Trump Hentikan Semua Imigrasi ke AS untuk Cegah Covid-19

Selasa, 21 April 2020 - 18:03 WIB
loading...
Trump Hentikan Semua...
Presiden AS Donald Trump. Foto/REUTERS
A A A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan dia akan menghentikan semua imigrasi ke AS sementara melalui perintah eksekutif untuk merespon wabah virus corona dan melindungi lapangan kerja.

Langkah ini secara efektif mencapai tujuan kebijakan jangka panjang Trump untuk menghentikan imigrasi dengan dalih krisis kesehatan dan ekonomi akibat pandemi.

Keputusan itu memicu kecaman dari beberapa anggota parlemen Partai Demokrat. Mereka menuduh Trump menciptakan pengalihan isu dari kritik publik tentang lambatnya penanganan wabah corona di AS.

Trump menyatakan langkah itu untuk melindungi tenaga kerja AS. Jutaan warga AS menjadi pengangguran setelah sejumlah perusahaan memecat pegawai akibat lockdown untuk mencegah penyebaran virus corona.

“Dengan adanya serangan dari Musuh Tak Terlihat, serta perlunya melindungi lapangan kerja Warga Amerika Hebat, saya akan menandatangani Perintah Eksekutif untuk menghentikan sementara imigrasi ke AS,” tweet Trump.

Gedung Putih menolak memberikan rincian lebih lanjut tentang alasan di balik keputusan itu, waktu atau dasar hukumnya.

“Saat negara kita memerangi pandemi, saat pekerja mempertaruhkan nyawa, Presiden menyerang para imigran dan menyalahkan pihak lain atas kegagalannya sendiri,” ungkap mantan kandidat presiden dari Partai Demokrat Amy Klobuchar dalam tweetnya.

Imigrasi ke AS sebagian besar telah terhenti karena pembatasan perbatasan dan larangan penerbangan yang diterapkan saat virus corona menyebar ke penjuru dunia.

Isu imigrasi ini masih sangat disukai para pendukung Trump. Trump menang pemilu 2016 dengan janji menghentikan imigrasi dengan membangun dinding di perbatasan AS dan Meksiko.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Lebih dari 50.000 Orang...
Lebih dari 50.000 Orang Dilaporkan Hilang akibat Gempa Venezuela
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan...
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan di Teluk yang Rusak Akibat Serangan Iran ke Israel
Lebanon dan Israel Tandatangani...
Lebanon dan Israel Tandatangani Kesepakatan Kerangka Kerja untuk Akhiri Perang
AS Kembali Serang Iran,...
AS Kembali Serang Iran, IRGC Balas Gempur Pasukan Amerika
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Kim Jong-un Janji Kapal...
Kim Jong-un Janji Kapal Perang Korut Dilengkapi Senjata Nuklir, Momok bagi AS
10 Negara dengan Biaya...
10 Negara dengan Biaya Hidup Termahal di Dunia pada 2026, Ada Tetangga Indonesia
Gempa Guncang Venezuela,...
Gempa Guncang Venezuela, 18 Orang Diselamatkan dari Reruntuhan
Venezuela Luluh Lantak...
Venezuela Luluh Lantak Diguncang 2 Gempa Dahsyat, Ini Pemicunya?
Rekomendasi
RT 11 Gandaria Utara...
RT 11 Gandaria Utara Luncurkan Jingle KomLing Mania, Lagu Edukasi yang Bikin Warga Semangat Pilah Sampah!
5 Peserta Meninggal...
5 Peserta Meninggal Dunia, Kemhan Evaluasi Latsarmil Calon Manajer Kopdes Merah Putih
Siapa Keiichi Tsuchiya?...
Siapa Keiichi Tsuchiya? Legenda yang Ubah Drifting dari Balapan Liar Jadi Kultur Global
Berita Terkini
Pesawat Tabrak Gedung...
Pesawat Tabrak Gedung Tertinggi di China, 1 Jam Setelahnya Tampak Normal
Jet Tempur China dan...
Jet Tempur China dan Rusia Kompak Masuk ke Zona Pertahanan Udara Korsel
Balas Serangan AS, Iran...
Balas Serangan AS, Iran Gempur Bahrain
Korut Masih Andalkan...
Korut Masih Andalkan Senjata Besar, Korsel Beralih ke 500.000 Prajurit Drone, Siapa Lebih Unggul?
Ukraina Berusaha Rebut...
Ukraina Berusaha Rebut Kesempatan Pertama untuk Menang, tapi Kenapa Selalu Gagal?
Pengadilan Inggris Butuh...
Pengadilan Inggris Butuh 300 Tahun untuk Selesaikan Tumpukan Kasus
Infografis
15 Lagu Nasional Terbaik...
15 Lagu Nasional Terbaik untuk HUT Ke-80 RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved