India dan Pakistan Saling Kecam, Sidang Umum PBB Berlangsung Panas

Sabtu, 25 September 2021 - 15:33 WIB
loading...
India dan Pakistan Saling...
PM Pakistan Imran Khan menyampaikan pidato di Sidang Umum PBB via tautan video. Foto/France24
A A A
NEW YORK - Sidang Umum PBB berlangsung panas setelah dua negara bertetangga, India dan Pakistan , terlibat saling tuding terkait ekstremisme. Pemicunya adalah pernyataan Perdana Menteri Pakistan Imran Khan yang menuduh India melakukan "pemerintahan teror" terhadap Muslim, yang memicu teguran keras.

Pakistan selama ini kerap mengecam India di PBB. Namun, pidato Khan di Sidang Umum PBB tahun ini sangat mencolok ketika dia menuduh Perdana Menteri Narendra Modi berencana untuk membersihkan India dari umat Muslim.

“Bentuk Islamofobia terburuk dan paling luas sekarang menguasai India,” kata Khan dalam sebuah pidato, yang disampaikan melalui tautan video karena tindakan pencegahan COVID-19 .

“Ideologi Hindutva yang dipenuhi kebencian, yang disebarkan oleh rezim RSS-BJP fasis, telah melepaskan ketakutan dan kekerasan terhadap komunitas Muslim India yang berjumlah 200 juta orang,” ujarnya seperti dikutip dari Al Arabiya, Sabtu (25/9/2021).

Khan mengacu pada Partai Bharatiya Janata Modi dan Rashtriya Swayamsevak Sangh yang berafiliasi, sebuah gerakan revivalis Hindu berusia seabad dengan komponen paramiliter.

Baca juga: Pakistan Ingatkan Taliban: Larangan Sekolah pada Wanita Afghanistan Tidak Islami

Di bawah Modi, India telah mencabut status negara bagian Kashmir, satu-satunya wilayahnya yang mayoritas Muslim, menelurkan undang-undang kewarganegaraan yang oleh para kritikus disebut diskriminatif dan telah menyaksikan berulangnya gejolak kekerasan berbasis agama.

Berbicara pada hari Modi mengunjungi Gedung Putih, Khan - yang belum berbicara dengan Presiden Joe Biden - menuduh bahwa kepentingan komersial India dengan miliaran lebih memungkinkannya untuk melepaskan diri dari pelanggaran hak asasi manusia dengan impunitas penuh.

Sementara India sering mengabaikan pernyataan Pakistan di badan dunia, seorang diplomat muda India di lapangan menggunakan hak untuk menanggapi Khan.

Sneha Dubey, sekretaris pertama misi India di PBB, menuduh Pakistan melindungi dan memuliakan dalang al-Qaeda Osama bin Laden yang dibunuh oleh pasukan khusus AS dalam serangan 2011 di kota tentara Abbottabad.

"Negara ini adalah pelaku pembakaran yang menyamar sebagai pemadam kebakaran," katanya.

Baca juga: India Bersiap Uji Rudal yang Bisa Bawa Nuklir, Begini Reaksi China

“Pakistan memelihara teroris di halaman belakang mereka dengan harapan bahwa mereka hanya akan membahayakan tetangga mereka,” imbuhnya.

Dia menyoroti kekerasan terhadap minoritas di Pakistan serta genosida agama dan budaya pada tahun 1971 ketika Bangladesh memenangkan kemerdekaan.

“Tidak seperti Pakistan, India adalah demokrasi pluralistik dengan populasi minoritas yang substansial yang telah memegang jabatan tertinggi di negara ini,” kata Dubey.

Jawaban Dubey pun memicu tanggapan lain ketika seorang diplomat Pakistan, Saima Saleem, mempermasalahkan pendapat Dubey bahwa Kashmir, yang sebagian dikendalikan oleh Islamabad, adalah masalah internal.

Baca juga: Menlu Pakistan Serukan Kekuatan Dunia Cairkan Aset Afghanistan
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PM Kanada Akui G7 Tidak...
PM Kanada Akui G7 Tidak Lagi Kendalikan Dunia
Permainan Lincah Pakistan...
Permainan Lincah Pakistan dalam Mendamaikan AS dan Iran, Ini 4 Rahasianya
Dari Infrastruktur ke...
Dari Infrastruktur ke AI, China Terus Perkuat Pengaruh di Pakistan
India Protes setelah...
India Protes setelah Kapal Minyak Pembawa 24 Warganya Dihantam Rudal AS di Dekat Oman
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Udara di Afghanistan, 13 Orang Tewas
Mendagri Pakistan Sampaikan...
Mendagri Pakistan Sampaikan Surat Khusus untuk Mojtaba Khamenei
Kapal Tanker India Lintasi...
Kapal Tanker India Lintasi Selat Hormuz, Tandai Pulihnya Jalur Strategis usai Kesepakatan Damai AS-Iran
WNI Dikeroyok dan Dianiaya...
WNI Dikeroyok dan Dianiaya di Malaysia, Polisi Amankan 4 Orang yang Terlibat
Dasar Laut Terangkat...
Dasar Laut Terangkat hingga 2 Meter, Gempa Dahsyat M7,8 Ubah Peta Pesisir Filipina
Rekomendasi
3.161 Personel Gabungan...
3.161 Personel Gabungan Disiagakan Jelang Eksekusi Hotel Sultan Hari Ini
Terbitkan Panda Bond,...
Terbitkan Panda Bond, Menkeu Purbaya Kantongi Dukungan China
BMKG: Indonesia Bagian...
BMKG: Indonesia Bagian Selatan Makin Kering, Musim Kemarau Meluas
Berita Terkini
AS Identifikasi 8 Awak...
AS Identifikasi 8 Awak Tewas dalam Jatuhnya Bomber Nuklir B-52, Ini Daftarnya
Israel Marah setelah...
Israel Marah setelah Presiden Belarusia Samakan Pembantaian Gaza dengan Holocaust Nazi
Trump Telah Teken Nota...
Trump Telah Teken Nota Kesepahaman AS-Iran, Ini Rincian 14 Poinnya
Langka, Trump Bela Hak...
Langka, Trump Bela Hak Iran Memiliki Rudal Balistik
Serangan Israel ke Lebanon...
Serangan Israel ke Lebanon Bisa Gagalkan Perdamaian AS dan Iran, Ini 3 Alasannya
4 Alasan Iran Mampu...
4 Alasan Iran Mampu Memberikan Pukulan Telak ke Amerika Serikat dan Israel
Infografis
YouTuber India Ditangkap,...
YouTuber India Ditangkap, Dituding Jadi Agen Intelijen Pakistan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved