Cara Pedagang Muslim di Minneapolis Selamatkan Tokonya dari Penjarahan

Senin, 01 Juni 2020 - 05:16 WIB
loading...
Cara Pedagang Muslim...
Toko produk halal di Minneapolis yang selamat dari penjarahan. FOTO/Reuters
A A A
MINNEAPOLIS - Demonstrasi yang membekap Minneapolis, Amerik Serikat (AS) berujung pada aksi penjarahan. Pada Sabtu (30/5) malam, sejumlah titik api terlihat di Minneapolis. Salah satunya di atap bank dan kantor pos yang berlokasi dekat dengan toko makanan Halal Tawakal milik Mohammad Abdi (35), seorang warga AS asal Somalia.

Abdi memiliki dua pilihan yang sama-sama sulit, yakni pergi ke jalan dan menghadapi para pengacau dan penjarah berbahaya yang sedang bersiap-siap untuk membakar Toko Makanan Halal Tawakal atau siaga dan menonton mereka menghancurkan mata pencahariannya.

(Baca: Polisi Pembunuh George Floyd Didakwa atas Dua Tuduhan Pembunuhan )

"Saya mengatakan kepada mereka, ini adalah bisnis saya. Ini adalah gedung saya, tolong jangan lakukan itu," kata Abdi, seperti dikutip dari Reuters, Minggu (31/5). “Saya tidak berteriak, saya tetap tenang. Saya mengatakan kepada mereka bahwa saya tidak melakukan apa pun pada mereka. Dan, mereka pergi,”tambahnya.

Abdi tetap terjaga sepanjang malam hingga memasuki pagi hari untuk mengawasi toko dan Pasar Makanan A&D, toko bahan makanan lain yang dimilikinya di seberang jalan di lingkungan Lyndale, di Minneapolis, di sisi barat daya kota.

Minneapolis memiliki komunitas Somalia terbesar di AS. Abdi mengatakan, bisnisnya tetap utuh berkat sekelompok teman dan pelanggan yang juga berjaga sepanjang malam dan mengusir kelompok pengacau.

“Ini adalah bukti komunitas penduduk yang bersatu padu dari negara asal di Afrika Timur. Saya sangat senang dengan komunitas saya karena membantu saya. Mereka mencintaiku dan percaya padaku," cetus Abdi.

(Baca: Demonstrasi Meluas, di Beverly Hills Berujung Penjarahan )

Aksi protes damai di Minneapolis berubah menjadi kerusuhan, setelah beredar video tewasnya seorang pria kulit hitam George Floyd akibat perlakuan polisi AS. Pemerintah federal mengirimkan lebih dari 4.000 personel pasukan Garda Nasional ke Minneapolis. Pihak berwenang mengatakan, jumlah itu akan segera naik menjadi hampir 11.000 personel.

"Situasi di Minneapolis sama sekali bukan tentang pembunuhan George Floyd," kata Gubernur Tim Walz. “Ini tentang menyerang masyarakat sipil, menanamkan rasa takut dan mengganggu kota-kota besar kita,” lanjutnya.

Beberapa warga mengaku senang melihat kerusuhan perlahan menghilang. “Saya tinggal di sini. Saya belum bisa tidur," kata Iman Muhammad, yang lingkungannya menyaksikan banyak kebakaran terjadi pada Jumat malam. Muhammad mengatakan, bahwa dia bersimpati dengan protes damai atas kematian Floyd, tetapi tidak setuju dengan kekerasan.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Swiss Ungkap Perundingan...
Swiss Ungkap Perundingan AS-Iran Tidak Jadi Digelar, Wapres Vance Batalkan Perjalanan
Kecaman Wapres AS ke...
Kecaman Wapres AS ke Israel Makin Pedas: Senjatamu Dibayar dengan Uang Pajak Amerika!
Menteri Perang AS Kecam...
Menteri Perang AS Kecam Negara-negara NATO: Menumpang Gratis, tapi Tolak Bantu Melawan Iran!
AS atau Iran yang Menang...
AS atau Iran yang Menang Perang? Ini Jawaban Mengejutkan 10 Pakar Militer
FIFA Gencar Berantas...
FIFA Gencar Berantas Ujaran Kebencian di Piala Dunia 2026
Pembom B-52 Stratofortress...
Pembom B-52 Stratofortress AS Jatuh di Pangkalan Gurun Mojave, Tewaskan 8 Orang
Acuhkan Trump, Israel...
Acuhkan Trump, Israel Tolak Tinggalkan Lebanon meski AS-Iran Berdamai
Rekomendasi
Roy Suryo dan Dokter...
Roy Suryo dan Dokter Tifa Dirawat Inap Atas Rekomendasi Dokter
Kurang dari 12 Jam,...
Kurang dari 12 Jam, Satreskrim Polres Pelalawan Tangkap Perampok Sadis
Program Ketahanan Pangan,...
Program Ketahanan Pangan, Puluhan Hektare Sawah di Batang Ditanami Padi Hasil Riset
Berita Terkini
Hizbullah Tegaskan Terapkan...
Hizbullah Tegaskan Terapkan Gencatan Senjata dengan Israel Segera
4 Tentara Israel Tewas,...
4 Tentara Israel Tewas, Menteri-menteri Ekstremis Ancam Bakar Seluruh Lebanon, Buka Gerbang Neraka
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Netanyahu Keras Kepala,...
Netanyahu Keras Kepala, Israel Tak akan Mundur dari Lebanon Selatan
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved