Rusia dan China Kerja Sama Militer, AS Hadapi 2 Kekuatan Nuklir untuk Pertama Kalinya
Sabtu, 28 Agustus 2021 - 03:25 WIB
loading...
Beberapa rudal balistik antarbenua DF-41 China dipamerkan dalam parade militer. Foto/REUTERS
A
A
A
WASHINGTON - Kerja sama militer yang erat antara Rusia dan China telah menimbulkan keprihatinan besar bagi Amerika Serikat (AS). Sebab, Washington harus menghadapi dua lawan sebaya bersenjata nuklir untuk pertama kalinya.
Keprihatinan itu disampaikan komandan Komando Strategis (STRATCOM) AS, Laksamana Charles Richard, dalam diskusi forum online dengan Hudson Institute.
Baca juga: Balas Dendam, Biden Beri Komandan AS Wewenang Penuh Gempur ISIS-K
Menurut Richard, AS belum pernah menghadapi dua lawan sebaya yang bersenjata nuklir dan sistem teknologinya tinggi. Dia mencatat bahwa kemajuan pesat China dalam teknologi nuklir, luar angkasa, dan dunia maya berarti bahwa Washington harus memikirkan dengan hati-hati tentang langkah selanjutnya.
Secara khusus, Richard menyatakan bahwa China, tidak seperti AS dan Rusia, tidak dibatasi oleh perjanjian mengenai kekuatan nuklirnya.
"Rusia masih tetap menjadi ancaman dalam waktu dekat," kata Richard, yang dilansir Russia Today, Jumat (27/8/2021).
Dia menunjukkan bahwa Beijing akan segera menyusul Moskow sebagai musuh Washington yang paling cakap.
Keprihatinan itu disampaikan komandan Komando Strategis (STRATCOM) AS, Laksamana Charles Richard, dalam diskusi forum online dengan Hudson Institute.
Baca juga: Balas Dendam, Biden Beri Komandan AS Wewenang Penuh Gempur ISIS-K
Menurut Richard, AS belum pernah menghadapi dua lawan sebaya yang bersenjata nuklir dan sistem teknologinya tinggi. Dia mencatat bahwa kemajuan pesat China dalam teknologi nuklir, luar angkasa, dan dunia maya berarti bahwa Washington harus memikirkan dengan hati-hati tentang langkah selanjutnya.
Secara khusus, Richard menyatakan bahwa China, tidak seperti AS dan Rusia, tidak dibatasi oleh perjanjian mengenai kekuatan nuklirnya.
"Rusia masih tetap menjadi ancaman dalam waktu dekat," kata Richard, yang dilansir Russia Today, Jumat (27/8/2021).
Dia menunjukkan bahwa Beijing akan segera menyusul Moskow sebagai musuh Washington yang paling cakap.
Lihat Juga :