Kisah Pasang Surut Kehidupan Ariel Sharon, Manusia Kejam dan Rasis

Kamis, 23 September 2021 - 19:28 WIB
loading...
Kisah Pasang Surut Kehidupan...
Kisah Pasang Surut Kehidupan Ariel Sharon, Manusia Kejam dan Rasis. FOTO/Reuters
A A A
TEL AVIV - Ariel Sharon adalah mantan Perdana Menteri Israel . Ia dikenal sebagai manusia yang rasis dan kejam di daerah Timur Tengah . Bukan tanpa alasan predikat itu melekat pada dirinya. Sharon dituding sebagai aktor yang berada di balik serangkaian pembunuhan massal. Kisah pasang surut kehidupan Ariel Sharon banyak diungkap berbagai catatan.

Aksi sadis yang dilakukan oleh Sharon ini dimulai saat Ia menembak penduduk Palestina di Qibya. Akibat aksi brutal di tahun 1953 ini, sebanyak 69 orang tewas. Dunia pun mengecam kebrutalan pemerintahan Sharon.

Baca: Mantan PM Israel, Ariel Sharon tutup usia

Nama Sharon tentunya sangat membekas di benak warga Palestina. Khalil Al Hayya yang merupakan pemimpin Hamas di Jalur Gaza bahkan menyebutnya sebagai penyebab kehancuran beberapa generasi di Palestina.

Khalil juga mengatakan bahwa ia dan masyarakat Palestina mengingat Sharon sebagai pembunuh, penghancur, dan penyebab penderitaan beberapa generasi di Palestina. Bahkan, akibat pembantaian 1982 pada pengungsi Lebanon menyebabkan Sharon mendapat julukan Jagal di Beirut oleh jutaan manusia.

Mantan perdana Menteri yang juga disebut sebagai The Buldozer itu wafat pada 11 Januari 2014 di usianya yang ke 85 tahun karena gagal jantung. Sebelumnya, ia sempat koma selama delapan tahun. Hasil pemeriksaan laboratorium juga menunjukkan adanya tanda infeksi darah yang parah. Organ lainnya juga mengalami kemerosotan fungsi yang menyebabkan sulitnya upaya penyembuhannya.

Baca: Palestina: Ariel Sharon adalah kriminal

Penderitaan Sharon dimulai saat ia melakukan pembedahan akibat luka membusuk. Operasi dilakukan oleh para dokter untuk menyambung bagian ususnya yang telah terinfeksi dan membusuk. Tujuan dari operasi ini adalah untuk mencegah infeksi menyebar ke bagian tubuhnya yang lain. Namun, penyumbatan justru terjadi di otaknya yang menyebabkan kerusakan di sekujur tubuh bahkan hingga mengalami pembusukkan, namun ia masih hidup.

Pada 4 Januari 2006, Sharon mengalami stroke dan kemudian di rawat di Rumah Sakit Hadassah Ein Kerem. Berbagai upaya telah dilakukan untuk mengobati Sharon, termasuk dengan berpindah-pindah rumah sakit. Sejak saat itu, Sharon mengalami koma selama delapan tahun.

Baca: Ada warga Israel yang rayakan kematian Sharon

Tubuhnya tidak berdaya jika tidak mendapat sokongan berbagai jenis alat medis. Kedua matanya dalam keadaan terus terbuka. Foto terakhir Sharon berhasil diambil oleh media pada tahun 2006 silam, saat ia sedang terbaring setengah duduk dalam keadaan sadar. Setelah itu, tidak ada yang memiliki fotonya, karena keluarga sengaja menutup rapat-rapat informasi mengenai Sharon.

Masyarakat Palestina yang masih mengingat perlakuan kejam Sharon senang saat mendengar kabar ini. Di permukiman warga Palestina di Jalur Gaza, warga berkumpul dan merayakan kepergiannya. Penderitaan dan kematiannya dirasa kurang cukup, hingga warga Palestina berdoa agar Sharon memperoleh hukuman setimpal dari Tuhan atas kejahatannya kepada Palestina.

*diolah dari berbagai sumber
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Bilang Israel...
Trump Bilang Israel Tak Berhak Kritik Deal AS-Iran karena Dulu Ogah Bunuh Jenderal Soleimani
Iran Nyatakan Menang...
Iran Nyatakan Menang Perang Melawan AS dan Israel
Analis Israel: Netanyahu...
Analis Israel: Netanyahu Pembohong yang Dipermalukan Trump dalam Kesepakatan AS-Iran
Israel Marah setelah...
Israel Marah setelah Presiden Belarusia Samakan Pembantaian Gaza dengan Holocaust Nazi
Israel Danai Pemukim...
Israel Danai Pemukim Ekstremis, Bayar Rp34 Miliar Per Bulan
Israel Terus Serang...
Israel Terus Serang Lebanon Selatan Meski Ada Kesepakatan AS-Iran
Israel Temukan Batu...
Israel Temukan Batu Suci Berusia 2.700 Tahun yang Tertulis dalam Alkitab
Trump Sebut Kesepakatan...
Trump Sebut Kesepakatan Damai dengan Iran Akan Ditandatangani pada Minggu, Ini Respons Teheran
Trump: Jika Iran Tak...
Trump: Jika Iran Tak Berperilaku Baik, Kita Akan Jatuhkan Bom di Kepala Mereka
Rekomendasi
ENHYPEN Siap Comeback...
ENHYPEN Siap Comeback Agustus 2026, Proyek Perdana Usai Heeseung Keluar
Eksekusi Hotel Sultan...
Eksekusi Hotel Sultan Ricuh, 69 Orang Diamankan Polisi
Eksekusi Hotel Sultan...
Eksekusi Hotel Sultan Ricuh, 27 Petugas Luka Ringan Kena Lemparan Batu
Berita Terkini
Finlandia Buka Pintu...
Finlandia Buka Pintu Jadi Markas Bom Nuklir NATO, Rusia Bisa Marah
Iran Nyatakan Menang...
Iran Nyatakan Menang Perang Melawan AS dan Israel
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Ada yang Hanya Rp427 Per Liter
Arab Saudi Kebut Pembangunan...
Arab Saudi Kebut Pembangunan Jeddah Tower 1.000 Meter, Gedung Tertinggi di Dunia Kalahkan Burj Khalifa
Trump: AS Harus Kembalikan...
Trump: AS Harus Kembalikan Uang Iran atau Kepercayaan Dunia pada Dolar Rusak
Analis Israel: Netanyahu...
Analis Israel: Netanyahu Pembohong yang Dipermalukan Trump dalam Kesepakatan AS-Iran
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved