Masjid Uighur yang Dibulldozer China Bakal Dijadikan Hotel
Jum'at, 17 September 2021 - 14:29 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Lirik Iran, Angkatan Laut Israel Berkeliaran di Laut Merah
Pada bulan Januari, AS mengumumkan larangan impor pada semua produk kapas dan tomat dari Xinjiang atas tuduhan bahwa produk-produk itu dihasilkan dari kerja paksa yang dijalani orang-orang Uighur.
Beberapa merek Barat termasuk H&M, Burberry dan Nike telah terkena boikot konsumen di China setelah meningkatkan kekhawatiran tentang dugaan kerja paksa di Xinjiang. China menguasai sekitar 20 persen pasar kapas dunia dan 85 persen kapasnya berasal dari Xinjiang.
Pada hari Senin lalu, kepala HAM PBB Michelle Bachelet mengatakan bahwa upaya baru-baru ini untuk mendapatkan akses ke wilayah Xinjiang China untuk menyelidiki laporan pelanggaran serius terhadap muslim Uighur belum berhasil. Dia menambahkan bahwa dirinya sedang menyelesaikan laporan tentang situasi tersebut.
“Saya menyesal bahwa saya tidak dapat melaporkan kemajuan dalam upaya saya untuk mencari akses yang berarti ke Daerah Otonomi Uighur Xinjiang,” kata Bachelet pada pembukaan forum Dewan Hak Asasi Manusia di Jenewa.
“Sementara itu, kantor saya sedang menyelesaikan penilaiannya atas informasi yang tersedia tentang tuduhan pelanggaran hak asasi manusia yang serius di wilayah itu, dengan maksud untuk mempublikasikannya,” katanya.
Pada bulan Januari, AS mengumumkan larangan impor pada semua produk kapas dan tomat dari Xinjiang atas tuduhan bahwa produk-produk itu dihasilkan dari kerja paksa yang dijalani orang-orang Uighur.
Beberapa merek Barat termasuk H&M, Burberry dan Nike telah terkena boikot konsumen di China setelah meningkatkan kekhawatiran tentang dugaan kerja paksa di Xinjiang. China menguasai sekitar 20 persen pasar kapas dunia dan 85 persen kapasnya berasal dari Xinjiang.
Pada hari Senin lalu, kepala HAM PBB Michelle Bachelet mengatakan bahwa upaya baru-baru ini untuk mendapatkan akses ke wilayah Xinjiang China untuk menyelidiki laporan pelanggaran serius terhadap muslim Uighur belum berhasil. Dia menambahkan bahwa dirinya sedang menyelesaikan laporan tentang situasi tersebut.
“Saya menyesal bahwa saya tidak dapat melaporkan kemajuan dalam upaya saya untuk mencari akses yang berarti ke Daerah Otonomi Uighur Xinjiang,” kata Bachelet pada pembukaan forum Dewan Hak Asasi Manusia di Jenewa.
“Sementara itu, kantor saya sedang menyelesaikan penilaiannya atas informasi yang tersedia tentang tuduhan pelanggaran hak asasi manusia yang serius di wilayah itu, dengan maksud untuk mempublikasikannya,” katanya.
(min)
Lihat Juga :