Inggris Larang Dubes China Hadiri Acara Penyambutan di Parlemen

loading...
Inggris Larang Dubes China Hadiri Acara Penyambutan di Parlemen
Jembatan Westminster dekat gedung parlemen Inggris. Foto/Russia Today
LONDON - Duta Besar China untuk Inggris , Zheng Zeguang, telah dilarang untuk menghadiri acara respsi di parlemen Negeri Ratu Elizabeth itu. Ketua dari kedua majelis parlemen mengatakan kehadirannya tidak pantas mengingat sanksi Beijing terhadap anggota parlemen Inggris.

Zheng dijadwalkan menghadiri acara penyambutan musim panas yang dijadwalkan pada 15 September di teras Commons, dan diselenggarakan oleh All-Party Parliamentary China Group (APPG) dan China-Britania Business Council.

Setelah pemerintah Beijing memasukkan lima anggota parlemen dan dua rekanan ke dalam daftar hitam pada awal tahun ini, bagaimanapun, Ketua dari House of Commons dan House of Lords mengatakan duta besar China tidak diterima di tempat tersebut.

"Ketua kedua Dewan Majelis sepakat bahwa pertemuan APPG China khusus tahun ini harus dilakukan di tempat lain mengingat sanksi saat ini terhadap anggota termasuk dua anggota Lords," kata juru bicara dari Lord McFall, menurut BBC.



“Saya merasa tidak pantas bagi duta besar China untuk bertemu di perkebunan Commons dan di tempat kerja kami ketika negaranya telah menjatuhkan sanksi terhadap beberapa anggota kami,” kata Ketua Dewan Perwakilan Sir Lindsay Hoyle seperti dikutip dari Russia Today, Rabu (15/9/2021).

Keputusan mereka didorong oleh keluhan dari dua anggota Lords dan lima anggota parlemen yang mendapati diri mereka dikenai sanksi oleh China pada bulan Maret, dengan alasan menyebarkan “disinformasi” tentang Xinjiang , di mana mereka menuduh Beijing melakukan “genosida” terhadap Muslim Uighur .

Baca juga: Dianggap Sebar 'Hoaks' Soal Xinjiang, China Sanksi Anggota Parlemen Inggris

Di antara mereka yang terkena sanksi adalah Baroness Helena Kennedy, serta anggota parlemen Tom Tugendhat, yang memimpin Komite Urusan Luar Negeri Parlemen, serta mantan pemimpin Partai Konservatif Iain Duncan Smith.

Kedutaan China mengecam keputusan itu.
halaman ke-1
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top