AS Diguncang Kerusuhan Terkait George Floyd, Publik China Bersorak
Selasa, 02 Juni 2020 - 11:08 WIB
loading...
Mobil polisi terbakar dalam demo rusuh menuntut keadilan atas kematian pria kulit hitam George Floyd oleh polisi kulit putih, di Atlata, Georgia, Amerika Serikat, 29 Mei 2020. Foto/REUTERS/Dustin Chambers
A
A
A
BEIJING - Para warga China bersorak atas kerusuhan yang melanda berbagai wilayah Amerika Serikat setelah pembunuhan pria kulit hitam George Floyd oleh polisi kulit putih di Minneapolis.
Media pemerintah di Beijing melaporkan kerusuhan di beberapa kota di Amerika adalah balasan atas dukungan administrasi Trump terhadap para pengunjuk rasa di Hong Kong.
"Protes dan kekacauan telah menyebar dari negara bagian Minnesota di AS ke seluruh negara itu, dan netizen China bersorak," tulis Hu Xijin dalam editorial Global Times yang dikelola pemerintah China pada hari Senin (1/6/2020).
"Washington mendukung para perusuh di Hong Kong, sementara sekarang ditampar di wajah oleh protes keras di seluruh AS," lanjut Hu.
Para pengunjuk rasa telah berkumpul di seluruh negeri Amerika selama beberapa hari sebagai reaksi atas kematian Floyd pada 25 Mei 2020. Pria kulit hitam itu meninggal setelah lehernya dicekik polisi dengan lutut di tanah. (Baca: AS Masih Rusuh, Trump Kerahkan Ribuan Tentara Garda Nasional )
Media pemerintah di Beijing melaporkan kerusuhan di beberapa kota di Amerika adalah balasan atas dukungan administrasi Trump terhadap para pengunjuk rasa di Hong Kong.
"Protes dan kekacauan telah menyebar dari negara bagian Minnesota di AS ke seluruh negara itu, dan netizen China bersorak," tulis Hu Xijin dalam editorial Global Times yang dikelola pemerintah China pada hari Senin (1/6/2020).
"Washington mendukung para perusuh di Hong Kong, sementara sekarang ditampar di wajah oleh protes keras di seluruh AS," lanjut Hu.
Para pengunjuk rasa telah berkumpul di seluruh negeri Amerika selama beberapa hari sebagai reaksi atas kematian Floyd pada 25 Mei 2020. Pria kulit hitam itu meninggal setelah lehernya dicekik polisi dengan lutut di tanah. (Baca: AS Masih Rusuh, Trump Kerahkan Ribuan Tentara Garda Nasional )
Lihat Juga :