Perampok Bank Tergila: Gasak 3 Bank, Tanam Bom dan Ikat Sandera di Mobil

Selasa, 31 Agustus 2021 - 09:07 WIB
loading...
Perampok Bank Tergila:...
Geng perampok bank di Brazil mengikat sandera di atas mobil mereka sebagai tameng hidup agar leluasa melarikan diri. Foto/Twitter/@yurimacri
A A A
ARACATUBA - Sebuah geng perampok melakukan aksi perampokan bank "tergila" di Brazil . Mereka menggasak tiga bank, menanam bom di berbagai sudut kota dan mengingkat para sandera di atas 10 mobil mereka sebagai tameng untuk melarikan diri.

Kejahatan yang mengejutkan ini terjadi di kota Aracatuba, Sao Paulo, Brazil, pada Senin pagi waktu setempat.

Baca juga: Pesawat Terakhir AS Hengkang, Perang Afghanistan Berakhir

Para penjahat menanam bom di berbagai sudut kota sebagai bagian dari rencana rumit mereka.

Sedikitnya tiga orang tewas, termasuk satu tersangka perampok dan satu orang terlihat merekam ulah geng tersebut.

Polisi mengatakan setidaknya 20 orang mengambil bagian dalam perampokan tiga bank tersebut.

Seorang pengendara sepeda berusia 25 tahun terluka parah ketika salah satu bom yang ditanam oleh geng itu meledak saat ia bersepeda melewatinya.

Menurut laporan media lokal, kedua kaki korban harus diamputasi di rumah sakit.

lvaro Camilo, sekretaris eksekutif polisi militer Sao Paulo, telah memperingatkan orang-orang untuk tidak meninggalkan rumah mereka sampai semua jebakan bom ditemukan dan dinonaktifkan.

Baca juga: Taliban Rayakan Kemenangan Perang saat Pesawat Terakhir AS Hengkang

Diperkirakan bom dapat dipicu oleh panas atau gerakan.

Sebuah rekaman video dari kejahatan itu menunjukkan para korban diikat di atap dan kap 10 mobil saat geng tersebut melarikan diri. Para korban sengaja diikat sebagai tameng hidup.

Salah seorang sandera terlihat berdiri melalui sunroof salah satu mobil, dengan tangan terangkat ke udara.

Taktik mengerikan itu rupanya dirancang untuk mencegah polisi melepaskan tembakan.

Wali Kota Aracatuba Dilador Borges, dalam sebuah wawancara televisi hari Senin, menyebut langkah itu "mengerikan".

Dia mengatakan para petugas polisi menahan diri untuk menembak begitu menyadari para perampok telah mengikat orang-orang di kendaraan mereka.

“Polisi tidak mendekat karena mereka melihat para sandera. Tragedi itu bisa saja jauh lebih buruk," katanya.

Para perampok membakar empat kendaraan, termasuk sebuah bus, saat mereka melarikan diri untuk bertindak sebagai pengalih perhatian.

Lebih dari 350 polisi dan dua helikopter telah dikirim untuk melacak geng tersebut.

Polisi mengatakan tiga tersangka telah ditangkap.

Rekaman yang di-posting oleh jurnalis Brazil, Yuri Macri, menunjukkan orang-orang itu melemparkan uang tunai ke seorang tunawisma.

Para penjahat juga menggunakan drone untuk memantau polisi saat perampokan berlangsung.

Borges mengatakan kepada CNN, Selasa (31/8/2021) bahwa polisi masih memburu para perampok yang masih buron setelah mereka melarikan diri ke pedesaan.

Dia mengatakan polisi terpaksa mundur ketika peristiwa mematikan itu terjadi karena mereka khawatir lebih banyak orang akan terbunuh.

Pasukan keamanan telah mengambil alih kota setelah kejahatan mengerikan itu.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Perempuan Ini Lempar...
Perempuan Ini Lempar Bom ke Pacarnya saat Bertengkar, Kini Terancam Dipenjara 25 Tahun
Dari 57 Negara Muslim...
Dari 57 Negara Muslim di Dunia, Kenapa Hanya Pakistan yang Memiliki Senjata Nuklir?
Israel Gunakan Senjata...
Israel Gunakan Senjata di Gaza Penyebab Ribuan Jasad Warga Palestina Menguap Lenyap
Serangan Bom Bunuh Diri...
Serangan Bom Bunuh Diri di Masjid Syiah Islamabad Tewaskan 31 Orang Saat Salat Jumat
Gangster Mengamuk di...
Gangster Mengamuk di Guatemala, Habisi 8 Polisi dan Kuasai Penjara
4 Alasan Penjara di...
4 Alasan Penjara di Amerika Latin Jadi Tempat Terbentuknya Kartel Paling Berbahaya di Dunia
Ini Identitas Korban...
Ini Identitas Korban Tewas dan Hilang Akibat Ledakan Bom Sisa Perang Dunia II di Biak Numfor
Gempa Guncang Venezuela,...
Gempa Guncang Venezuela, 18 Orang Diselamatkan dari Reruntuhan
Prancis Konfirmasi Kasus...
Prancis Konfirmasi Kasus Ebola Pertama, Pasien Seorang Dokter!
Rekomendasi
Kredit Pintar dan AFPI...
Kredit Pintar dan AFPI Edukasi Mahasiswa Kelola Keuangan Digital
EV Services: Membangun...
EV Services: Membangun Ekosistem Kendaraan Listrik yang Semakin Terintegrasi
Jembatan Pasar Aset...
Jembatan Pasar Aset Tradisional dan Digital, ICE dan OKX Bentuk Joint Venture
Berita Terkini
Iran Tolak Pendapat...
Iran Tolak Pendapat Menlu AS Rubio tentang Kesepakatan Damai
Trump Ungkap Turki Siap...
Trump Ungkap Turki Siap Gabung Perang Bersama Iran tapi Dicegah AS
Iran Peringatkan Kapal-kapal...
Iran Peringatkan Kapal-kapal Tidak Melintasi Selat Hormuz Tanpa Izin
Korban Gempa Venezuela...
Korban Gempa Venezuela Bertambah, 164 Orang Tewas, 971 Luka-luka
Menlu Iran Bilang Hamas:...
Menlu Iran Bilang Hamas: Gaza Penting dalam Negosiasi dengan AS
Netanyahu Terpaksa Terima...
Netanyahu Terpaksa Terima Gencatan Senjata, Israel Bersiap Tarik Pasukan
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved