Peneliti: Obat Malaria Rekomendasi Trump Bisa Berbahaya untuk Pasien Covid-19
Selasa, 02 Juni 2020 - 02:32 WIB
loading...
Ilustrasi
A
A
A
WASHINGTON - Obat anti-malaria, yang pernah disebut-sebut oleh Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump sebagai pengobatan yang layak untuk pasien Covid-19, tampaknya tidak menawarkan manfaat medis. Bahkan, mungkin berbahaya bagi beberapa orang yang terinfeksi virus itu dan dapat menyebabkan kematian.
Hal itu disampaikan Amit N. Patel, seorang profesor teknik biomedis di Universitas Utah dan rekan penulis penelitian yang meneliti penggunaan hydroxychloroquine dan chloroquine dengan dan tanpa antibiotik, untuk pengobatan Covid-19.
(Baca: Rusia Mulai Berikan Obat Resmi Pertama untuk Pasien Covid-19 )
Mengamati 96.032 pasien di 671 rumah sakit di enam benua, yang dirawat di rumah sakit antara 20 Desember 2019 dan 14 April 2020 dan yang dinyatakan positif Covid-19. Patel mengkhususkan diri dalam inovasi dan penelitian pra-klinis dari terapi biologis baru dan invasif minimal untuk Penyakit Paru dan Jantung.
"Temuan utama adalah bahwa penggunaan hydroxychloroquine/chloroquine dengan atau tanpa antibiotik tidak menemukan manfaat pada pasien positif COVID-19 yang dirawat di rumah sakit. Ada juga peluang yang meningkat untuk mengalami irama jantung dan kematian yang tidak normal," ucap Patel, seperti dilansir Sputnik.
Hal itu disampaikan Amit N. Patel, seorang profesor teknik biomedis di Universitas Utah dan rekan penulis penelitian yang meneliti penggunaan hydroxychloroquine dan chloroquine dengan dan tanpa antibiotik, untuk pengobatan Covid-19.
(Baca: Rusia Mulai Berikan Obat Resmi Pertama untuk Pasien Covid-19 )
Mengamati 96.032 pasien di 671 rumah sakit di enam benua, yang dirawat di rumah sakit antara 20 Desember 2019 dan 14 April 2020 dan yang dinyatakan positif Covid-19. Patel mengkhususkan diri dalam inovasi dan penelitian pra-klinis dari terapi biologis baru dan invasif minimal untuk Penyakit Paru dan Jantung.
"Temuan utama adalah bahwa penggunaan hydroxychloroquine/chloroquine dengan atau tanpa antibiotik tidak menemukan manfaat pada pasien positif COVID-19 yang dirawat di rumah sakit. Ada juga peluang yang meningkat untuk mengalami irama jantung dan kematian yang tidak normal," ucap Patel, seperti dilansir Sputnik.
Lihat Juga :