AS-Filipina Gelar Pertemuan Soal Perjanjian Pertahanan, China Waspada

Kamis, 30 September 2021 - 23:08 WIB
loading...
A A A
“Sementara AS menyambut gagasan untuk meninjau kembali MDT, pihak luar tidak. Ketika saya pertama kali mengemukakan gagasan untuk meninjau kembali MDT, mantan duta besar China datang kepada saya dan berkata, 'Tolong jangan sentuh MDT, biarkan apa adanya,'” kata Lorenzana, tanpa menjelaskan lebih lanjut seperti dikutip dari AP, Kamis (30/9/2021).

Lorenzana mengatakan ada saran untuk merevisi perjanjian guna mengatasi masalah keamanan regional saat ini, termasuk penggunaan milisi sipil oleh China alih-alih pasukan militer untuk merebut wilayah di perairan yang disengketakan untuk menghindari perselisihan militer yang dapat memberi AS dan Filipina alasan untuk mengaktifkan perjanjian mereka.

Seorang diplomat Filipina mengatakan kepada The Associated Press bahwa China mungkin khawatir pejabat Filipina dan AS mungkin memasukkan ketentuan yang dapat mengancam kepentingan keamanan Beijing jika perjanjian itu diubah. Mereka dapat mengakui, misalnya, keputusan arbitrase internasional 2016 yang membatalkan klaim teritorial luas China di Laut China Selatan dengan alasan historis, kata diplomat itu, yang berbicara dengan syarat anonim karena kurangnya wewenang untuk berbicara di depan umum.

Baca juga: Beda dengan Indonesia dan Malaysia, Filipina Dukung Aliansi AUKUS untuk Lawan China

Pejabat Kedutaan Besar China tidak segera bereaksi terhadap pernyataan Lorenzana. China telah memperingatkan AS untuk tidak campur tangan dalam apa yang dikatakannya murni sengketa Asia yang coba diselesaikan oleh pemerintah di kawasan itu secara damai melalui negosiasi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
Iran Ungkap Radar AS...
Iran Ungkap Radar AS Mengalami Malam Gelap akibat Serangan Rudal
AS Luncurkan Serangan...
AS Luncurkan Serangan Hari Ke-12, Iran Siap Terapkan Doktrin 'Mata Ganti Mata'
AS Restui Arab Saudi...
AS Restui Arab Saudi Miliki Program Nuklir, Israel Ketakutan
Malaysia Tak Takut Ancaman...
Malaysia Tak Takut Ancaman AS, PM Anwar Ibrahim Tetap Akan Usir Seluruh Warga Israel
Keluarga Peter Crouch...
Keluarga Peter Crouch Cerita Susahnya Masuk AS saat Piala Dunia 2026
Ledakan Dahsyat Runtuhkan...
Ledakan Dahsyat Runtuhkan Terowongan di India, Tewaskan 12 Pekerja
Cerita PM Jepang Takaichi...
Cerita PM Jepang Takaichi Tetap Cuci Baju hingga Nyetrika, Tidur Cuma 0-3 Jam Sehari
Rekomendasi
Bea Cukai Bali Nusra...
Bea Cukai Bali Nusra Musnahkan Barang Ilegal Senilai Lebih dari Rp11,2 Miliar
Dokter Tifa Klaim Simpan...
Dokter Tifa Klaim Simpan Bukti Kejanggalan Ijazah Jokowi Meski Eksepsinya Diterima
AREA Indonesia Siap...
AREA Indonesia Siap Perkuat Kolaborasi Dukung Program 3 Juta Rumah
Berita Terkini
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
Lebih dari 2.300 Pemukim...
Lebih dari 2.300 Pemukim Yahudi Serbu Masjid Al-Aqsa, Hamas dan Yordania Murka
Iran Ungkap Radar AS...
Iran Ungkap Radar AS Mengalami Malam Gelap akibat Serangan Rudal
AS Luncurkan Serangan...
AS Luncurkan Serangan Hari Ke-12, Iran Siap Terapkan Doktrin 'Mata Ganti Mata'
AS Restui Arab Saudi...
AS Restui Arab Saudi Miliki Program Nuklir, Israel Ketakutan
Infografis
J-36 China Diklaim Bisa...
J-36 China Diklaim Bisa Pecundangi Pesawat Pengebom B-21 AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved