AS Tarik Rudal Patriot dari Arab Saudi di Tengah Serangan Houthi

Sabtu, 11 September 2021 - 21:12 WIB
loading...
A A A
Juru bicara Pentagon John Kirby mengakui penempatan kembali aset pertahanan udara tertentu setelah menerima pertanyaan dari AP. Namun ia mengatakan AS mempertahankan komitmen luas dan dalam untuk sekutu Timur Tengahnya.

“Departemen Pertahanan terus mempertahankan puluhan ribu pasukan dan postur kekuatan yang kuat di Timur Tengah yang mewakili beberapa kekuatan udara dan kemampuan maritim kami yang paling maju, untuk mendukung kepentingan nasional AS dan kemitraan regional kami,” kata Kirby seperti dikutip dari AP, Sabtu (11/9/2021).

Dalam sebuah pernyataan kepada AP, Kementerian Pertahanan Saudi menggambarkan hubungan kerajaan Teluk itu mengakui penarikan sistem pertahanan rudal AS. Meski begitu, Arab Saudi menggambarkan hubungannya dengan AS dengan kata-kata kuat, lama dan bersejarah. Dikatakan bahwa militer Arab Saudi mampu mempertahankan tanah, laut dan wilayah udaranya, serta melindungi rakyatnya.

Baca juga: Tak Hanya Sistem Rudal Patriot, AS Juga Tarik Ratusan Tentara dari Timur Tengah

“Penempatan kembali beberapa kemampuan pertahanan Amerika Serikat yang bersahabat dari kawasan dilakukan melalui pemahaman bersama dan penataan kembali strategi pertahanan sebagai atribut penyebaran dan disposisi operasional,” bunyi pernyataan itu.

Terlepas dari jaminan itu, Pangeran Saudi Turk al-Faisal, mantan kepala intelijen kerajaan yang pernyataan publiknya sering mengikuti pemikiran keluarga penguasa Al Saud, telah menghubungkan penyebaran rudal Patriot secara langsung dengan hubungan Amerika dengan Riyadh.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Swiss Ungkap Perundingan...
Swiss Ungkap Perundingan AS-Iran Tidak Jadi Digelar, Wapres Vance Batalkan Perjalanan
Kecaman Wapres AS ke...
Kecaman Wapres AS ke Israel Makin Pedas: Senjatamu Dibayar dengan Uang Pajak Amerika!
Menteri Perang AS Kecam...
Menteri Perang AS Kecam Negara-negara NATO: Menumpang Gratis, tapi Tolak Bantu Melawan Iran!
AS atau Iran yang Menang...
AS atau Iran yang Menang Perang? Ini Jawaban Mengejutkan 10 Pakar Militer
FIFA Gencar Berantas...
FIFA Gencar Berantas Ujaran Kebencian di Piala Dunia 2026
AS Rilis 14 Poin Perjanjian...
AS Rilis 14 Poin Perjanjian yang Disepakati dengan Iran untuk Akhiri Perang
Ini Alasan Trump Ingin...
Ini Alasan Trump Ingin Buru-Buru Teken Perjanjian Damai dengan Iran
Rekomendasi
BEI Tegaskan MSCI Belum...
BEI Tegaskan MSCI Belum Putuskan Status Pasar Saham RI
Pascadamai AS-Iran:...
Pascadamai AS-Iran: Kapal Raksasa Ini Tembus Selat Hormuz, Krisis Energi Global Mulai Mereda?
Dokter Tifa Pakai Kursi...
Dokter Tifa Pakai Kursi Roda hingga Dibopong usai Pemeriksaan Kesehatan di RS Polri
Berita Terkini
Hizbullah Tegaskan Terapkan...
Hizbullah Tegaskan Terapkan Gencatan Senjata dengan Israel Segera
4 Tentara Israel Tewas,...
4 Tentara Israel Tewas, Menteri-menteri Ekstremis Ancam Bakar Seluruh Lebanon, Buka Gerbang Neraka
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Netanyahu Keras Kepala,...
Netanyahu Keras Kepala, Israel Tak akan Mundur dari Lebanon Selatan
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
Infografis
Spesifikasi Sistem Rudal...
Spesifikasi Sistem Rudal Patriot yang Dikirim AS ke Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved