Armada Kapal Perang China Dilaporkan Berlayar Dekat Alaska, Balas Aksi AS?

Selasa, 14 September 2021 - 21:33 WIB
loading...
A A A
Wei mencatat bahwa AS mengirim kapal penjaga pantai karena mewaspadai keberadaan kapal perang China di dekat negara itu, terutama kapal perusak canggih seperti Type 055.

"Kapal perang dari AS telah sering melakukan provokasi di dekat China atas nama kebebasan navigasi dan sekarang mungkin merasa sedikit tidak nyaman melihat kapal perang China di depan pintunya," ujar Wei, menekankan bahwa ini adalah tindakan balasan dan sinyal terhadap tindakan hegemoni AS.

Adapun mengapa AS menghapus laporan itu, seorang pakar militer China yang meminta untuk tetap anonim mengatakan kepada Global Times bahwa ada kemungkinan kesalahan faktual. Jika laporan itu benar, AS bisa merasa kehilangan muka dengan membiarkan kapal perang China berlayar di dekatnya, meminum obat kebebasan navigasinya sendiri.

Baca juga: China Disarankan Balas Kirim Kapal Perang ke Perairan Teritorial AS

Ini bukan pertama kalinya Angkatan Laut China mengirim kapal perang ke wilayah tersebut. Pada tahun 2015, lima kapal Angkatan Laut China transit dengan cepat dan terus menerus melalui rantai Pulau Aleutian dengan cara yang konsisten dengan hukum internasional, US Naval Institute News melaporkan pada saat itu.

"Itu adalah 'lintasan yang tidak bersalah' dalam jarak 12 mil laut dari Kepulauan Aleut," bunyi laporan itu.
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ditutup-tutupi selama...
Ditutup-tutupi selama 1 Bulan, 2 Pilot China Tewas saat Latihan Perang
AS Diam-diam Tarik 10...
AS Diam-diam Tarik 10 Jet Tempur Siluman F-22 Raptor, Mundur dari Perang Iran
Militer AS Rilis Video...
Militer AS Rilis Video Rudal-rudal Gempur 140 Target di Iran
Iran Balas Serang Pangkalan...
Iran Balas Serang Pangkalan AS di Qatar, Bahrain, dan UEA
Topan Bavi Terjang China,...
Topan Bavi Terjang China, Paksa Hampir 2 Juta Orang Mengungsi
AS Serang Iran Lagi...
AS Serang Iran Lagi untuk Ketiga Kalinya
Permintaan Minyak Global...
Permintaan Minyak Global Diramal Turun Tajam di 2026, Terburuk sejak Pandemi Covid-19
IRGC Tuduh AS Serang...
IRGC Tuduh AS Serang Infrastruktur Iran, Tiga Orang Tewas dalam Serangan di Ahvaz
Israel Siapkan Serangan...
Israel Siapkan Serangan Besar ke Iran, Kepala Staf IDF: Bersiaplah!
Rekomendasi
Baleg DPR Sangkal Kabar...
Baleg DPR Sangkal Kabar RUU Perampasan Aset Dicoret dari Prolegnas Prioritas 2026
Festival Dessert Terbesar...
Festival Dessert Terbesar Siap Maniskan Jakarta selama Tiga Pekan
Pengawasan DMO Diperketat,...
Pengawasan DMO Diperketat, PLN Didorong Kebut Kontrak Pasokan Batu Bara
Berita Terkini
Hakim Perempuan Muslim...
Hakim Perempuan Muslim Ini Diancam Dibunuh setelah Menghukum Para Penjaga Sapi
Balas Dendam Itu Pasti...
Balas Dendam Itu Pasti Terjadi! Media Iran Rilis 13 Pejabat AS, Iran dan Eropa yang Jadi Target
Pendiri Telegram: Uni...
Pendiri Telegram: Uni Eropa Berubah Menjadi Republik Pisang
Barisan Nasional Menang...
Barisan Nasional Menang Besar di Pemilu Johor, Koalisi PM Anwar Ibrahim Terancam?
Ditutup-tutupi selama...
Ditutup-tutupi selama 1 Bulan, 2 Pilot China Tewas saat Latihan Perang
Secara Strategis, Pakar...
Secara Strategis, Pakar Militer Ini Yakin Iran Lebih Unggul Dibandingkan AS
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved