China Minta AS Dengarkan Petuah Putin Soal Afghanistan

Jum'at, 03 September 2021 - 02:37 WIB
loading...
China Minta AS Dengarkan...
China meminta AS mempertimbangkan pernyataan Presiden Rusia Vladimir Putin yang menyebut 20 tahun pendudukan di Afghanistan hanya hasilkan tragedi. Foto/NDTV
A A A
BEIJING - China meminta Amerika Serikat (AS) untuk mempertimbangkan pernyataan Presiden Rusia Vladimir Putin tentang hasil pendudukan selama 20 tahun di Afghanistan . Washington harus mempertimbangkan pernyataan Presiden Rusia Vladimir Putin mengenai efektivitas perang NATO di Afghanistan, menarik kesimpulannya sendiri, dan tidak mengulangi kesalahan seperti itu di masa depan.

Hal itu diungkapkan juru bicara Kementerian Luar Negeri China Wang Wenbin. Wenbin menambahkan bahwa tidak ada model demokrasi universal di dunia dan menyatakan pendapat bahwa setiap negara memiliki hak untuk menemukan cara pembangunannya sendiri yang sesuai dengan kekhasan dan realitas nasional.

Dia mencatat bahwa situasi di Afghanistan, di mana Taliban merebut kekuasaan bahkan sebelum pasukan NATO memiliki kesempatan untuk sepenuhnya mengungsi dari negara itu, menunjukkan tidak efektifnya upaya "transplantasi" atau memaksakan model pemerintahan demokratis dari luar.

Wenbin mengatakan bahwa upaya semacam itu hanya menghasilkan kekacauan, ketidakstabilan, dan kegagalan untuk membentuk pemerintahan demokratis yang layak.

“Demokrasi adalah nilai yang dimiliki bersama oleh seluruh umat manusia dan bukan hak istimewa negara-negara tertentu. Tidak ada 'pemimpin demokrasi' di dunia. Tidak ada negara yang berhak menceramahi negara lain tentang demokrasi. Menggembar-gemborkan 'aliansi demokrasi' dan menghebohkan narasi 'demokrasi versus otoritarianisme' pada intinya menyerang orang lain yang berbeda di bawah panji demokrasi. Ini hegemoni berkedok demokrasi," kata Wenbin seperti dikutip dari Sputnik, Jumat (3/9/2021).

Diplomat China itu lebih lanjut menyatakan harapannya bahwa AS akan merenungkan kegagalannya di Afghanistan dan menghentikan praktik menabur perselisihan dan konfrontasi di negara-negara di seluruh dunia dengan dalih memperjuangkan hak asasi manusia.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump: AS Tidak akan...
Trump: AS Tidak akan Bayar Iran Rp5 Triliun, Itu Berita Palsu
Inggris Akan Pasok Uranium...
Inggris Akan Pasok Uranium ke Ukraina dan Jatuhkan Sanksi Baru terhadap Rusia
Wapres AS Sebut Iran...
Wapres AS Sebut Iran Bisa Dapat Rp5.312 Triliun, tapi Trump Ragu
Jenderal Jerman Ancam...
Jenderal Jerman Ancam Serang Dahsyat Rusia: Kami Siap Bertempur Malam Ini
Zionis Israel Ratapi...
Zionis Israel Ratapi Kesepakatan Damai AS-Iran: Kami Ditinggalkan Sendirian!
Pesawat Pengebom Nuklir...
Pesawat Pengebom Nuklir B-52 AS Jatuh Tewaskan 8 Awak, Harganya Rp1,5 Triliun
Larangan Perangkat Lunak...
Larangan Perangkat Lunak AS Bikin Susah Banyak Produsen Mobil
Trump Sebut Kesepakatan...
Trump Sebut Kesepakatan Damai dengan Iran Akan Ditandatangani pada Minggu, Ini Respons Teheran
Harga Minyak Dunia Anjlok...
Harga Minyak Dunia Anjlok ke Level Terendah dalam 3 Bulan usai Kesepakatan Damai AS-Iran
Rekomendasi
Tepis Media Nasional...
Tepis Media Nasional Tak Liput Demo Mahasiswa, KPI Sebut 9 Televisi Telah Memberitakan
Berpengalaman di Perang...
Berpengalaman di Perang Ukraina, Sky-Watch Luncurkan Drone Jarak Jauh RQ-70 Dainn
4 Upaya Penyelundupan...
4 Upaya Penyelundupan Narkoba ke Lapas dan Rutan Salemba Digagalkan, Disembunyikan di Organ Intim hingga Botol Obat
Berita Terkini
7 Fakta Unik Cape Verde,...
7 Fakta Unik Cape Verde, Negara Kecil yang Bikin Spanyol Frustrasi di Piala Dunia 2026
Inggris, Prancis, Jerman,...
Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia Siap Cabut Sanksi Teheran setelah Kesepakatan Damai AS-Iran
Trump: AS Tidak akan...
Trump: AS Tidak akan Bayar Iran Rp5 Triliun, Itu Berita Palsu
Siapa Pihak yang Berpotensi...
Siapa Pihak yang Berpotensi Menggagalkan Kesepakatan Perdamaian Iran dan AS?
Inggris Akan Pasok Uranium...
Inggris Akan Pasok Uranium ke Ukraina dan Jatuhkan Sanksi Baru terhadap Rusia
Momen Terakhir Wanita...
Momen Terakhir Wanita Tewas dalam Bungee Jumping 39 Meter: 'Bernapas Terengah-engah'
Infografis
AS Kerahkan 15.000 Prajurit...
AS Kerahkan 15.000 Prajurit dan 100 Jet Tempur Amankan Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved