Hendak Kalahkan Hamas, Israel Usulkan Rencana Ekonomi untuk Keamanan Gaza

Selasa, 14 September 2021 - 07:15 WIB
loading...
Hendak Kalahkan Hamas,...
Menteri Luar Negeri (Menlu) Israel Yair Lapid. Foto/anadolu
A A A
TEL AVIV - Menteri Luar Negeri (Menlu) Israel Yair Lapid mengusulkan rencana perbaikan ekonomi untuk mengalahkan gerakan perlawanan Palestina Hamas di Jalur Gaza.

"Kita perlu memulai proses ekonomi yang besar dan bertahun-tahun untuk keamanan," ujar Lapid saat pidato di International Institute for Counter-Terrorism Conference pada Senin (13/9).

Dia mengatakan, menduduki kembali Gaza atau serangan berulang Israel bukanlah cara terbaik menangani Gaza dan menetralisir Hamas serta kelompok perlawanan lainnya.

Baca juga: Tertunda Tiga Bulan, Sidang Kasus Korupsi Netanyahu Kembali Dilanjutkan

"Itu adalah dua pilihan yang buruk. Itu bukan kenyataan yang bisa kami terima," papar dia.

Baca juga: Pemimpin Baru Malaysia Raih Dukungan Oposisi saat Sidang Perdana Parlemen

Menurut dia, Israel seharusnya tidak berbicara langsung dengan Hamas. Dia pun mengusulkan rencana "ekonomi untuk keamanan".

Baca juga: Dunia Sambut Seruan PBB untuk Bantu Afghanistan

"Israel tidak berbicara dengan organisasi teroris yang ingin menghancurkan kita," ujar dia.

“Kami perlu memberi tahu warga Gaza di setiap kesempatan: Hamas membawa Anda ke kehancuran. Tidak ada yang akan datang dan menginvestasikan uang nyata, dan tidak ada yang akan mencoba membangun ekonomi di tempat di mana Hamas menembak dan Israel menyerang secara teratur," papar dia.

Dia menambahkan, "Posisi kekuatan kita memungkinkan kita memulai, bukan duduk dan menunggu putaran berikutnya."

Lapid bersumpah Israel akan membebaskan tentaranya yang ditahan sebagai tawanan perang oleh pejuang Palestina di Gaza sebagai bagian dari rencananya.

Rencana tersebut, menurut dia, terdiri atas dua tahap: Pertama terkait perbaikan kondisi kemanusiaan di Gaza dengan masyarakat internasional memastikan Hamas berhenti mempersenjatai diri dan menyelundupkan senjata serta menghentikan dananya.

"Sistem kelistrikan akan diperbaiki, gas akan terhubung, pabrik desalinasi air akan dibangun, perbaikan signifikan pada sistem kesehatan dan pembangunan kembali infrastruktur perumahan dan transportasi akan dilakukan," papar Lapid.

"Sebagai gantinya, Hamas akan berkomitmen untuk diam jangka panjang," ungkap dia.

“Otoritas Palestina akan mengontrol penyeberangan Gaza kecuali Rafah, yang dikendalikan Mesir,” ujar dia, seraya mencatat Kairo sangat penting untuk proses ini.

Dia menjelaskan, “Setelah hasil positif jangka panjang, Israel akan memberikan kemerdekaan energi Gaza.”

Jika tahap pertama berhasil, tahap kedua akan melihat perubahan ekonomi Gaza, pembangunan pelabuhan pulau buatan di lepas pantai, dan hubungan transportasi dengan Tepi Barat.

“Tahap ini akan mempromosikan proyek-proyek ekonomi dengan Israel, Mesir, dan Otoritas Palestina, termasuk zona industri di dekat persimpangan Erez yang dikendalikan Israel, dengan investasi internasional dari Uni Eropa (UE), Amerika Serikat (AS), IMF, Bank Dunia, dan Uni Emirat Arab (UEA),” ungkap laporan Jerusalem Post.

Menurut Lapid, rencana ini akan memperkuat Otoritas Palestina yang akan bertanggung jawab atas pengelolaan sipil Jalur Gaza.

"Di Gaza, kita bisa, dan kita harus bertindak sekarang," tegas dia seraya menambahkan dia telah membahas rencana tersebut dengan para pemimpin di Mesir dan negara-negara Teluk, serta Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken, Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov, dan Uni Eropa.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Eks Jenderal Zionis:...
Eks Jenderal Zionis: Netanyahu Mengarang Iran Miliki Bom Nuklir untuk Menakuti Publik Israel
Israel Ancam Serang...
Israel Ancam Serang Iran Ketiga Kalinya Meski Sedang Negosiasi dengan AS
Dunia Fokus ke Iran,...
Dunia Fokus ke Iran, Israel Justru Percepat Perebutan Lahan di Gaza dan Tepi Barat
Jelang Pemilu, Netanyahu...
Jelang Pemilu, Netanyahu Ngotot Usir Warga Palestina dari Gaza
Militer Israel Kembangkan...
Militer Israel Kembangkan Senjata Laser Antariksa untuk Serang Satelit
Dewan Perdamaian Ungkap...
Dewan Perdamaian Ungkap Kendaraan Taktis Pertama Tiba di Pangkalan Multinasional Dekat Gaza
Berani Tanpa AS, Netanyahu:...
Berani Tanpa AS, Netanyahu: Kami akan Masuk ke Iran
Ayah dan Anak Diselamatkan...
Ayah dan Anak Diselamatkan Setelah 4 Hari Terkubur Reruntuhan Bangunan Pasca-gempa Venezuela
Ekstrem! Pasangan Ini...
Ekstrem! Pasangan Ini Panjat Ujung Antena Empire State Building New York untuk Lamaran
Rekomendasi
Sarah Gibson Resmi Berpisah...
Sarah Gibson Resmi Berpisah dari Diska Resha, Tetap Sepakat Co-Parenting
Prabowo Terima Pulpen...
Prabowo Terima Pulpen Emas dari Lukashenko saat Bertemu di Istana Merdeka
Penampakan Taufik Hidayat...
Penampakan Taufik Hidayat Jelang Rekonstruksi Kasus Penyekapan dan Penganiayaan YTR di Bandung
Berita Terkini
Usai Tewaskan 1.300...
Usai Tewaskan 1.300 Orang di Eropa, Gelombang Panas Ekstrem Kini Melanda AS
Gempa Kembar Venezuela...
Gempa Kembar Venezuela Tewaskan 2.295 Orang: Mirip Zona Perang, Bau Mayat Menyengat
Ini Detail Cekcok Trump...
Ini Detail Cekcok Trump dan Mohammed bin Salman Gara-gara Perang Iran
Eks Jenderal Zionis:...
Eks Jenderal Zionis: Netanyahu Mengarang Iran Miliki Bom Nuklir untuk Menakuti Publik Israel
Demi Cinta Bertaruh...
Demi Cinta Bertaruh Nyawa, Pasangan Ini Lamaran di Puncak Gedung Empire State 443 Meter
AS Pertimbangkan Tarik...
AS Pertimbangkan Tarik Pasukan dari Arab Saudi, Berseteru Gara-gara Perang Iran
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved