan jumlah warga Australia yang dapat kembali, Australia juga menawarkan penerbangan yang difasilitasi ke negara bagian atau teritori mana pun yang setuju untuk memulai uji coba karantina rumah tujuh hari bagi warga Australia yang kembali.

Lebih dari 680.000 warga Australia telah kembali sejak Pemerintah merekomendasikan warga untuk mempertimbangkan lagi perlunya bepergian ke luar negeri pada Maret tahun lalu. Pemerintah siap membantu lebih banyak orang untuk kembali dengan bekerja sama dengan negara bagian dan teritori.

Warga negara Australia dan penduduk tetap yang telah divaksinasi dengan vaksin yang disetujui TGA di luar negeri sudah dapat mengunjungi dokter umum atau apoteker lokal mereka di Australia untuk memperbarui status vaksinasi COVID-19 mereka di Australian Immunization Register, untuk dapat menunjukkan bukti vaksinasi di Australia.

Dalam beberapa pekan mendatang, pemerintah akan menyelesaikan proses agar warga dapat menunjukkan status vaksinasi mereka jika mereka telah memiliki 'vaksin yang diakui' TGA. Warga yang telah menerima vaksin yang tidak diakui oleh TGA, atau yang tidak divaksinasi, akan diminta untuk melakukan karantina terkelola selama 14 hari pada saat kedatangan.

Selain empat vaksin COVID-19 yang telah disetujui dan didaftarkan untuk digunakan oleh TGA yakni Pfizer (Comirnaty), AstraZeneca (Vaxzevria), Moderna (Spikevax) dan Vaksin COVID-19 Janssen, TGA juga sedang meninjau vaksin lain yang digunakan secara luas di seluruh dunia untuk tujuan menentukan 'vaksin yang diakui'.

“Kami perlu memastikan bahwa kami menjaga keamanan warga Australia tanpa menciptakan hambatan yang tidak diperlukan bagi orang-orang yang telah divaksinasi penuh di luar negeri untuk datang ke negara kami,” ujar dia.

Hari ini, TGA telah menerbitkan penilaian awal data tentang perlindungan yang ditawarkan oleh vaksin Coronavac (Sinovac) dan Covishield (AstraZeneca/Serum Institute of India) dan telah menyarankan bahwa vaksin ini harus dianggap sebagai 'vaksin yang diakui' untuk tujuan menentukan pelancong internasional yang masuk sebagai telah divaksinasi dengan tepat.

Mendeklarasikan vaksin COVID-19 tertentu sebagai 'vaksin yang diakui' terpisah dari keputusan peraturan tentang apakah vaksin tersebut disetujui digunakan untuk vaksinasi di Australia, yang belum dibuat oleh TGA.

Pengakuan dari dua vaksin tambahan ini merupakan tonggak utama menuju lebih banyak warga Australia yang divaksinasi di luar negeri untuk pulang lebih cepat.

TGA akan melanjutkan penilaiannya terhadap vaksin lain untuk tujuan menentukan 'vaksin yang diakui' berdasarkan data yang tersedia dan data yang disediakan.

“Dalam beberapa pekan mendatang, Menteri Kesehatan akan mempertimbangkan pembaruan pada penetapan Darurat Undang-Undang Biosekuriti untuk memfasilitasi beberapa perubahan ini bagi wisatawan Australia yang telah divaksinasi penuh saat kami melanjutkan Rencana Nasional untuk membuat Australia kembali normal dan membuka kembali negara kami dengan aman,” ungkap Morrison.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pilot Australia Terbangkan...
Pilot Australia Terbangkan 2 Buronan Paling Dicari ke Indonesia via Penerbangan Gelap
PM Australia Ungkap...
PM Australia Ungkap Pengiriman BBM Baru, Ancaman di Selat Hormuz Masih Moderat
Pesawat Terjun Payung...
Pesawat Terjun Payung Jatuh di AS, 12 Orang Tewas
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
Australia Sita 100.000...
Australia Sita 100.000 Kecoak Selundupan, Harganya Rp2,5 Miliar
Negara Tetangga Indonesia...
Negara Tetangga Indonesia Ini dan Sekutunya Kembangkan Drone Bawah Laut
THE Sustainability Impact...
THE Sustainability Impact Ratings 2026, Western Sydney University Raih Peringkat 3 Dunia
Sengaja Targetkan Anak-Anak...
Sengaja Targetkan Anak-Anak Palestina, Penyelidik PBB Nyatakan Israel Lakukan Genosida di Gaza
Mengenal Gempa Doublet...
Mengenal Gempa Doublet di Venezuela Tewaskan Ratusan Orang, Jarang Terjadi
Rekomendasi
Rencana Batasan Tar-Nikotin...
Rencana Batasan Tar-Nikotin dan Penyeragaman Kemasan Dinilai Ancam Industri Kretek Nasional
JAECOO Catat 20.000...
JAECOO Catat 20.000 Pengiriman J5 EV di Indonesia, Ini Target Selanjutnya
Timnas Iran Pulang Tanpa...
Timnas Iran Pulang Tanpa Kekalahan
Berita Terkini
Pembangkang China Ini...
Pembangkang China Ini Kabur ke Korea Selatan dengan Perahu Karet, Sekarang Muncul di Kanada
Iran Tuduh AS Khianati...
Iran Tuduh AS Khianati Perjanjian Damai saat Kedua Pihak Saling Serang
AS Serang 10 Target...
AS Serang 10 Target di Iran, IRGC Balas Bombardir Pangkalan Amerika di Kuwait dan Bahrain
6 Teroris Ditembak Mati...
6 Teroris Ditembak Mati usai Serang Markas Rangers Pakistan, 4 Tentara Juga Tewas
6 Pesawat Pengebom Nuklir...
6 Pesawat Pengebom Nuklir China dan Rusia Manuver Gabungan Dekati Jepang
Xi Jinping dan Akhir...
Xi Jinping dan Akhir dari Narasi Kebangkitan Damai China
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved