Membongkar Cara Warga Afghanistan Atasi Trauma Konflik

Rabu, 25 Agustus 2021 - 16:20 WIB
loading...
Membongkar Cara Warga...
Masyarakat Afghanistan harus melewati masa-masa sulit di negaranya sendiri, karena merebaknya konflik terutama dengan Taliban. Foto/REUTERS
A A A
KABUL - Masyarakat Afghanistan harus melewati masa-masa sulit di negaranya sendiri, karena merebaknya konflik terutama dengan Taliban. Sebuah studi yang dilakukan BMC Psychiatry dan dipublikasikan dalam artikel pada Juni 2021 menyebut, jika 64,67 % dari total warga Afghanistan paling tidak sudah pernah merasakan 1 kali kejadian traumatik di hidup mereka.

Sementara itu, 60,77 % warga pernah merasakan tindak kekerasan, terutama yang berhubungan dengan perang. Kemudian, 48,96 % warga dilaporkan sering merasakan trauma akibat banyaknya kekerasan yang diderita atau disaksikan.

Banyak cara dilakukan masyarakat Afghanistan dalam mengatasi trauma akan kejadian-kejadian pahit yang mereka alami. Monash University Australia mengadakan sebuah penelitian yang berjudul ‘Understanding the Mental Health and Wellbeing of Afghan Women in South East Melbourne’ pada 2010. Para peneliti melakukan wawancara dengan warga Afghanistan.

Untuk kaum perempuan, cara mengatasi trauma adalah dengan bercerita dengan suaminya. Lalu, berbagi cerita juga dengan keluarga dekat dan orangtuanya. Dalam keseharian masyarakat Afghanistan, perempuan biasanya tidak bisa menyembunyikan masalah yang dimilikinya. Jadi, bisa dengan mudah bercerita kepada orang-orang terdekatnya.

Hal serupa juga dilakukan oleh kaum pria. Mereka biasa menceritakan beban dan trauma yang dimilikinya kepada ibu, istri atau kerabat dekat lainnya yang bisa dipercaya. Jika trauma tidak bisa diatasi dengan cara bercerita kepada keluarga dekat, warga Afghanistan umumnya memilih pergi ke praktisi kesehatan mental, konselor atau menjalankan terapi medis.

Fakta membuktikan, banyak pula masyarakat Afghanistan yang membunuh trauma dengan membaca kitab suci Alquran atau beribadah. Sudah banyak penelitian yang membuktikan bahwa kedua cara tersebut banyak dilakukan masyarakat guna mengatasi trauma mental yang ada.

Saat Taliban kembali menduduki Kabul pada 15 Agustus 2021, trauma warga kembali memuncak. Akibatnya, banyak warga yang berupaya pergi dari negara tersebut melalui bandara Kabul. Dikutip dari beragam sumber, masyarakat meminta untuk diungsikan ke negara yang dianggap lebih aman. Melansir the Guardian, sudah ada sekitar 12 ribu warga yang dievakuasi melalui bandara Kabul per hari minggu lalu.

Kurang lebih, ada 7 ribu orang yang diterbangkan ke AS dengan pesawat militer, 1.200 orang diungsikan ke Inggris, 1.200 orang dibawa ke Jerman, 550 orang diungsikan ke Turki, 500 orang ke Prancis dan 500 orang lainnya diungsikan ke Italia. Sisanya dibawa ke negara lain, seperti Australia, Kanada, Denmark dan Republik Ceko. Baca Juga: Taliban Minta Amerika Berhenti Menyuruh Warga Pergi dari Afhanistan

Baca pembahasan seputar Afghanisan selengkapnya di Okezone.com melalui link berikut https://www.okezone.com/tag/afghanistan
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Tak Tiru Ukraina, Taliban...
Tak Tiru Ukraina, Taliban Tidak Akan Tawarkan Mineral Langka ke AS
Senator Top AS: Ukraina...
Senator Top AS: Ukraina Bisa Lebih Buruk daripada Afghanistan
5 Negara Korup dengan...
5 Negara Korup dengan Militer Terlemah, Nomor 1 dan 4 Berpenduduk Mayoritas Muslim
Perang 2 Negara Muslim...
Perang 2 Negara Muslim Makin Panas, Tentara Pakistan dan Afghanistan Baku Tembak di Perbatasan
Trump Ingin Tentara...
Trump Ingin Tentara AS Kembali ke Afghanistan karena Rudal Nuklir China
Pernah Mempertaruhkan...
Pernah Mempertaruhkan Nyawa untuk SBS dan SAS, 2.000 Mantan Tentara Afghan Tidak Dapat Suaka ke Inggris
Daftar 8 Negara Asia...
Daftar 8 Negara Asia Selatan, Lengkap Beserta Penjelasannya
Selamatkan Puluhan Warga...
Selamatkan Puluhan Warga Korsel dari Kebakaran Hutan, WNI Bisa Dapat Visa Jangka Panjang
Ngeri! Remaja Singapura...
Ngeri! Remaja Singapura Rencanakan Pembunuhan 100 Muslim di 5 Masjid saat Salat Jumat
Rekomendasi
Magis Diogo Jota Menangkan...
Magis Diogo Jota Menangkan Liverpool di Derby Merseyside, The Reds Kian Dekat Juara Liga Inggris
Anjuran Menikah di Bulan...
Anjuran Menikah di Bulan Syawal, Begini Penjelasan Hadisnya!
Jalur Wisata Pandeglang...
Jalur Wisata Pandeglang Macet Parah, Volume Kendaraan Naik 100%
Berita Terkini
Senator AS Pecahkan...
Senator AS Pecahkan Rekor Mencela Trump dengan Pidato 25 Jam Non-Stop
33 menit yang lalu
Tak Hanya pada Indonesia,...
Tak Hanya pada Indonesia, Trump Terapkan Tarif untuk Israel dalam Perang Dagang Global
1 jam yang lalu
Para Pemimpin Dunia...
Para Pemimpin Dunia Diam-diam Berbicara dengan Putin
2 jam yang lalu
Qatar, UEA, dan Israel...
Qatar, UEA, dan Israel Gelar Latihan Militer Bersama di Yunani
3 jam yang lalu
Netanyahu Ungkap Militer...
Netanyahu Ungkap Militer Israel akan Bangun Koridor Morag di Gaza
4 jam yang lalu
10 Negara Terkecil di...
10 Negara Terkecil di Dunia, Mayoritas Luasnya Lebih Kecil Dibandingkan Ukuran New York
12 jam yang lalu
Infografis
Kabar 100 Warga Gaza...
Kabar 100 Warga Gaza Dikirim ke Indonesia Disangkal Kemlu
Copyright ©2025 SINDOnews.com All Rights Reserved