AS Tarik Rudal Patriot dari Arab Saudi di Tengah Serangan Houthi

Sabtu, 11 September 2021 - 21:12 WIB
loading...
AS Tarik Rudal Patriot...
AS menarik sistem pertahanan rudal dari Arab Saudi di tengah serangan Houthi. Foto/Ilustrasi
A A A
RIYADH - Amerika Serikat (AS) telah menarik sistem pertahanan rudal dan baterai rudal Patriot yang paling canggih dari Arab Saudi dalam beberapa pekan terakhir. Penarikan ini dilakukan saat Arab Saudi tengah menghadapi serangan udara dari kelompok pemberontah Yaman, Houthi.

Citra satelit yang dianalisis oleh The Associated Press (AP) pada akhir Agustus menunjukkan beberapa baterai dikeluarkan dari daerah tersebut, meskipun aktivitas dan kendaraan masih dapat terlihat di sana. Gambar satelit resolusi tinggi Planet Lab yang diambil pada Jumat kemarin menunjukkan bantalan baterai di lokasi itu kosong, tanpa aktivitas yang terlihat.

Penempatan kembali sistem pertahanan rudal AS telah dikabarkan selama berbulan-bulan, sebagian karena keinginan untuk menghadapi apa yang disebut para pejabat AS sebagai "konflik kekuatan besar" dengan China dan Rusia. Namun, penarikan itu terjadi tepat saat serangan drone Houthi di Arab Saudi melukai delapan orang dan merusak sebuah pesawat jet komersial di bandara kerajaan di Abha. Arab Saudi telah terkunci dalam perang dengan Houthi sejak Maret 2015.

Baca juga: AS Tarik Sistem Rudal Patriot dari Arab Saudi, Riyadh Tunjukkan Kekuatannya

AS menempatkan sistem pertahanan udara dan beberapa ribu tentara di Pangkalan Udara Pangeran Sultan di luar Riyadh sejak 2019. Itu dilakukan setelah serangan drone menghantam jantung produksi minyak Arab Saudi. Serangan itu, meskipun diklaim oleh pemberontak Houthi Yaman, tampaknya dilakukan oleh Iran, menurut para ahli dan puing-puing fisik yang ditinggalkan. Teheran telah membantah meluncurkan serangan itu, meskipun latihan pada bulan Januari lalu memperlihatkan pasukan paramiliter Iran menggunakan pesawat tak berawak serupa.

Tepat di barat daya landasan pacu pangkalan udara, area seluas 1 kilometer persegi terlihat baterai rudal Patriot stasiun pasukan Amerika, serta satu unit Terminal High Altitude Area Defense (THAAD) yang canggih, menurut gambar satelit dari Planet Labs Inc. THAAD dapat menghancurkan rudal balistik di ketinggian yang lebih tinggi daripada Patriot.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Arab Saudi Kebut Pembangunan...
Arab Saudi Kebut Pembangunan Jeddah Tower 1.000 Meter, Gedung Tertinggi di Dunia Kalahkan Burj Khalifa
Trump: AS Harus Kembalikan...
Trump: AS Harus Kembalikan Uang Iran atau Kepercayaan Dunia pada Dolar Rusak
AS Identifikasi 8 Awak...
AS Identifikasi 8 Awak Tewas dalam Jatuhnya Bomber Nuklir B-52, Ini Daftarnya
Trump Telah Teken Nota...
Trump Telah Teken Nota Kesepahaman AS-Iran, Ini Rincian 14 Poinnya
Langka, Trump Bela Hak...
Langka, Trump Bela Hak Iran Memiliki Rudal Balistik
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
Larangan Perangkat Lunak...
Larangan Perangkat Lunak AS Bikin Susah Banyak Produsen Mobil
Iran-AS Capai Kesepakatan...
Iran-AS Capai Kesepakatan Damai, Israel Tolak Tarik Pasukan dari Lebanon
Macron Rilis Video Trump...
Macron Rilis Video Trump Teken MoU Perjanjian Damai dengan Iran: Langkah Penting!
Rekomendasi
Kabar Duka, Mantan KSAL...
Kabar Duka, Mantan KSAL Laksamana TNI Purn Achmad Sutjipto Meninggal Dunia
Eksekusi Hotel Sultan...
Eksekusi Hotel Sultan Ricuh, Simpatisan Lempari Polisi dan TNI dengan Batu
Biaya Pernikahan Jennifer...
Biaya Pernikahan Jennifer Coppen dan Justin Hubner Tembus Rp6 Miliar
Berita Terkini
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Ada yang Hanya Rp427 Per Liter
Arab Saudi Kebut Pembangunan...
Arab Saudi Kebut Pembangunan Jeddah Tower 1.000 Meter, Gedung Tertinggi di Dunia Kalahkan Burj Khalifa
Trump: AS Harus Kembalikan...
Trump: AS Harus Kembalikan Uang Iran atau Kepercayaan Dunia pada Dolar Rusak
Analis Israel: Netanyahu...
Analis Israel: Netanyahu Pembohong yang Dipermalukan Trump dalam Kesepakatan AS-Iran
AS Identifikasi 8 Awak...
AS Identifikasi 8 Awak Tewas dalam Jatuhnya Bomber Nuklir B-52, Ini Daftarnya
Israel Marah setelah...
Israel Marah setelah Presiden Belarusia Samakan Pembantaian Gaza dengan Holocaust Nazi
Infografis
AS Jual Rudal AMRAAM...
AS Jual Rudal AMRAAM ke Arab Saudi Senilai Rp57,6 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved