AS Peringati 20 Tahun Serangan 9/11, Bendera Taliban Berkibar di Istana Presiden Afghanistan

Minggu, 12 September 2021 - 09:32 WIB
loading...
AS Peringati 20 Tahun...
Bendera ikonik Taliban dilukis di dinding luar kompleks kedutaan Amerika di Kabul, Afghanistan, Sabtu(11/9/2021). Foto/AP/Bernat Armangue
A A A
KABUL - Taliban mengibarkan bendera mereka di atas istana kepresidenan Afghanistan pada Sabtu, saat Amerika Serikat (AS) dan dunia memperingati 20 tahun serangan teroris 11 September.

Juru bicara Taliban, Ahmadullah Muttaqi mengatakan, kain putih dihiasi dengan ayat Al Quran dikibarkan oleh perdana menteri pemerintah sementara Taliban Mullah Mohammad Hassan Akhund, dalam upacara sederhana.

"Pengibaran bendera menandai awal resmi dari pekerjaan pemerintah baru," katanya seperti dikutip dari AP, Minggu (12/9/2021).

Taliban sebelumnya telah mengumumkan kabinet pemerintahan baru sementara yang komposisinya semua laki-laki dan berasal dari kelompok tersebut. Pengumuman ini disambut dengan kekecewaan oleh masyarakat internasional yang berharap Taliban akan memenuhi janji sebelumnya tentang barisan yang inklusif.

Baca juga: Kabinet Pemerintahan Sementara Taliban Bikin Dunia Internasional Prihatin

Taliban bahkan mengatur pawai perempuan mereka sendiri. Pawai ini melibatkan puluhan wanita yang tertutup dari ujung rambut sampai ujung kaki, tersembunyi di balik lapisan kerudung hitam. Mereka memenuhi sebuah auditorium di pusat pendidikan Universitas Kabul dengan koreografer yang bagus tentang upaya Barat selama 20 tahun terakhir untuk memberdayakan perempuan.

Para pembicara membacakan naskah pidato merayakan kemenangan Taliban atas Barat yang mereka sebut anti-Islam. Para wanita itu berbaris sebentar di luar halaman tengah, melambaikan poster bertuliskan "wanita yang pergi tidak mewakili kami," mengacu pada ribuan orang yang melarikan diri karena takut akan tindakan keras Taliban terhadap hak-hak perempuan.

“Kami tidak ingin pendidikan bersama,” bunyi spanduk yang lain.

"9/11 adalah hari di mana dunia memulai propaganda mereka melawan kami yang menyebut kami teroris dan menyalahkan kami atas serangan di Amerika Serikat," kata direktur pendidikan tinggi Taliban, Maulvi Mohammad Daoud Haqqani, di luar aula.

Baca juga: AS Peringati 20 Tahun Serangan 9/11 dengan 'Kado Pahit' Kemenangan Taliban

Di sebuah toko buku berdebu di lingkungan Karte Sangi Kabul, Atta Zakiri, yang menyatakan sebagai seorang aktivis masyarakat sipil mengatakan Amerika salah menyerang Afghanistan setelah 9/11.

Dia menyalahkan invasi yang mengikuti serangan 9/11 karena menciptakan generasi pejuang Taliban garis keras lainnya.

“Taliban seharusnya diizinkan untuk tinggal. Mengapa kita tidak bekerja dengan mereka? Sebaliknya mereka pergi untuk berperang,” katanya.

“Dan sekarang kita kembali ke tempat kita berada 20 tahun yang lalu,” tukasnya.

Baca juga: Kepung Panjshir, Taliban Dituduh Bunuh Warga Sipil dan Batasi Makanan
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
1 Tahun Berkuasa, Kekayaan...
1 Tahun Berkuasa, Kekayaan Trump Bertambah Rp25 Triliun
Siapkan Kemenangan pada...
Siapkan Kemenangan pada Pemilu Pertengahan, Trump Gelar Konvensi Partai Republik
Mahkamah Agung Batalkan...
Mahkamah Agung Batalkan Perintah Kewarganegaraan Berdasarkan Kelahiran Trump
Dewan Perdamaian Ungkap...
Dewan Perdamaian Ungkap Kendaraan Taktis Pertama Tiba di Pangkalan Multinasional Dekat Gaza
Oman Tawarkan Rencana...
Oman Tawarkan Rencana Pasca-Konflik pada AS tentang Biaya Melewati Selat Hormuz
2 Negara Muslim Ini...
2 Negara Muslim Ini Saling Serang, Ini 7 Alasan Konflik Itu Tak Mudah Diselesaikan
Donald Trump Raup Rp25...
Donald Trump Raup Rp25 Triliun dari Bisnis Kripto, Lampaui Pendapatan Properti yang Dibangun Puluhan Tahun
Gempa M6,0 Guncang Pantai...
Gempa M6,0 Guncang Pantai Barat Meksiko
Putin Puji Trump: Pemimpin...
Putin Puji Trump: Pemimpin yang Tak Mudah Dipengaruhi
Rekomendasi
RSM Indonesia Umumkan...
RSM Indonesia Umumkan Bergabungnya Mahendra Siregar sebagai Senior Advisor
Pajak JHT Diminta Hapus,...
Pajak JHT Diminta Hapus, Begini Tanggapan Resmi DJP
Meidra Idol Ternyata...
Meidra Idol Ternyata Tomboy dan Belum Pernah Pacaran
Berita Terkini
1 Tahun Berkuasa, Kekayaan...
1 Tahun Berkuasa, Kekayaan Trump Bertambah Rp25 Triliun
Siapa Vadym Yermolaiev?...
Siapa Vadym Yermolaiev? Taipan Ukraina yang Terluka dalam Ledakan di Monako
Italia Blokir Bantuan...
Italia Blokir Bantuan Militer NATO kepada Ukraina Senilai Rp1.436 Triliun, Sinyal Kemenangan bagi Rusia?
Kurangi Ketergantungan...
Kurangi Ketergantungan Eropa dari AS, Mampukah Turki Ingin Memperkuat NATO 3.0?
Israel Sebut Mojtaba...
Israel Sebut Mojtaba Jadi Target Pembunuhan, Iran Marah Besar!
Direktur CIA: Dunia...
Direktur CIA: Dunia Terancam dengan Senjata Nuklir Digital yang Didukung AI
Infografis
Presiden AS Donald Trump...
Presiden AS Donald Trump Kecam Serangan India ke Pakistan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved