Sosok Baradar Calon Pemimpin Afghanistan: Bos Taliban yang Ditakuti, Dijuluki 'Baradar si Jagal'
Sabtu, 04 September 2021 - 07:23 WIB
loading...
A
A
A
Para milisi Taliban, yang menguasai Kabul 15 Agustus, saat ini memerangi pasukan perlawanan di Lembah Panjshir, utara Kabul, yang masih setia kepada pemerintah yang digulingkan.
Sementara itu, setelah penarikan pasukan Amerika Serikat (AS) yang mematikan dari Kabul awal pekan ini, pemerintahan Joe Biden telah mewanti-wanti Pakistan agar tidak membantu kelompok-kelompok teroris termasuk ISIS-K dan al-Qaeda.
Pakistan, bagaimanapun, telah meremehkan apa arti pemerintahan yang dipimpin Taliban bagi Afghanistan.
Diskusi termasuk dalam email dan kabel diplomatik AS telah diperoleh media. Dalam satu percakapan dengan seorang pejabat Departemen Luar Negeri, Duta Besar Pakistan untuk AS Asad Majeed Khan mempertanyakan laporan bahwa milisi Taliban sedang memburu musuh.
Duta Besar itu mengatakan; "Taliban tidak mencari pembalasan, dan pada kenyataannya pulang ke rumah untuk meyakinkan warga Afghanistan bahwa tidak akan ada pembalasan."
Dorongan untuk memerangi kelompok teroris di Afghanistan muncul setelah seorang pembom bunuh diri ISIS-K menewaskan 13 tentara AS dan lebih dari 170 warga Afghanistan dalam serangan di gerbang bandara Kabul seminggu yang lalu.
Presiden Biden pada hari Kamis mengunjungi 15 anggota layanan militer AS yang terluka di Pusat Medis Militer Nasional Walter Reed di luar Washington.
Sementara itu, setelah penarikan pasukan Amerika Serikat (AS) yang mematikan dari Kabul awal pekan ini, pemerintahan Joe Biden telah mewanti-wanti Pakistan agar tidak membantu kelompok-kelompok teroris termasuk ISIS-K dan al-Qaeda.
Pakistan, bagaimanapun, telah meremehkan apa arti pemerintahan yang dipimpin Taliban bagi Afghanistan.
Diskusi termasuk dalam email dan kabel diplomatik AS telah diperoleh media. Dalam satu percakapan dengan seorang pejabat Departemen Luar Negeri, Duta Besar Pakistan untuk AS Asad Majeed Khan mempertanyakan laporan bahwa milisi Taliban sedang memburu musuh.
Duta Besar itu mengatakan; "Taliban tidak mencari pembalasan, dan pada kenyataannya pulang ke rumah untuk meyakinkan warga Afghanistan bahwa tidak akan ada pembalasan."
Dorongan untuk memerangi kelompok teroris di Afghanistan muncul setelah seorang pembom bunuh diri ISIS-K menewaskan 13 tentara AS dan lebih dari 170 warga Afghanistan dalam serangan di gerbang bandara Kabul seminggu yang lalu.
Presiden Biden pada hari Kamis mengunjungi 15 anggota layanan militer AS yang terluka di Pusat Medis Militer Nasional Walter Reed di luar Washington.
(min)
Lihat Juga :