Jual Pizza dengan Kokain, Pemilik Restoran di Italia Diciduk Polisi

Jum'at, 03 September 2021 - 04:34 WIB
loading...
Jual Pizza dengan Kokain,...
Seorang pemilih restoran pizza di Italia diciduk polisi karena kedapatan menjual kokain di dalam bungkusan pizzanya. Foto/Ilustrasi
A A A
ROMA - Minuman soda atau coke biasanya sering disajikan dengan makanan khas Italia pizza . Namun apa yang disajikan oleh sebuah restoran pizza ini justru berujung pada jeruji besi.

Polisi di wilayah Lombardy di Italia utara memutuskan untuk mengamati lebih dekat sebuah restoran pizza yang bisa dibawa pulang. Itu dilakukan setelah mereka mendeteksi beberapa aktivitas mencurigakan dari seorang pelanggan yang muncul dari gerai itu Sabtu lalu.

Mereka menemukan bahwa pria 52 tahun itu memiliki kokain yang dimasukkan ke dalam pizza Margherita-nya. Temuan ini mendorong inspeksi tempat takeaway di Giussano, di provinsi Monza dan Brianza, seperti dilaporkan media setempat Libero Quotidiano.

Carabinieri kemudian mengungkap operasi pengedar narkoba yang "kreatif." Takaran bubuk putih itu ditemukan pada pemilik restoran pizza itu, seorang warga negara Mesir berusia 38 tahun. Carabinieri adalah bagian dari Angkatan Bersenjata Italia yang ditugaskan dengan fungsi sebagai kepolisian sipil.

Selain itu, 34 dosis kokain disembunyikan di wadah garam yang digunakan untuk membuat pizza, serta sachet makanan yang mengandung 21 gram obat, Today.it melaporkan.

Baca juga: Jet Eksekutif Angkut 1,3 Ton Kokain Mendarat di Bandara Fortaleza

"Kokain itu memiliki nilai jual di jalanan sekitar USD3.550," lapor Today, dan selain barang haram itu, dua ponsel serta uang tunai sekitar 700 euro juga disita oleh petugas yang dikutip Newsweek, Jumat (3/9/2021).

Pemilik yang tidak disebutkan namanya ditahan karena perdagangan narkoba dan melawan penangkapan serta dibawa ke penjara di kota terdekat Monza, Il Giorno melaporkan.

Kantor berita Italia Ansa melaporkan bahwa restoran pizza itu memiliki pelanggan besar yang menggunakan jalur khusus serta kode untuk memesan produk terlarang.

"Polisi masih menyelidiki sepenuhnya operasi tersebut," lapor kantor berita itu.

Ini bukan pertama kalinya makanan digunakan sebagai sarana untuk menyembunyikan kokain. Bulan lalu, polisi di tetangga Italia, Montenegro, menemukan 900 kilogram narkoba dalam pengiriman pisang yang tiba dari Amerika Selatan.

Baca juga: Coba Cari Sarang Penyu, Peneliti di AS Justru Temukan Puluhan Kilogram Kokain

Pengangkutan itu dibagi menjadi lebih dari 1.200 paket dan ditemukan di desa Mojanovici, dekat ibu kota Podgorica.

Media lokal mengungkapkan bahwa dengan total USD3,5 juta, itu adalah penyitaan kokain terbesar di negara itu, Associated Press melaporkan.

Kokain juga diselundupkan dalam pengiriman pisang dari Kolombia yang disita oleh polisi di London pada Februari. Pengangkutan seberat 2,3 ton itu bernilai hingga USD253 juta dan merupakan salah satu yang terbesar yang pernah disita di Inggris, menurut National Crime Agency (NCA) negara itu.

Sementara itu, awal tahun ini, metode yang sama kreatifnya untuk menyelundupkan narkoba ditemukan oleh pihak berwenang di Pelabuhan Masuk Laredo di Texas. Mereka menyita lebih dari 100 pon kokain dari sebuah traktor yang mengangkut kiriman kertas toilet.

Baca juga: Anu-nya Diolesi Kokain Sebabkan Selingkuhan Tewas, Dokter Ini Diperintahkan Bayar Kompensasi
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PM Meloni Kecam Trump...
PM Meloni Kecam Trump soal Minta Foto: Italia Tidak Pernah Mengemis
Inggris, Prancis, Jerman,...
Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia Siap Cabut Sanksi Teheran setelah Kesepakatan Damai AS-Iran
Italia, Inggris, Prancis,...
Italia, Inggris, Prancis, dan Jerman Peringatkan Situasi di Tepi Barat Memburuk
Italia Serukan Sanksi...
Italia Serukan Sanksi Uni Eropa untuk Menteri Israel Ben-Gvir
Mantan Jubir Presiden...
Mantan Jubir Presiden Ukraina: Dugaan Zelensky Konsumsi Kokain Itu Rahasia Umum
Giliran Italia Larang...
Giliran Italia Larang Pangkalannya Digunakan Pesawat AS untuk Bombardir Iran
Cerita El Rumi & Syifa...
Cerita El Rumi & Syifa Hadju Bulan Madu di Italia, Romantis hingga Penuh Kejutan
Kematian Akibat Wabah...
Kematian Akibat Wabah Ebola di RD Kongo Tembus 200 Orang
Tok! Senat AS Sahkan...
Tok! Senat AS Sahkan Resolusi Hentikan Perang Lawan Iran
Rekomendasi
Tilep Rp2 Miliar, Mantan...
Tilep Rp2 Miliar, Mantan Ketua PN Kudus Dipecat
Tips MotionTrade: Waspada...
Tips MotionTrade: Waspada Janji Keuntungan Tinggi Tanpa Risiko, Intip Ciri Umum Investasi Ilegal
Francesco Bagnaia Tinggalkan...
Francesco Bagnaia Tinggalkan Ducati di Akhir MotoGP 2026
Berita Terkini
Bill Gates Ngaku Jadi...
Bill Gates Ngaku Jadi Korban Epstein, tapi Fakta Berbicara Lain
10 Tahun Brexit, Mayoritas...
10 Tahun Brexit, Mayoritas Rakyat Inggris Menyesal!
Israel Intervensi Pilpres...
Israel Intervensi Pilpres Kolombia, Ini 4 Faktanya
Kandidat Kuat PM Inggris...
Kandidat Kuat PM Inggris Andy Burnham Dinilai Tidak Berpihak ke Palestina
Tiru Strategi Iran,...
Tiru Strategi Iran, Ukraina Tembakkan 323 Drone ke Wilayah Rusia pada Malam Hari
Pilot F-15 AS: Serangan...
Pilot F-15 AS: Serangan Drone Iran Membentuk Formasi Ubur-ubur
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved