Armada Kapal Perang China Dilaporkan Berlayar Dekat Alaska, Balas Aksi AS?

Selasa, 14 September 2021 - 21:33 WIB
loading...
Armada Kapal Perang...
Armada kapal perang China dilaporkan berlayar dekat Alaska. Foto/Ilustrasi
A A A
WASHINGTON - Sebuah situs yang berafiliasi dengan Departemen Pertahanan Amerika Serikat (AS) melaporkan pada hari Minggu bahwa sebuah kapal perang terkuat milik China baru-baru ini berlayar di perairan internasional dekat Alaska . Namun laporan itu dihapus karena alasan yang tidak diketahui pada Senin.

Departemen Pertahanan AS melaporkan pada hari Minggu di situs web Defense Visual Information Distribution Service (DVIDS) mengutip rilis dari US Coast Guard District 17 empat kapal satuan tugas Angkatan Laut China, termasuk kapal penjelajah peluru kendali, kapal perusak peluru kendali, kapal intelijen umum dan kapal tambahan berlayar di perairan internasional di dalam Zona Ekonomi Eksklusif AS, di lepas pantai Kepulauan Aleutian di Alaska, pada 29 dan 30 Agustus.

Sementara laporan DVIDS tidak menyebutkan nama empat kapal PLA, pengamat militer mengatakan mereka kemungkinan dari armada yang sama yang berlayar ke timur melalui Selat Soya ke Samudra Pasifik pada 24 Agustus, karena waktu dan lokasi secara logis cocok.

Sebelumnya, Jepang pada 24 Agustus melihat armada Angkatan Laut China yang terdiri dari empat kapal perang, yaitu kapal perusak Tipe 055 Nanchang, kapal perusak Tipe 052D Guiyang, kapal suplai Tipe 903A dengan nomor lambung 903, dan kapal pengintai dengan nomor lambung 799 melewati Selat Soya dari Laut Jepang dan kemudian berlayar ke timur, Staf Gabungan Kementerian Pertahanan Jepang mengatakan dalam siaran pers pada 25 Agustus.

Baca juga: Jepang Mengaku Deteksi Kapal Selam China di Perairannya

China dan banyak negara mengklasifikasikan Type 055 sebagai kapal perusak tetapi AS melihatnya sebagai kapal penjelajah.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Militerisasi Jepang...
Militerisasi Jepang dan Bahaya Radiasi Radio Aktif
Tiru Israel, Taiwan...
Tiru Israel, Taiwan Gunakan AI untuk Rekrut Informan dan Whistleblower China
Beijing: Asing Mata-matai...
Beijing: Asing Mata-matai China, Gunakan Kura-kura dan Ikan yang Dipasang Sensor
Pemimpin Oposisi Zionis:...
Pemimpin Oposisi Zionis: Kesepakatan Damai AS-Iran Berarti Tak Satu Pun Tujuan Perang Israel Tercapai
Uni Emirat Arab Bayar...
Uni Emirat Arab Bayar Iran Rp355,5 Triliun agar Berhenti Menyerang
AS Habisi Bos Geng Tren...
AS Habisi Bos Geng Tren de Aragua, Markasnya di Venezuela Dibom hingga Berkeping-keping
Perkuat Rupiah, BI dan...
Perkuat Rupiah, BI dan Bank Sentral China Perdalam Penguatan Transaksi Tanpa Dolar AS
Indonesia Perkuat Kerja...
Indonesia Perkuat Kerja Sama Sosial Ekonomi Perbatasan dengan Malaysia
Menteri Radikal Israel...
Menteri Radikal Israel Smotrich Serukan Penghancuran Gedung-Gedung di Ibu Kota Beirut
Rekomendasi
Audisi Miss Indonesia...
Audisi Miss Indonesia 2026 Yogyakarta Hari Kedua Diserbu Talenta Muda Berprestasi
Huawei, Oppo, vivo,...
Huawei, Oppo, vivo, Xiaomi, dan Honor Dituduh Contek Teknologi iPhone
WNI Dianiaya di Malaysia,...
WNI Dianiaya di Malaysia, Kemlu Sebut 4 Pelaku Sudah Diamankan
Berita Terkini
Berlatih di Tijuana,...
Berlatih di Tijuana, Timnas Iran Dikawal 300 Pasukan Elite Meksiko
Jika Dicairkan, Aset...
Jika Dicairkan, Aset Beku Iran Jadi Oksigen Segar untuk Kebangkitan Ekonomi Iran
Militerisasi Jepang...
Militerisasi Jepang dan Bahaya Radiasi Radio Aktif
Drone Hizbullah Hantam...
Drone Hizbullah Hantam Israel, IDF Bombardir Lebanon
Inggris Caplok Armada...
Inggris Caplok Armada Bayangan Rusia, Akankah Picu Perang Besar?
Ini Gaun Emas Termahal...
Ini Gaun Emas Termahal di Dunia! Beratnya 10 Kg, Harganya Rp24 Miliar
Infografis
Bakar Uang Demi Perang:...
Bakar Uang Demi Perang: Jejak Kelam Ekonomi Militer AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved