Lebih dari 2 Tahun Ditahan, Kanada Akhirnya Bebaskan Bos Huawei Meng Wanzhou

Sabtu, 25 September 2021 - 09:58 WIB
loading...
A A A
Namun, menurut tim pembelanya, HSBC tahu tentang hubungan Huawei dengan Skycom, yang pada akhirnya merusak kasus ekstradisi AS.

Kasus terhadap Meng dikritik keras oleh Huawei dan pemerintah China, yang menyebut penahanannya sebagai insiden politik yang dibuat-buat oleh AS serta menuduh Washington mencoba menyabot reputasi dan melanjutkan kesuksesan finansial Huawei, pembuat ponsel terbesar di dunia dan pemasok utama teknologi 5G, di antara gadget dan layanan teknologi lainnya.

Kasus ini dianggap oleh Beijing sebagai kerusakan serius hubungan AS-China, di samping tindakan lain seperti sanksi AS dan sikap militernya.

Baca juga: Lawan AUKUS, China Didesak Bersiap Lakukan Serangan Nuklir Pertama

Kasus penangkapan dan ekstradisi Meng Wanzhou datang bersamaan dengan upaya yang lebih luas untuk memasukkan Huawei ke daftar hitam di sebagian besar negara Barat, termasuk di AS dan negara-negara Anglo "Lima Mata" lainnya.

Washington mengklaim bahwa kedekatan Huawei dengan pemerintah China memberi Beijing pengaruh untuk memaksa perusahaan menempatkan "pintu belakang" dalam produk-produknya yang akan memungkinkan pemerintah China memata-matai pengguna produk Huawei, menjadikannya kewajiban keamanan. Baik pemerintah China maupun Huawei membantah adanya pengaturan seperti itu atau bahkan dapat dibuat jika diinginkan.
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tuntut Kemerdekaan dari...
Tuntut Kemerdekaan dari China, Pria Tibet Tewas Bakar Diri di Luar Markas PBB
Iran Peringatkan AS...
Iran Peringatkan AS dan Israel Jangan Serang Prosesi Pemakaman Khamenei!
Jerman Berani Menolak...
Jerman Berani Menolak Loyal pada AS: 'Sesama Anggota NATO Jangan Mendikte!'
CIA akan Rilis Berkas...
CIA akan Rilis Berkas Baru Program Pengendalian Pikiran Terkait Nazi
Usai Tewaskan 1.300...
Usai Tewaskan 1.300 Orang di Eropa, Gelombang Panas Ekstrem Kini Melanda AS
Ini Detail Cekcok Trump...
Ini Detail Cekcok Trump dan Mohammed bin Salman Gara-gara Perang Iran
TikTok soal Kabar PHK...
TikTok soal Kabar PHK 90% Karyawan Tokopedia: Ini Bukan Keputusan Mudah
Qatar Ungkap Kemajuan...
Qatar Ungkap Kemajuan Positif dalam Dialog AS-Iran, Negosiasi Bakal Berlanjut
Gelombang Panas Nyaris...
Gelombang Panas Nyaris 40 Deajat Celsius, Jalanan Kota New York Meleleh
Rekomendasi
Uang Ratusan Juta Disita...
Uang Ratusan Juta Disita KPK dari OTT Bupati Langkat Syah Afandin
DPR Soroti Penggunaan...
DPR Soroti Penggunaan Helikopter KPU, Harap Bisa Dapat Sanksi Tegas
Swiss Unggul 1-0 atas...
Swiss Unggul 1-0 atas Aljazair di Babak Pertama Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Tuntut Kemerdekaan dari...
Tuntut Kemerdekaan dari China, Pria Tibet Tewas Bakar Diri di Luar Markas PBB
Iran Peringatkan AS...
Iran Peringatkan AS dan Israel Jangan Serang Prosesi Pemakaman Khamenei!
Jadi Anak Presiden dan...
Jadi Anak Presiden dan Jabat Panglima Militer, Jenderal Ini Seenaknya Menutup Media
5 Pemimpin Muslim yang...
5 Pemimpin Muslim yang Jenazahnya Diawetkan sebelum Dimakamkan, Ali Khamenei Paling Lama
Ketika Uang Negara Rp35.914...
Ketika Uang Negara Rp35.914 Triliun Lenyap Dikorupsi sejak 2003
Mojtaba Disebut Tak...
Mojtaba Disebut Tak Akan Hadiri Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei, Ini Alasannya
Infografis
Konsumsi Gula Harian...
Konsumsi Gula Harian Jangan Lebih dari 6 Sendok Teh
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved