Taliban Rayakan Kemenangan Perang saat Pesawat Terakhir AS Hengkang

Selasa, 31 Agustus 2021 - 07:38 WIB
loading...
A A A
Sang jenderal mengakui Amerika tak bisa mengevakuasi semua orang. "Kami tidak mengeluarkan semua orang yang kami inginkan," katanya.

Dengan hengkangnya pasukan terakhirnya, AS mengakhiri perang hampir 20 tahun dan Taliban kembali berkuasa di Afghanistan.
Banyak warga Afghanistan tetap takut akan kekuasaan kelompok itu atau ketidakstabilan lebih lanjut, dan ada laporan sporadis tentang pembunuhan dan pelanggaran lainnya di daerah-daerah di bawah kendali Taliban meskipun kelompok itu berjanji untuk memulihkan perdamaian dan keamanan.

"Tentara Amerika meninggalkan bandara Kabul, dan negara kita mendapatkan kemerdekaan penuhnya," kata juru bicara Taliban Zabihullah Mujahid pada Selasa pagi.

AS dan sekutunya menginvasi Afghanistan tak lama setelah serangan teror 11 September 2001 di Amerika Serikat, yang menurut Amerika didalangi oleh al-Qaida saat berlindung di bawah kekuasaan Taliban. Invasi tersebut mengusir Taliban dari kekuasaan dalam hitungan minggu dan membuat Osama bin Laden dan para pemimpin al-Qaida lainnya menjadi buruan Amerika.

Baca juga: Viral, Milisi Taliban Muncul di Belakang Penyiar TV Afghanistan saat Live

AS dan sekutunya meluncurkan upaya ambisius untuk membangun kembali Afghanistan setelah beberapa dekade perang, menginvestasikan miliaran dollar dalam pemerintahan dan pasukan bergaya Barat. Wanita, yang sebagian besar dikurung di rumah mereka di bawah pemerintahan garis keras Taliban, mendapat manfaat dari akses ke pendidikan dan mengambil peran penting dalam kehidupan publik.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
6 Misi Pasukan Khusus...
6 Misi Pasukan Khusus yang Memicu Malapetaka, 2 Negara Adidaya Pernah Tumbang
2 Negara Muslim Ini...
2 Negara Muslim Ini Saling Serang, Ini 7 Alasan Konflik Itu Tak Mudah Diselesaikan
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Darat dan Udara ke Afghanistan, 29 Tentara Taliban Tewas
Taliban Larang Warga...
Taliban Larang Warga Afghanistan Gunakan Ponsel Pintar, Jika Nekat Bakal Dihancurkan
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Udara di Afghanistan, 13 Orang Tewas
AS Dituding Berencana...
AS Dituding Berencana Dominasi Amerika Latin Sepenuhnya
Perbandingan Kekuatan...
Perbandingan Kekuatan Militer Pakistan vs Afghanistan: Bak David vs Goliath
Iran Klaim Serang Aset...
Iran Klaim Serang Aset Militer AS di Bahrain, Yordania, dan Kuwait
Tabrakkan Mobil ke Parade...
Tabrakkan Mobil ke Parade LGBT di Berlin Jerman, Pelaku Ditembak Mati
Rekomendasi
Rupiah Keok Sentuh Rp18.080...
Rupiah Keok Sentuh Rp18.080 per Dolar AS, Catat Kinerja Terburuk di Asia
Eks Kasi Intelijen Cukai...
Eks Kasi Intelijen Cukai Didakwa Terima Gratifikasi Rp7,6 Miliar dari John Field hingga Pengusaha Rokok
Unggahan Nycta Gina...
Unggahan Nycta Gina soal Kebakaran Dekat Rumah Tuai Kritik, Ini Penyebabnya
Berita Terkini
Trump Cueki Netanyahu,...
Trump Cueki Netanyahu, Tetap Akan Jual Jet Tempur Siluman F-35 AS ke Turki
4 Alasan Jepang Kini...
4 Alasan Jepang Kini Jadi Aliansi Terpenting AS di Asia, Garda Terdepan Melawan Rusia dan China
Rusia Diduga Bantu Iran...
Rusia Diduga Bantu Iran Gempur Pangkalan AS, Trump Akan Tanya Langsung Putin
Mertua Tak Tahu Kondisi...
Mertua Tak Tahu Kondisi Mojtaba Khamenei: Dia Tak Berkomunikasi dengan Orang Mana Pun
Penegasan sebagai Negara...
Penegasan sebagai Negara Yahudi, Bahasa Arab Dilarang Digunakan Warga Palestina di Israel
Kim Jong-un Ajak Putrinya...
Kim Jong-un Ajak Putrinya Peringati Perang Korea untuk Pertama Kalinya, Ini Penampakannya
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved