AS Diguncang Kerusuhan Terkait George Floyd, Publik China Bersorak
Selasa, 02 Juni 2020 - 11:08 WIB
loading...
A
A
A
Floyd awalnya ditangkap empat petugas polisi atas tuduhan membeli rokok di sebuah toko dengan uang kertas palsu. Dalam penengkapan itulah, adegan mencekik leher dengan lutut oleh polisi terjadi dan memicu kemarahan publik Amerika.
Petugas polisi yang mencekik Floyd, Derek Chauvin, telah dipecat bersama tiga petugas polisi lainnya. Chauvin didakwa melakukan pembunuhan.
Protes di beberapa kota di Amerika untuk menuntut akuntabilitas polisi awalnya berlangsung damai. Namun, demo itu berubah menjadi kerusuhan dan penjarahan yang meluas. Ribuan tentara dari Garda Nasional telah dikerahkan ke berbagai wilayah, termasuk di sekitar Gedung Putih untuk meredam demo rusuh.
Hu, pemimpin redaksi untuk Global Times, mencatat bahwa hampir tidak ada pengguna internet China yang bersimpati dengan petugas kepolisian Amerika. Dia menambahkan bahwa pemerintah China dan Kongres Rakyat Nasional "melakukan pengekangan" dengan tidak secara terbuka mengutuk penembakan gas air mata dan penangkapan terhadap para demonstran.
Dia juga menuduh para pejabat AS menerapkan standar ganda, yakni mengecam protes rusuh di dalam negeri. Namun, mereka mendukung demo rusuh di Hong Kong, yang semakin mendorong Beijing untuk melakukan kontrol atas wilayah semi-otonomi tersebut. (Baca juga: Viral, Pria Bertato Peta Indonesia Ikut Demo Rusuh Pro George Floyd di AS )
Petugas polisi yang mencekik Floyd, Derek Chauvin, telah dipecat bersama tiga petugas polisi lainnya. Chauvin didakwa melakukan pembunuhan.
Protes di beberapa kota di Amerika untuk menuntut akuntabilitas polisi awalnya berlangsung damai. Namun, demo itu berubah menjadi kerusuhan dan penjarahan yang meluas. Ribuan tentara dari Garda Nasional telah dikerahkan ke berbagai wilayah, termasuk di sekitar Gedung Putih untuk meredam demo rusuh.
Hu, pemimpin redaksi untuk Global Times, mencatat bahwa hampir tidak ada pengguna internet China yang bersimpati dengan petugas kepolisian Amerika. Dia menambahkan bahwa pemerintah China dan Kongres Rakyat Nasional "melakukan pengekangan" dengan tidak secara terbuka mengutuk penembakan gas air mata dan penangkapan terhadap para demonstran.
Dia juga menuduh para pejabat AS menerapkan standar ganda, yakni mengecam protes rusuh di dalam negeri. Namun, mereka mendukung demo rusuh di Hong Kong, yang semakin mendorong Beijing untuk melakukan kontrol atas wilayah semi-otonomi tersebut. (Baca juga: Viral, Pria Bertato Peta Indonesia Ikut Demo Rusuh Pro George Floyd di AS )
Lihat Juga :