Kepala Pentagon Tak Menyangka Pemerintah Afghanistan Jatuh dalam 11 Hari

Senin, 23 Agustus 2021 - 12:26 WIB
loading...
A A A
"Ketika Taliban mulai mendapatkan keuntungan, dan kemudian kami melihat bahwa dalam sejumlah kasus, ada lebih sedikit pertempuran dan lebih banyak penyerahan diri dan lebih banyak kekuatan yang menguap, sangat sulit untuk diprediksi secara akurat," imbuh dia.

Ketika ditanya apakah perencanaan penarikan tentara Amerika Serikat dapat diterima dan sesuai, Austin justru menyalahkan pemerintah Donald Trump.

"Berdasarkan, apa yang kami lihat dan masukan untuk rencana tersebut," ujarnya."Tidak ada pilihan yang baik," katanya merujuk pada kebijakan warisan pemerintah Trump.

“Tapi saya pikir Anda harus kembali dan melihat apa yang diwarisi pemerintah. Maksud saya, kami masuk. Kami dihadapkan pada tenggat waktu 1 Mei untuk mengeluarkan semua pasukan dari negara itu. Kesepakatan ini telah dicapai dengan Taliban," katanya.

"Jadi dia [Presiden Joe Biden] harus dengan sangat cepat melalui penilaian terperinci dan melihat semua opsi dalam hal apa, Anda tahu, apa yang bisa dia lakukan. Dan tidak satu pun dari opsi itu adalah opsi yang baik."

Komentar Austin muncul setelah seminggu kerusuhan di Afghanistan, di mana militer AS bekerja untuk mengevakuasi orang-orang Amerika dan sekutu Afghanistan-nya dari wilayah itu ketika serangan Taliban meningkat.

Menurut pernyataan Pentagon, sekitar 17.000 orang telah dievakuasi dari Afghanistan pada pekan lalu. Sekitar 22.000 orang telah dievakuasi sejak akhir Juli.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Presiden Asosiasi Sepak...
Presiden Asosiasi Sepak Bola Palestina Kecam AS Tunda Visa untuk Acara Piala Dunia
Militer AS Bangun Pangkalan...
Militer AS Bangun Pangkalan Baru di Dekat Perbatasan Gaza untuk Dukung Rencana Pasca-Perang
Menlu Iran Ungkap MoU...
Menlu Iran Ungkap MoU dengan AS Mencakup Lebanon dan Blokade Paman Sam
Trump Marah, Tuding...
Trump Marah, Tuding Iran Bocorkan Detail Kesepakatan Damai
Apa yang Ada dan Tidak...
Apa yang Ada dan Tidak Ada dalam Draf Kesepakatan Damai AS-Iran?
Iran Tegaskan Pengelolaan...
Iran Tegaskan Pengelolaan Selat Hormuz akan Disepakati Melalui Dialog Regional
Piala Dunia 2026 Berpotensi...
Piala Dunia 2026 Berpotensi Jadi Panggung Terakhir Luka Modric
Laporan SIPRI: India...
Laporan SIPRI: India untuk Pertama Kalinya Kerahkan Senjata Berhulu Ledak Nuklir
Cerita Shakira Kembali...
Cerita Shakira Kembali Bawakan Lagu Anthem Piala Dunia, Harus Membuat Orang Menari
Rekomendasi
Sekjen PPP Taj Yasin...
Sekjen PPP Taj Yasin dan Agus Suparmanto Dilaporkan ke Polda Metro Jaya
Free Float Sentuh 25,7%,...
Free Float Sentuh 25,7%, Saham TPIA Kian Menarik Investor Global
Kejagung Ungkap Siasat...
Kejagung Ungkap Siasat Curang Pengadaan Motor Listrik BGN
Berita Terkini
2 Pemain Sepak Bola...
2 Pemain Sepak Bola Brasil Masuk Daftar Pembunuhan oleh Situs Ukraina
Presiden Asosiasi Sepak...
Presiden Asosiasi Sepak Bola Palestina Kecam AS Tunda Visa untuk Acara Piala Dunia
Militer AS Bangun Pangkalan...
Militer AS Bangun Pangkalan Baru di Dekat Perbatasan Gaza untuk Dukung Rencana Pasca-Perang
Trump Puji Unggahan...
Trump Puji Unggahan Menlu Iran tentang Kemungkinan Kesepakatan AS-Iran Sangat Positif
Menlu Iran Ungkap MoU...
Menlu Iran Ungkap MoU dengan AS Mencakup Lebanon dan Blokade Paman Sam
Trump Marah, Tuding...
Trump Marah, Tuding Iran Bocorkan Detail Kesepakatan Damai
Infografis
Pemerintah Tetapkan...
Pemerintah Tetapkan 25 Hari Libur dan Cuti Bersama di Tahun 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved