Aljazair Putuskan Hubungan Diplomatik dengan Maroko
Rabu, 25 Agustus 2021 - 12:04 WIB
loading...
A
A
A
Sementara perbatasan antara dua kekuatan Afrika Utara itu telah ditutup sejak tahun 1994, hubungan diplomatik keduanya belum terputus sejak dipulihkan pada tahun 1988 setelah perselisihan sebelumnya.
Maroko telah mengatakan selama bertahun-tahun bahwa mereka ingin perbatasan dibuka kembali. Aljazair mengatakan harus tetap tutup untuk alasan keamanan.
Pekan lalu Aljazair mengatakan kebakaran hutan yang mematikan adalah pekerjaan dua kelompok yang dicap teroris, termasuk kelompok MAK yang mencari kemerdekaan untuk wilayah Kabylie dan yang menurut Aljazair didukung oleh Maroko, tanpa menunjukkan bukti.
Aljazair menarik duta besarnya bulan lalu setelah seorang diplomat Maroko di New York menyerukan agar rakyat Kabylie memiliki hak untuk menentukan nasib sendiri.
Maroko menawarkan untuk mengirim bantuan untuk memerangi kebakaran, tetapi tidak ada tanggapan publik dari Aljazair.
Hubungan kedua negara telah memburuk sejak tahun lalu, ketika masalah Sahara Barat berkobar setelah bertahun-tahun relatif tenang. Maroko menganggap wilayah yang disengketakan sebagai miliknya. Sementara Aljazair mendukung gerakan kemerdekaan Polisario.
Maroko telah mengatakan selama bertahun-tahun bahwa mereka ingin perbatasan dibuka kembali. Aljazair mengatakan harus tetap tutup untuk alasan keamanan.
Pekan lalu Aljazair mengatakan kebakaran hutan yang mematikan adalah pekerjaan dua kelompok yang dicap teroris, termasuk kelompok MAK yang mencari kemerdekaan untuk wilayah Kabylie dan yang menurut Aljazair didukung oleh Maroko, tanpa menunjukkan bukti.
Aljazair menarik duta besarnya bulan lalu setelah seorang diplomat Maroko di New York menyerukan agar rakyat Kabylie memiliki hak untuk menentukan nasib sendiri.
Maroko menawarkan untuk mengirim bantuan untuk memerangi kebakaran, tetapi tidak ada tanggapan publik dari Aljazair.
Hubungan kedua negara telah memburuk sejak tahun lalu, ketika masalah Sahara Barat berkobar setelah bertahun-tahun relatif tenang. Maroko menganggap wilayah yang disengketakan sebagai miliknya. Sementara Aljazair mendukung gerakan kemerdekaan Polisario.
Lihat Juga :