Armada Kapal Perang China Dilaporkan Berlayar Dekat Alaska, Balas Aksi AS?

Selasa, 14 September 2021 - 21:33 WIB
loading...
A A A
"Selama kegiatan kapal perang China di dekat Alaska, kapal Penjaga Pantai AS Bertholf dan Kimball juga beroperasi di daerah tersebut," bunyi laporan DVIDS, mencatat bahwa interaksi antara kapal AS dan China aman dan profesional, serta komunikasi verbal sesuai dengan standar internasional yang ditetapkan dalam Kode Simposium Angkatan Laut Pasifik Barat untuk Pertemuan yang Tidak Direncanakan di Laut dan Konvensi tentang Peraturan Internasional untuk Mencegah Tabrakan di Laut.

Laporan DVIDS kemudian hilang karena alasan yang tidak diketahui pada hari Senin.

China belum mengumumkan informasi terkait hal tersebut pada Senin malam. Jika laporan itu benar, kegiatan kapal perang China kemungkinan merupakan pelatihan laut jauh yang normal di tengah perkembangan pesat kemampuan Angkatan Laut China, kata analis, mencatat bahwa ini juga dapat dilihat sebagai tindakan balasan terhadap provokasi militer AS di China atas nama kebebasan navigasi.

Baca juga: China Usir Pesawat Mata-mata AS di Dekat Taiwan, Lihat Serunya

Terkait laporan itu, seorang ahli militer yang berbasis di Beijing, Wei Dongxu mengatakan, dengan asusmsi laporan AS benar maka armada angkatan laut China beroperasi di perairan internasional yang berarti ini bisa menjadi pelatihan laut jauh yang normal dan kapal-kapal China tidak menunjukkan tanda-tanda agresi atau provokasi.

"Armada tersebut, yang dipimpin oleh kapal perusak Tipe 055 kelas 10.000 ton, menunjukkan perkembangan pesat Angkatan Laut China dalam kemampuan laut jauh karena kapal perang China diperkirakan akan berlatih di perairan yang lebih jauh dan asing di masa depan," kata Wei seperti dikutip dari Sputnik, Selasa (14/9/2021).
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ditutup-tutupi selama...
Ditutup-tutupi selama 1 Bulan, 2 Pilot China Tewas saat Latihan Perang
AS Diam-diam Tarik 10...
AS Diam-diam Tarik 10 Jet Tempur Siluman F-22 Raptor, Mundur dari Perang Iran
Militer AS Rilis Video...
Militer AS Rilis Video Rudal-rudal Gempur 140 Target di Iran
Iran Balas Serang Pangkalan...
Iran Balas Serang Pangkalan AS di Qatar, Bahrain, dan UEA
Topan Bavi Terjang China,...
Topan Bavi Terjang China, Paksa Hampir 2 Juta Orang Mengungsi
AS Serang Iran Lagi...
AS Serang Iran Lagi untuk Ketiga Kalinya
Permintaan Minyak Global...
Permintaan Minyak Global Diramal Turun Tajam di 2026, Terburuk sejak Pandemi Covid-19
Korban Tewas Gempa Dahsyat...
Korban Tewas Gempa Dahsyat Venezuela Bertambah Jadi 4.118 Orang, 16.740 Terluka
Korban Tewas Tembus...
Korban Tewas Tembus 4.000 Orang, Venezuela Diguncang 1.100 Gempa Susulan
Rekomendasi
Gaet Pembeli Muda, Fiat...
Gaet Pembeli Muda, Fiat Siap Hidupkan Lagi Abarth Topolino
Pengawasan DMO Diperketat,...
Pengawasan DMO Diperketat, PLN Didorong Kebut Kontrak Pasokan Batu Bara
Festival Dessert Terbesar...
Festival Dessert Terbesar Siap Maniskan Jakarta selama Tiga Pekan
Berita Terkini
Hakim Perempuan Muslim...
Hakim Perempuan Muslim Ini Diancam Dibunuh setelah Menghukum Para Penjaga Sapi
Balas Dendam Itu Pasti...
Balas Dendam Itu Pasti Terjadi! Media Iran Rilis 13 Pejabat AS, Iran dan Eropa yang Jadi Target
Pendiri Telegram: Uni...
Pendiri Telegram: Uni Eropa Berubah Menjadi Republik Pisang
Barisan Nasional Menang...
Barisan Nasional Menang Besar di Pemilu Johor, Koalisi PM Anwar Ibrahim Terancam?
Ditutup-tutupi selama...
Ditutup-tutupi selama 1 Bulan, 2 Pilot China Tewas saat Latihan Perang
Secara Strategis, Pakar...
Secara Strategis, Pakar Militer Ini Yakin Iran Lebih Unggul Dibandingkan AS
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved