Analis: AUKUS Dapat Picu Perlombaan Senjata antara China dan Barat
Rabu, 22 September 2021 - 18:45 WIB
loading...
A
A
A
Aliansi tersebut, jelasnya, mencerminkan pandangan, yang umumnya dipegang oleh para pembuat kebijakan luar negeri, bahwa tindakan China merupakan tantangan langsung terhadap pengaruh Amerika dan Inggris di kawasan itu, dan harus dilawan secara aktif.
Baca: Australia: AUKUS Mungkinkan Kami Bantu Jaga Keamanan dan Stabilitas ASEAN
Namun, ujarnya, pandangan ini telah ditentang oleh banyak pakar hubungan internasional dan analis kebijakan luar negeri. Yoxon mengatakan, mereka percaya bahwa Barat harus melibatkan China dalam diplomasi daripada melawannya.
Beberapa komentator dan pembuat kebijakan percaya bahwa dua negara dengan senjata nuklir tidak akan pernah saling menyerang, karena takut akan saling menghancurkan. Asumsi ini, jelas Yoxon, mengabaikan bahwa orang sering membuat keputusan berdasarkan respons emosional, daripada perhitungan rasional. Krisis Rudal Kuba tahun 1962 dan seberapa dekat AS dan Rusia meluncurkan serangan nuklir terhadap satu sama lain adalah contohnya.
“Keputusan untuk menyebarkan senjata nuklir adalah hasil dari serangkaian kesalahpahaman dan persepsi, bukan ancaman nyata yang ditimbulkan oleh kedua belah pihak. Penolakan seorang perwira Rusia untuk mengikuti perintah adalah satu-satunya alasan Perang Dingin tidak berakhir dengan bencana nuklir,” ungkapnya.
Baca: Australia: AUKUS Mungkinkan Kami Bantu Jaga Keamanan dan Stabilitas ASEAN
Namun, ujarnya, pandangan ini telah ditentang oleh banyak pakar hubungan internasional dan analis kebijakan luar negeri. Yoxon mengatakan, mereka percaya bahwa Barat harus melibatkan China dalam diplomasi daripada melawannya.
Beberapa komentator dan pembuat kebijakan percaya bahwa dua negara dengan senjata nuklir tidak akan pernah saling menyerang, karena takut akan saling menghancurkan. Asumsi ini, jelas Yoxon, mengabaikan bahwa orang sering membuat keputusan berdasarkan respons emosional, daripada perhitungan rasional. Krisis Rudal Kuba tahun 1962 dan seberapa dekat AS dan Rusia meluncurkan serangan nuklir terhadap satu sama lain adalah contohnya.
“Keputusan untuk menyebarkan senjata nuklir adalah hasil dari serangkaian kesalahpahaman dan persepsi, bukan ancaman nyata yang ditimbulkan oleh kedua belah pihak. Penolakan seorang perwira Rusia untuk mengikuti perintah adalah satu-satunya alasan Perang Dingin tidak berakhir dengan bencana nuklir,” ungkapnya.
Lihat Juga :