Kuasai Emas Afghanistan Rp14.431 Triliun, Taliban Bisa Jadi Kekuatan Ekonomi Dunia

Jum'at, 27 Agustus 2021 - 00:01 WIB
loading...
A A A
Industri pertambangan Afghanistan tidak mencapai potensi penuhnya saat ini, dengan CNN melaporkan bahwa mineral hanya menghasilkan USD1 miliar untuk negara itu per tahun.

Taliban sebenarnya sudah menghasilkan uang dari pertambangan sebelum naik ke tampuk kekuasaan, tetapi tidak sebanyak itu.

Menambang bijih besi, marmer, tembaga, emas, seng, dan logam lainnya serta mineral tanah jarang di pegunungan di Afghanistan menghasilkan pendapatan bagi Taliban sekitar USD334,6 juta per tahun. Angka itu menurut perkiraan NATO.

Kelompok ini telah memiliki kekayaan USD1,5 miliar dari bisnis obat-obatan, sumbangan dan real estate dan jumlah itu akan terus bertambah.

Angka-angka itu bukan karena Taliban sendiri yang menambang–itu dari perusahaan yang membayar kelompok itu agar tidak mengganggu dan malah membiarkan mereka tetap beroperasi.

Kelompok itu juga telah meraup USD416 juta dari perdagangan opium dan sumbangan amal senilai USD240 pada tahun lalu.

Ekspor juga menambahkan USD240 juta ke saldo bank Taliban, sementara real estate menyumbang USD80 juta. Itu merupakan angka hitungan pakar keuangan Taliban Hanif Sufizada dari Universitas Nebraska Omaha.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
6 Misi Pasukan Khusus...
6 Misi Pasukan Khusus yang Memicu Malapetaka, 2 Negara Adidaya Pernah Tumbang
Mengapa Inggris Tolak...
Mengapa Inggris Tolak Serahkan 31 Ton Emas Venezuela? Padahal Maduro Sudah Lengser
7 Tempat Penyimpanan...
7 Tempat Penyimpanan Emas Terbesar di Dunia, Ada yang Dijaga di Bawah Tanah hingga Benteng Super Ketat
Kronologi Venezuela...
Kronologi Venezuela Simpan 31 Ton Emas di Bank of England tapi Tak Bisa Diambil
Biaya Perang AS di Iran...
Biaya Perang AS di Iran Setara Buang Emas Lebih dari 15.000 Kg Per Hari
Inggris Semakin Ditekan...
Inggris Semakin Ditekan untuk Kembalikan 31 Ton Emas Venezuela
Harga Emas Antam Anjlok...
Harga Emas Antam Anjlok Parah di Hari Jumat, Turun Tajam hingga Rp35 Ribu/Gram
Iran Tolak Usulan Gencatan...
Iran Tolak Usulan Gencatan Senjata AS yang Disampaikan PM Irak
AS-Saudi Teken Perjanjian...
AS-Saudi Teken Perjanjian Nuklir, Trump: Tak Ada Pengayaan Uranium
Rekomendasi
Ducati Tidak Tertarik...
Ducati Tidak Tertarik dengan Reli Dakar, Ini Alasannya
Indonesia Perlu Arah...
Indonesia Perlu Arah Kebijakan Baru Jadi Pusat Hilirisasi Sawit Dunia
Pertamina Foundation...
Pertamina Foundation Tanamkan Peduli Lingkungan Usia Dini
Berita Terkini
Kebakaran Hutan Paksa...
Kebakaran Hutan Paksa Evakuasi 80.000 Orang di Prancis dan Spanyol
Iran Desak Warga di...
Iran Desak Warga di Negara-negara Teluk Jaga Jarak 500 Meter dari Akomodasi Rahasia Pasukan AS
Pasukan Koalisi Pimpinan...
Pasukan Koalisi Pimpinan Arab Saudi Serang Wilayah Houthi Yaman
Serangan Ekstremis Yahudi...
Serangan Ekstremis Yahudi Meningkat di Tepi Barat, Fatah Salahkan Pemerintah Israel
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
Wali Kota Sadiq Khan...
Wali Kota Sadiq Khan Sebut Netanyahu Pelaku Genosida dan Tidak Diterima di London
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved