Dipecat karena Kritik Biden soal Afghanistan, Tentara AS Serukan Revolusi

Rabu, 01 September 2021 - 12:25 WIB
loading...
Dipecat karena Kritik...
Letnan Kolonel Stuart Scheller, tentara Korps Marinir Amerika Serikat yang dipecat karena mengkritik pemerintah Biden soal krisis Afghanistan. Foto/Facebook/Stuart Scheller
A A A
WASHINGTON - Seorangtentara Korps Marinir Amerika Serikat (AS) yang dipecat karena video viral yang mengkritik pemerintah Presiden Joe Biden soal krisis Afghanistan telah menyerukan revolusi.

Dalam seruannya, tentara bernama Letnan Kolonel Stuart Scheller itu mengaku sudah kehilangan kepercayaan terhadap para pemimpin Amerika.

Baca juga: Taliban Tunjukkan Pasukan Khusus di Bandara Kabul: 'Ini Pelajaran bagi Dunia'

Scheller sebelumnya mengecam penarikan pasukan AS dari Afghanistansehingga membuka jalan bagi Taliban untuk berkuasa.

Prajurit kontroversial itu melalui akun Facebook-nya pada hari Selasa (31/8/2021) mengumumkan rencananya untuk meninggalkan Korps Marinir, meski secara teknis dia sudah dibebastugaskan. Dia membagikan foto surat pengunduran dirinya—meminta mundur tanggal 11 September—yang ditujukan kepada “kepemimpinan Amerika". Surat itu diakhiri dengan seruan untuk revolusi.

"Kami rakyat mengajukan pengunduran diri kami dengan tanggal yang diminta 11 September 2021. Alasan: Hilangnya kepercayaan dan kepercayaan diri," tulis Scheller dalam posting foto surat pengunduruan dirinya.

"Kami rakyat mencari perubahan. Kami rakyat mencari kepemimpinan. Kami rakyat mencari pertanggungjawaban. Kami orang-orang akan mengambilnya. Setiap generasi membutuhkan revolusi," lanjut Scheller.

Tentara Korps Marinir itu awalnya mem-posting video di Facebook pada pekan lalu, di mana dia mengecam habis-habisan para pemimpin militer dan politik AS atas penanganan penarikan pasukan Amerika dari Afghanistan. Dalam videonya, dia mengatakan tidak ada yang bertanggung jawab atas serangkaian kesalahan tersebut.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Apa yang Ada dan Tidak...
Apa yang Ada dan Tidak Ada dalam Draf Kesepakatan Damai AS-Iran?
Iran Tegaskan Pengelolaan...
Iran Tegaskan Pengelolaan Selat Hormuz akan Disepakati Melalui Dialog Regional
Iran Tegaskan Belum...
Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Akhir dengan AS
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
Ayatollah Khamenei Sudah...
Ayatollah Khamenei Sudah Lebih dari 100 Hari Meninggal, Iran Tunda Lagi Penguburannya
Elon Musk Triliuner...
Elon Musk Triliuner Pertama di Dunia, Kekayaannya Rp19.706,5 Triliun Setara 73 Kali Anggaran MBG
Piala Dunia 2026: Saat...
Piala Dunia 2026: Saat Sepak Bola Jadi Mesin Uang FIFA
3 Pelaut India Tewas...
3 Pelaut India Tewas Akibat Serangan Kapal Tanker oleh AS di Lepas Pantai Oman
Brutal! Geng Narkoba...
Brutal! Geng Narkoba Tembak Mati 5 Polisi Jelang Pembukaan Piala Dunia di Meksiko
Rekomendasi
Tak Hanya Ganggu Mental,...
Tak Hanya Ganggu Mental, Sering Marah-marah Bisa Melemahkan Daya Tahan Tubuh
Operasional Multi Lokasi...
Operasional Multi Lokasi Kini Bisa Dipantau dari Satu Dashboard
Refly Harun Pertanyakan...
Refly Harun Pertanyakan Nasib Kasus Roy Suryo Cs: Sudah 30 Kali Wajib Lapor, Kasus Belum Jelas
Berita Terkini
Apa yang Ada dan Tidak...
Apa yang Ada dan Tidak Ada dalam Draf Kesepakatan Damai AS-Iran?
Iran Tegaskan Pengelolaan...
Iran Tegaskan Pengelolaan Selat Hormuz akan Disepakati Melalui Dialog Regional
Netanyahu dan Trump...
Netanyahu dan Trump Bahas Nota Kesepahaman Mendatang dengan Iran
Iran Tegaskan Belum...
Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Akhir dengan AS
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
Infografis
Terinspirasi Perang...
Terinspirasi Perang Revolusi AS, Ribuan Demonstran Turun ke Jalanan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved