Dua Jenderal Top AS Sudah Minta Biden Pertahankan 2.500 Tentara di Afghanistan

Rabu, 29 September 2021 - 07:01 WIB
loading...
Dua Jenderal Top AS...
Tentara AS naik pesawat untuk meninggalkan bandara Kabul, Afghanistan, 30 Agustus 2021. Foto/REUTERS
A A A
WASHINGTON - Dua jenderal top Amerika Serikat (AS) mengatakan mereka sudah merekomendasikan mempertahankan kekuatan 2.500 tentara di Afghanistan.

Saran itu sudah dilontarkan sebelum penarikan penuh pasukan AS pada Agustus lalu.

Kesaksian oleh Jenderal Mark Milley dan Jenderal Frank McKenzie kepada Kongres tampaknya bertentangan dengan pernyataan Presiden Joe Biden yang mengaku tidak mengingat nasihat semacam itu.

Baca juga: Jenderal Mark Milley: Al-Qaeda Dapat Mengancam AS dalam Setahun

Taliban mengambil alih kekuasaan di Afghanistan pada Agustus, setelah dengan cepat merebut seluruh negeri.

Baca juga: Mahasiswa Pelempar Telur pada Macron Dibawa ke Bangsal Gangguan Jiwa

Jenderal Milley mengatakan AS terkejut dengan kecepatan runtuhnya pemerintah Afghanistan.

Baca juga: Tonton! Asap Hitam Tebal Membumbung dari Pangkalan Militer AS di Irak

Kedua jenderal AS itu diinterogasi komite angkatan bersenjata Senat bersama Menteri Pertahanan Lloyd Austin pada Selasa (28/9/2021).

Sidang itu dilakukan beberapa pekan setelah penarikan yang kacau di bandara Kabul ketika kekuatan asing berusaha membawa pulang warganya dan ribuan warga Afghanistan yang putus asa memohon diselamatkan.

Satu serangan bunuh diri menewaskan 182 orang selama operasi penarikan. Tiga belas personel layanan AS dan 169 warga Afghanistan tewas di gerbang bandara Kabul pada 26 Agustus.

Jenderal McKenzie sebagai kepala Komando Pusat AS yang mengawasi penarikan dari Afghanistan, mengatakan saat diinterogasi senator Partai Republik bahwa dia merekomendasikan menjaga kekuatan kecil 2.500 tentara AS di Afghanistan.

Saran ini tampaknya bertentangan dengan pernyataan Presiden Joe Biden kepada seorang jurnalis ABC pada 19 Agustus bahwa dia tidak ingat siapa pun yang memberinya nasihat seperti itu.

Jenderal Milley mengatakan dia setuju dengan rekomendasi tersebut, tetapi ketika ditanya Senator dari Partai Republik Alaska Dan Sullivan apakah komentar Biden adalah "pernyataan yang salah", dia menolak untuk memberikan jawaban langsung.

Kemudian juru bicara Gedung Putih Jen Psaki membahas masalah ini.

"Presiden menghargai nasihat jujur dari... para pemimpin gabungan dan militer. Itu tidak berarti dia selalu setuju dengan itu," ungkap Psaki.

Dia mengatakan bahwa jika pasukan tetap di negara itu setelah batas waktu Agustus, AS sekarang akan berperang dengan Taliban.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
AS Siap Mulai Lagi Perang...
AS Siap Mulai Lagi Perang dan Terapkan Kembali Blokade Jika Iran Tidak Patuh
Trump Bela Kesepakatan...
Trump Bela Kesepakatan Iran: Orang-orang Dungu Itu Iri, Orang Jahat, atau Bodoh
Ketua Parlemen Tegaskan...
Ketua Parlemen Tegaskan Iran akan Pungut Biaya dari Kapal untuk Layanan di Selat Hormuz
AS Ternyata Gunakan...
AS Ternyata Gunakan AI Grok Elon Musk untuk Tembakkan 2.000 Rudal ke Iran
Trump Bilang Israel...
Trump Bilang Israel Tak Berhak Kritik Deal AS-Iran karena Dulu Ogah Bunuh Jenderal Soleimani
FIFA Gencar Berantas...
FIFA Gencar Berantas Ujaran Kebencian di Piala Dunia 2026
Serangan Rusia Tewaskan...
Serangan Rusia Tewaskan 9 Orang di Ukraina, Katedral Bersejarah Kyiv Terbakar
Trump: Jika Iran Tak...
Trump: Jika Iran Tak Berperilaku Baik, Kita Akan Jatuhkan Bom di Kepala Mereka
Rekomendasi
Republik Ceko vs Afrika...
Republik Ceko vs Afrika Selatan 1-1: Peluang Lolos ke Fase Gugur Kian Menipis
FIFA Gencar Berantas...
FIFA Gencar Berantas Ujaran Kebencian di Piala Dunia 2026
Soal Pengadaan 21 Ribu...
Soal Pengadaan 21 Ribu Motor Listrik Era Dadan Hindayana, Begini Kata BGN
Berita Terkini
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
Pemimpin Hizbullah:...
Pemimpin Hizbullah: Perlawanan Gagalkan Proyek Israel Raya, Perlucutan Senjata Tak akan Disetujui
AS Siap Mulai Lagi Perang...
AS Siap Mulai Lagi Perang dan Terapkan Kembali Blokade Jika Iran Tidak Patuh
Trump Bela Kesepakatan...
Trump Bela Kesepakatan Iran: Orang-orang Dungu Itu Iri, Orang Jahat, atau Bodoh
Ketua Parlemen Tegaskan...
Ketua Parlemen Tegaskan Iran akan Pungut Biaya dari Kapal untuk Layanan di Selat Hormuz
AS Ternyata Gunakan...
AS Ternyata Gunakan AI Grok Elon Musk untuk Tembakkan 2.000 Rudal ke Iran
Infografis
Intelijen AS Minta ISIS...
Intelijen AS Minta ISIS Serang Pangkalan Militer Rusia di Suriah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved