Inggris: Pakta Pertahanan Baru Jadi Bukti Keseriusan Menjaga Kepentingan dan Keamanan Kami

Minggu, 19 September 2021 - 17:21 WIB
loading...
Inggris: Pakta Pertahanan...
Inggris mengatakan pakta pertahanan baru dengan Amerika Serikat (AS) dan Australia adalah bukti keseriusan dan kesiapan mereka membela kepentingannya. Foto/REUTERS
A A A
LONDON - Inggris mengatakan pakta pertahanan baru dengan Amerika Serikat (AS) dan Australia adalah bukti keseriusan dan kesiapan mereka membela kepentingannya. Pakta, yang dinamai AUKUS itu mendapat tentangan, baik dari negara Eropa maupun Asia.

Pakta itu telah membuat marah Paris karena membuat Canberra membatalkan pesanan multi-miliar dolar untuk kapal selam Prancis. Ini juga membuat marah China, yang menilainya sebagai ancaman terhadap stabiltas di kawasan.

"Ini lebih dari sekadar kebijakan luar negeri secara abstrak, tetapi menyampaikan kepada orang-orang di seluruh Inggris dan sekitarnya dengan bermitra dengan negara-negara yang berpikiran sama untuk membangun koalisi berdasarkan nilai-nilai bersama dan kepentingan bersama," kata Menteri Luar Negeri baru Inggris, Liz Truss.

Dia menuturkan, Inggris, AS dan Australia akan bekerja lebih dekat untuk menggunakan berbagai teknologi mutakhir, dari kapal selam bertenaga nuklir pada awalnya dan kemudian kecerdasan buatan, dan komputasi kuantum. Baca juga: Prabowo Bawa Pulang Kapal Perang Frigate Arrowhead 140 Diyakini Bikin China Gemetar

“Ini menunjukkan kesiapan kami untuk keras kepala dalam membela kepentingan kami dan menantang praktik tidak adil dan tindakan yang merusak,” ucapnya, seperti dilansir Reuters pada Minggu (19/9/2021).

Truss menambahkan, bahwa pakta itu juga menunjukkan komitmen Inggris terhadap keamanan dan stabilitas di kawasan Indo-Pasifik. Baca juga: DPR: Indonesia Perlu Proaktif Sikapi Aliansi Militer AUKUS
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
6 PM dalam 10 Tahun...
6 PM dalam 10 Tahun 44 Hari, Seperti Apa Politik Antrean di Inggris?
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Keir Starmer Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Mundur, Krisis Politik Berlanjut
Menhan Negara NATO Salahkan...
Menhan Negara NATO Salahkan Trump atas Penutupan Selat Hormuz
AS Kerahkan Sistem Rudal...
AS Kerahkan Sistem Rudal Canggih Typhon ke Jepang, Dapat Menargetkan China
Gunakan Mode Autopilot,...
Gunakan Mode Autopilot, Mobil Tesla Ini Malah Tabrak Rumah dan Tewaskan Penghuninya
Timnas Iran Tinggalkan...
Timnas Iran Tinggalkan Surat Tulisan Tangan di Ruang Ganti Piala Dunia 2026
Pembom B-52 Stratofortress...
Pembom B-52 Stratofortress AS Jatuh di Pangkalan Gurun Mojave, Tewaskan 8 Orang
PM Belanda Rob Jetten...
PM Belanda Rob Jetten Minta Maaf kepada Tentara Maluku
Rekomendasi
Hari Lingkungan Hidup...
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Mangrove di Kawasan Pesisir Jakarta Terus Diperkuat
Hadapi Masa Depan yang...
Hadapi Masa Depan yang Tak Pasti, Mahasiswa Diajarkan Kepemimpinan, Inovasi, dan Talenta Digital
Bukan Sekadar Insinyur,...
Bukan Sekadar Insinyur, Alumni ITS Didorong Kuasai Kepemimpinan dan Finansial
Berita Terkini
Hongaria Bersihkan Jaringan...
Hongaria Bersihkan Jaringan Viktor Orban, Ini 3 Alasan Rusia Akan Kehilangan Aliansi Utama
Rusia Tuding NATO Akan...
Rusia Tuding NATO Akan Gelar Operasi Barbarossa Hitler pada 2030, Apakah Akan Berhasil?
Siapa Ahmed Wishah?...
Siapa Ahmed Wishah? Jurnalis Al Jazeera yang Dibunuh Israel
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
6 PM dalam 10 Tahun...
6 PM dalam 10 Tahun 44 Hari, Seperti Apa Politik Antrean di Inggris?
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved