Taliban Minta Perwakilan di PBB, Picu Perdebatan

Rabu, 22 September 2021 - 07:52 WIB
loading...
A A A
Pekan lalu, dia mengirim suratnya sendiri kepada Sekjen PBB dengan daftar delegasi untuk Sidang Umum pekan ini dan menyebut dirinya sebagai kepala delegasi.

"Kedua surat itu sekarang telah dikirim ke Komite Kredensial PBB," kata Dujarric.

Baca juga: Taliban vs ISIS, Sejarah Konflik Berdarah Keduanya

Seorang pejabat senior Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) mengatakan AS jelas akan mengikuti masalah ini dengan cermat dan mempertimbangkan bersama dengan anggota Komite Kredensial lainnya dan mencatat bahwa mereka tidak mengharapkan keputusan dibuat sebelum pertemuan tingkat tinggi Majelis Umum PBB akhir pekan ini.

"Komite Kredensial umumnya membutuhkan waktu. Saya tidak akan memprediksi berapa lama waktu yang dibutuhkan saat ini," kata pejabat itu kepada wartawan melalui telepon.

"Saya akan mencatat bahwa Majelis Umum yang lebih luas berlangsung selama sekitar tiga bulan - pertemuan tingkat tinggi, jelas, hanya minggu ini, dan saya tidak berharap masalah ini akan diselesaikan dalam pertemuan tingkat tinggi. Jadi perhatikan ruangnya," kata pejabat itu.

Masa depan demokrasi di bawah Taliban - dan khususnya hak-hak perempuan dan anak perempuan - adalah topik hangat selama pertemuan tingkat tinggi di PBB ini, yang telah menyaksikan lebih dari seratus pemimpin nasional berkumpul di New York. Dewan Keamanan PBB pada hari Jumat memberikan suara bulat untuk memperpanjang Misi Bantuan PBB di negara itu selama enam bulan.

Penerimaan PBB atas duta besar Taliban akan menjadi langkah penting dalam upaya kelompok Islam garis keras itu untuk mendapatkan pengakuan internasional, yang dapat membantu membuka dana yang sangat dibutuhkan untuk ekonomi Afghanistan yang kekurangan uang.

Baca juga: Buku Saku Polisi Moral Taliban: Batasi Wanita, Jenggot Panjang, Pakai Kekuatan
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Udara di Afghanistan, 13 Orang Tewas
Jerman Gagal Peroleh...
Jerman Gagal Peroleh Kursi di Dewan Keamanan PBB untuk Pertama Kali
Jerman Gagal Rebut Kursi...
Jerman Gagal Rebut Kursi DK PBB untuk Pertama Kalinya
Israel dan Rusia Masuk...
Israel dan Rusia Masuk Blacklist PBB terkait Kekerasan Seksual dalam Konflik, Zionis Murka
AS Ancam Utusan Palestina...
AS Ancam Utusan Palestina di PBB untuk Mundur dari Pencalonan Ketua Majelis Umum
Hukum Baru Taliban:...
Hukum Baru Taliban: Diamnya Gadis Perawan Berarti Persetujuan untuk Menikah
WSIS Prizes 2026 PBB:...
WSIS Prizes 2026 PBB: Dua Program Digitalisasi Kemendikdasmen Diakui Dunia
Laporan SIPRI: India...
Laporan SIPRI: India untuk Pertama Kalinya Kerahkan Senjata Berhulu Ledak Nuklir
SpaceX Pecahkan Rekor...
SpaceX Pecahkan Rekor IPO Terbesar Sepanjang Sejarah, Raup Dana Rp1.335 Triliun
Rekomendasi
Tepis Isu Menguntungkan...
Tepis Isu Menguntungkan Kapolri, Pakar: UU Polri Baru Berpihak pada Kepentingan Publik
Sertifikasi RSPO Kunci...
Sertifikasi RSPO Kunci Akses Pasar dan Penguatan Petani Sawit Swadaya
Hidayat Batubara Daftar...
Hidayat Batubara Daftar Balon Ketua POBSI Sumut
Berita Terkini
Trump Marah, Tuding...
Trump Marah, Tuding Iran Bocorkan Detail Kesepakatan Damai
Apa yang Ada dan Tidak...
Apa yang Ada dan Tidak Ada dalam Draf Kesepakatan Damai AS-Iran?
Iran Tegaskan Pengelolaan...
Iran Tegaskan Pengelolaan Selat Hormuz akan Disepakati Melalui Dialog Regional
Netanyahu dan Trump...
Netanyahu dan Trump Bahas Nota Kesepahaman Mendatang dengan Iran
Iran Tegaskan Belum...
Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Akhir dengan AS
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved