Ngeri! Hasil Studi Sebut Minum Darah Segar Bikin Awet Muda
Selasa, 28 September 2021 - 16:22 WIB
loading...
Sebuah hasil studi menyebutkan jika minum darah segar bisa bikin awet muda. Foto/Ilustrasi
A
A
A
LONDON - Sebuah hasil penelitian mengungkapkan bahwa darah orang muda obat mujarab untuk mencegah penyakit yang berkaitan dengan usia. Para ilmuwan mengklaim bahwa darah yang diambil dari orang muda bisa menjadi kunci untuk menjaga kesehatan jangka panjang di usia tua.
Jurnal Nature mengungkapkan faktor darah yang diperoleh dari makhluk muda dapat meningkatkan kesehatan akhir kehidupan pada hewan.
Ini juga dapat membantu mengurangi kemungkinan mengembangkan penyakit terkait usia, kata para ilmuwan di University College London (UCL), Inggris.
Dame Linda Partridge, ahli genetika di UCL, mengatakan penelitian menunjukkan bahwa darah muda dapat memungkinkan manusia untuk hidup bebas dari penyakit seperti kanker dan penyakit jantung sampai kematian mereka.
Baca juga: Peneliti Australia Uji Coba Alat 'Pendeteksi Wajah Koala
"Saya akan mengatakan penuaan adalah kaisar dari semua penyakit," katanya kepada The Times yang dikutip dari Sky News, Selasa (28/9/2021).
"Banyak orang menganggap penuaan sebagai 'alami' dan oleh karena itu Anda tidak boleh mengganggu alam. Tapi kami selalu menganggapnya sebagai keharusan etis untuk menyembuhkan penyakit di tempat kami menemukannya," imbuhnya.
Jurnal Nature mengungkapkan faktor darah yang diperoleh dari makhluk muda dapat meningkatkan kesehatan akhir kehidupan pada hewan.
Ini juga dapat membantu mengurangi kemungkinan mengembangkan penyakit terkait usia, kata para ilmuwan di University College London (UCL), Inggris.
Dame Linda Partridge, ahli genetika di UCL, mengatakan penelitian menunjukkan bahwa darah muda dapat memungkinkan manusia untuk hidup bebas dari penyakit seperti kanker dan penyakit jantung sampai kematian mereka.
Baca juga: Peneliti Australia Uji Coba Alat 'Pendeteksi Wajah Koala
"Saya akan mengatakan penuaan adalah kaisar dari semua penyakit," katanya kepada The Times yang dikutip dari Sky News, Selasa (28/9/2021).
"Banyak orang menganggap penuaan sebagai 'alami' dan oleh karena itu Anda tidak boleh mengganggu alam. Tapi kami selalu menganggapnya sebagai keharusan etis untuk menyembuhkan penyakit di tempat kami menemukannya," imbuhnya.
Lihat Juga :