80 Wanita Kencing di Jalan, Tak Tahu Jika Direkam dan Diunggah di Situs Porno
Jum'at, 01 Oktober 2021 - 15:15 WIB
loading...
A
A
A
Ana GarcĂa, dari asosiasi Bumei, memperingatkan bahwa kasus ini dapat menjadi preseden, memberikan kekebalan hukum bagi mereka yang membuat rekaman tersebut.
"Hanya karena Anda berada di ruang publik, bukan berarti merekam gambar intim dan kemudian menyebarkannya bukanlah kejahatan, karena ini tentang hak-hak dasar," katanya.
Keputusan untuk tidak melanjutkan kasus ini telah memicu protes dan kampanye online di bawah tanda pagar #XustizaMaruxaina (Keadilan Maruxaina).
Kasus ini juga telah memasuki arena politik, di mana Menteri Kesetaraan Irene Montero angkat bicara.
Hak-hak gender telah menjadi subjek perdebatan sengit antara kubu politik sayap kiri dan kanan di Spanyol dalam beberapa tahun terakhir dan ini bukan pertama kalinya keputusan pengadilan mendapat reaksi keras dari kelompok-kelompok pembela hak-hak perempuan.
Pada tahun 2018, sebuah pengadilan di Pamplona memicu protes massal dengan menganggap serangan terhadap seorang wanita muda oleh lima pria, yang dijuluki La Manada (the Wolfpack), sebagai pelecehan seksual daripada pemerkosaan.
Mahkamah Agung akhirnya membatalkan putusan tersebut, menemukan orang-orang itu bersalah atas pemerkosaan dan meningkatkan hukuman penjara mereka dari sembilan tahun menjadi 15 tahun.
Para perempuan korban kasus A Maruxaina kini mengajukan banding lagi, kali ini ke pengadilan provinsi di Lugo, dengan harapan kasus tersebut akhirnya diusut.
"Hanya karena Anda berada di ruang publik, bukan berarti merekam gambar intim dan kemudian menyebarkannya bukanlah kejahatan, karena ini tentang hak-hak dasar," katanya.
Keputusan untuk tidak melanjutkan kasus ini telah memicu protes dan kampanye online di bawah tanda pagar #XustizaMaruxaina (Keadilan Maruxaina).
Kasus ini juga telah memasuki arena politik, di mana Menteri Kesetaraan Irene Montero angkat bicara.
Hak-hak gender telah menjadi subjek perdebatan sengit antara kubu politik sayap kiri dan kanan di Spanyol dalam beberapa tahun terakhir dan ini bukan pertama kalinya keputusan pengadilan mendapat reaksi keras dari kelompok-kelompok pembela hak-hak perempuan.
Pada tahun 2018, sebuah pengadilan di Pamplona memicu protes massal dengan menganggap serangan terhadap seorang wanita muda oleh lima pria, yang dijuluki La Manada (the Wolfpack), sebagai pelecehan seksual daripada pemerkosaan.
Mahkamah Agung akhirnya membatalkan putusan tersebut, menemukan orang-orang itu bersalah atas pemerkosaan dan meningkatkan hukuman penjara mereka dari sembilan tahun menjadi 15 tahun.
Para perempuan korban kasus A Maruxaina kini mengajukan banding lagi, kali ini ke pengadilan provinsi di Lugo, dengan harapan kasus tersebut akhirnya diusut.
(min)
Lihat Juga :