Lebih dari 2 Tahun Ditahan, Kanada Akhirnya Bebaskan Bos Huawei Meng Wanzhou

Sabtu, 25 September 2021 - 09:58 WIB
loading...
A A A
"Berdasarkan ketentuan DPA, Meng telah menyetujui keakuratan pernyataan empat halaman fakta yang merinci pernyataan palsu yang dia buat ke Financial Institution 1," kata Departemen Kehakiman AS, merujuk pada Hongkong and Shanghai Banking Corporation (HSBC).

"Meng juga telah setuju untuk tidak melakukan kejahatan federal, negara bagian, atau lokal lainnya. Jika Meng melanggar perjanjian, dia akan dituntut atas semua dakwaan terhadapnya dalam dakwaan ketiga yang diajukan dalam kasus ini. Pemerintah juga setuju untuk menarik permintaannya kepada Kementerian Kehakiman Kanada agar Meng diekstradisi ke Amerika Serikat," tambahnya.

Perkara selama tiga tahun dimulai ketika Meng ditahan oleh polisi Kanada pada 1 Desember 2018, saat singgah di Bandara Internasional Vancouver ketika bepergian dari Hong Kong ke Meksiko. Surat perintah penangkapan telah dikeluarkan empat bulan sebelumnya oleh Pengadilan Distrik AS untuk Distrik Timur New York, yang menuduhnya menghindari sanksi AS terhadap Iran bertahun-tahun sebelumnya dengan membersihkan uang yang dia klaim untuk Huawei, tetapi itu sebenarnya untuk Perusahaan teknologi Iran Skycom.

Baca juga: AS Tekan UEA Depak Huawei China atau Kehilangan Jet Tempur Siluman F-35

Dia dibebaskan pada 11 Desember 2018, dengan jaminan USD10 juta dan di bawah pengawasan elektronik, meskipun secara resmi dia hanya didakwa dengan konspirasi untuk melakukan penipuan bank, konspirasi untuk melakukan penipuan kawat, penipuan bank, dan penipuan kawat pada 28 Januari 2019.

Kasus ekstradisi terhadapnya tidak dimulai sampai Januari 2020, dan bulan berikutnya, tuduhan baru pencurian rahasia dagang juga diajukan oleh Departemen Kehakiman AS.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jerman Berani Menolak...
Jerman Berani Menolak Loyal pada AS: 'Sesama Anggota NATO Jangan Mendikte!'
CIA akan Rilis Berkas...
CIA akan Rilis Berkas Baru Program Pengendalian Pikiran Terkait Nazi
Usai Tewaskan 1.300...
Usai Tewaskan 1.300 Orang di Eropa, Gelombang Panas Ekstrem Kini Melanda AS
Ini Detail Cekcok Trump...
Ini Detail Cekcok Trump dan Mohammed bin Salman Gara-gara Perang Iran
Demi Cinta Bertaruh...
Demi Cinta Bertaruh Nyawa, Pasangan Ini Lamaran di Puncak Gedung Empire State 443 Meter
AS Pertimbangkan Tarik...
AS Pertimbangkan Tarik Pasukan dari Arab Saudi, Berseteru Gara-gara Perang Iran
Pasokan Minyak Iran...
Pasokan Minyak Iran Kembali Banjiri Pasar Asia, Harga Minyak Dunia Anjlok 4%
Laporan Media: Iran...
Laporan Media: Iran - AS Sepakat Hentikan Serangan, Gelar Pertemuan Darurat di Qatar
Keji! Israel Bunuh Kiper...
Keji! Israel Bunuh Kiper Tim Sepak Bola Palestina
Rekomendasi
Raih Bisnis Indonesia...
Raih Bisnis Indonesia Award 2026, Angela: MNC Digital Terus Berinovasi di Tengah Tantangan yang Ada
Portugal Lolos ke 16...
Portugal Lolos ke 16 Besar Usai Singkirkan Kroasia, Ronaldo Cetak Rekor Baru
Apa Itu Playing Victim?...
Apa Itu Playing Victim? Dokter Ungkap Dampaknya pada Hubungan dan Kesehatan Mental
Berita Terkini
Komika Turki Ditangkap...
Komika Turki Ditangkap atas Tuduhan Menghina Islam dan Erdogan
Jerman Berani Menolak...
Jerman Berani Menolak Loyal pada AS: 'Sesama Anggota NATO Jangan Mendikte!'
Ledakan Bom Guncang...
Ledakan Bom Guncang Kafe di Ibu Kota Suriah, 9 Orang Tewas, Mayat-mayat Tergeletak
Islam Melarang Pembalseman,...
Islam Melarang Pembalseman, Bagaimana Iran Mangawetkan Jenazah Khamenei sejak Februari?
Serangan Rudal Gila-gilaan...
Serangan Rudal Gila-gilaan Rusia Gempur Ibu Kota Ukraina, 27 Orang Tewas
PBB Perkirakan Pembersihan...
PBB Perkirakan Pembersihan Puing-puing Gaza Perlu Waktu Lebih dari 140 Tahun
Infografis
Trump: Kebakaran Los...
Trump: Kebakaran Los Angeles Lebih Parah dari Serangan Nuklir
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved