Jamin Keselamatan, PM Baru Afghanistan Minta Para Pejabat Kabur untuk Pulang
Kamis, 09 September 2021 - 12:50 WIB
loading...
A
A
A
Sementara China dan Uzbekistan telah menyatakan kesediaan mereka untuk bekerja sama dengan Taliban, Uni Eropa dan PBB telah menyatakan ketidaksetujuan mereka terhadap komposisi pemerintah Afghanistan yang baru.
AS mencatat bahwa pemerintah transisi Afghanistan yang tidak menyertakan kelompok lain tidak akan menjadi pertanda baik bagi stabilitas masa depan negara itu.
Taliban mengambil alih ibu kota nasional, Kabul, pada 15 Agustus setelah serangan kilat yang membuat para milisinya merebut sejumlah kota lain. Mereka hanya menghadapi sedikit atau bahkan tanpa perlawanan dari tentara Afghanistan saat AS dan NATO menarik pasukan mereka.
Pada hari Selasa, Pemimpin Tertinggi Haibatullah Akhunzada, dalam pernyataan publik pertamanya sejak perebutan Kabul, mengatakan bahwa Taliban berkomitmen pada semua hukum internasional, perjanjian dan komitmen yang tidak bertentangan dengan hukum Islam.
“Saya meyakinkan semua warga negara bahwa para tokoh akan bekerja keras untuk menegakkan aturan Islam dan hukum Syariah di negara ini,” kata Akhunzada.
Dia mengatakan kepada rakyat Afghanistan bahwa kepemimpinan baru akan memastikan "perdamaian, kemakmuran, dan pembangunan yang langgeng"."Orang-orang tidak boleh mencoba meninggalkan negara ini," katanya.
“Imarah (Emirat) Islam tidak memiliki masalah dengan siapa pun,” katanya. “Semua akan ambil bagian dalam memperkuat sistem dan Afghanistan dan dengan cara ini, kami akan membangun kembali negara kami yang dilanda perang.”
AS mencatat bahwa pemerintah transisi Afghanistan yang tidak menyertakan kelompok lain tidak akan menjadi pertanda baik bagi stabilitas masa depan negara itu.
Taliban mengambil alih ibu kota nasional, Kabul, pada 15 Agustus setelah serangan kilat yang membuat para milisinya merebut sejumlah kota lain. Mereka hanya menghadapi sedikit atau bahkan tanpa perlawanan dari tentara Afghanistan saat AS dan NATO menarik pasukan mereka.
Pada hari Selasa, Pemimpin Tertinggi Haibatullah Akhunzada, dalam pernyataan publik pertamanya sejak perebutan Kabul, mengatakan bahwa Taliban berkomitmen pada semua hukum internasional, perjanjian dan komitmen yang tidak bertentangan dengan hukum Islam.
“Saya meyakinkan semua warga negara bahwa para tokoh akan bekerja keras untuk menegakkan aturan Islam dan hukum Syariah di negara ini,” kata Akhunzada.
Dia mengatakan kepada rakyat Afghanistan bahwa kepemimpinan baru akan memastikan "perdamaian, kemakmuran, dan pembangunan yang langgeng"."Orang-orang tidak boleh mencoba meninggalkan negara ini," katanya.
“Imarah (Emirat) Islam tidak memiliki masalah dengan siapa pun,” katanya. “Semua akan ambil bagian dalam memperkuat sistem dan Afghanistan dan dengan cara ini, kami akan membangun kembali negara kami yang dilanda perang.”
(min)
Lihat Juga :