Duta Besar Prancis Kembali ke AS saat Ketegangan Mereda Terkait Kapal Selam
Kamis, 30 September 2021 - 05:30 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Viral! China Bunuh Tiga Kucing Rumahan yang Dites Positif Virus Corona
Dalam bahasa yang sangat kuat, Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Yves Le Drian menuduh AS melakukan pengkhianatan dan Australia menikam dari belakang.
Canberra mengatakan pihaknya membatalkan kontrak karena memutuskan membutuhkan kapal selam nuklir, yang dapat bertahan di bawah air untuk rentang yang jauh lebih lama, pada saat meningkatnya ketegangan dengan China.
Keputusan itu sangat merugikan Prancis karena Australia dianggap membatalkan kontrak pembuatan kapal selam konvensional tanpa memberi tahu Paris terlebih dulu.
Prancis kemudian menarik duta besarnya dari Australia dan Amerika Serikat. Prancis juga mengancam menghalangi kesepakatan dagang antara Australia dan Uni Eropa.
Dalam bahasa yang sangat kuat, Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Yves Le Drian menuduh AS melakukan pengkhianatan dan Australia menikam dari belakang.
Canberra mengatakan pihaknya membatalkan kontrak karena memutuskan membutuhkan kapal selam nuklir, yang dapat bertahan di bawah air untuk rentang yang jauh lebih lama, pada saat meningkatnya ketegangan dengan China.
Keputusan itu sangat merugikan Prancis karena Australia dianggap membatalkan kontrak pembuatan kapal selam konvensional tanpa memberi tahu Paris terlebih dulu.
Prancis kemudian menarik duta besarnya dari Australia dan Amerika Serikat. Prancis juga mengancam menghalangi kesepakatan dagang antara Australia dan Uni Eropa.
(sya)
Lihat Juga :