Komandan IRGC: AS Bukan Lagi Ancaman
Rabu, 22 September 2021 - 12:33 WIB
loading...
A
A
A
Pada tahun 2018, mantan Presiden AS Donald Trump membatalkan perjanjian nuklir 2015 dengan Iran, memperkenalkan sanksi keras terhadap Republik Islam di bawah kampanye "tekanan maksimum". Sanksi AS, sebagian besar, membebani kehidupan rakyat biasa Iran, terutama di masa pandemi, karena Iran telah dicegah untuk mendapatkan obat-obatan dan peralatan medis dari luar negeri.
Namun penerus Trump, Presiden Joe Biden menunjukkan minatnya untuk membuka halaman baru tentang hubungan AS-Iran selama pidato pertamanya di Majelis Umum PBB. Meski begitu, ia menekankan komitmennya untuk mencegah Iran memperoleh senjata nuklir.
Baca juga: Iran Sangkal Pembunuhan Ilmuwan Nuklirnya dengan Senjata Canggih Mossad
“Amerika Serikat tetap berkomitmen untuk mencegah Iran mendapatkan senjata nuklir. Kami bekerja dengan P5+1 untuk melibatkan Iran secara diplomatis dan berusaha kembali ke JCPOA,” kata Biden.
Namun penerus Trump, Presiden Joe Biden menunjukkan minatnya untuk membuka halaman baru tentang hubungan AS-Iran selama pidato pertamanya di Majelis Umum PBB. Meski begitu, ia menekankan komitmennya untuk mencegah Iran memperoleh senjata nuklir.
Baca juga: Iran Sangkal Pembunuhan Ilmuwan Nuklirnya dengan Senjata Canggih Mossad
“Amerika Serikat tetap berkomitmen untuk mencegah Iran mendapatkan senjata nuklir. Kami bekerja dengan P5+1 untuk melibatkan Iran secara diplomatis dan berusaha kembali ke JCPOA,” kata Biden.
(ian)
Lihat Juga :