Tidak Hanya China, AUKUS Juga Ditujukan Terhadap Rusia
Selasa, 21 September 2021 - 20:04 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Istana Elysee: AS Tidak Pernah Sebut AUKUS, Tak Pernah Jawab Pertanyaan Prancis
Berbicara tentang Afghanistan, Nikolai Patrushev memperingatkan bahwa kegagalan kebijakan AS di Afghanistan menciptakan kondisi untuk krisis migrasi baru yang bisa lebih dalam daripada yang terjadi pada tahun 2015.
"Setelah kegagalan AS di Afghanistan, kondisi sedang dibentuk untuk krisis migrasi baru, bahkan yang lebih parah daripada tahun 2015. Saat itu, Mediterania melihat gelombang besar pengungsi dari negara-negara Timur Tengah dan Afrika Utara, yang dihancurkan oleh Amerika dan Eropa, angka itu masih belum bisa dihitung," ujar Patrushev.
Patrushev menekankan bahwa Amerika Serikat dan sekutunya harus memikul tanggung jawab untuk merusak stabilitas di negara-negara asing, termasuk melalui pemberian kompensasi.
"Saya percaya bahwa AS dan sekutunya harus memikul tanggung jawab atas penghancuran ekonomi negara-negara berdaulat, untuk memperburuk masalah antar-etnis dan politik, dan untuk mengintensifkan teroris, ekstremis, dan ancaman lainnya, termasuk dengan membuat kompensasi yang secara signifikan melebihi triliunan yang mereka habiskan untuk merusak stabilitas di seluruh dunia," ucap Patrushev.
Baca juga: Korut: Kontrak Kapal Selam AS-Inggris-Australia Picu Perlombaan Senjata Nuklir
Berbicara tentang Afghanistan, Nikolai Patrushev memperingatkan bahwa kegagalan kebijakan AS di Afghanistan menciptakan kondisi untuk krisis migrasi baru yang bisa lebih dalam daripada yang terjadi pada tahun 2015.
"Setelah kegagalan AS di Afghanistan, kondisi sedang dibentuk untuk krisis migrasi baru, bahkan yang lebih parah daripada tahun 2015. Saat itu, Mediterania melihat gelombang besar pengungsi dari negara-negara Timur Tengah dan Afrika Utara, yang dihancurkan oleh Amerika dan Eropa, angka itu masih belum bisa dihitung," ujar Patrushev.
Patrushev menekankan bahwa Amerika Serikat dan sekutunya harus memikul tanggung jawab untuk merusak stabilitas di negara-negara asing, termasuk melalui pemberian kompensasi.
"Saya percaya bahwa AS dan sekutunya harus memikul tanggung jawab atas penghancuran ekonomi negara-negara berdaulat, untuk memperburuk masalah antar-etnis dan politik, dan untuk mengintensifkan teroris, ekstremis, dan ancaman lainnya, termasuk dengan membuat kompensasi yang secara signifikan melebihi triliunan yang mereka habiskan untuk merusak stabilitas di seluruh dunia," ucap Patrushev.
Baca juga: Korut: Kontrak Kapal Selam AS-Inggris-Australia Picu Perlombaan Senjata Nuklir
Lihat Juga :