Beredar Video Tentara Ukraina Nyanyikan Lagu 'Putin Brengsek'
Jum'at, 20 Agustus 2021 - 22:33 WIB
loading...
A
A
A
Ungkapan "Putin brengsek" berasal dari Ukraina pada tahun 2014 dan pertama kali dinyanyikan oleh penggemar sepak bola. Nyanyian itu pertama kali dibawakan oleh ultras FC Metalist Kharkiv dan ultras Shakhtar Donetsk pada Maret 2014 pada awal pencaplokan Crimea oleh Rusia di Ukraina Timur, menurut laporan media Rusia. Sejak saat itu ungkapan tersebut menjadi populer di kalangan pendukung kedaulatan Ukraina.
Seorang kolumnis dari Daily Beast mengatakan di Twitter bahwa pembawa berita Rusia marah dengan nyanyian itu dan para ahli di stasiun televisi pemerintah Rusia mengatakan bahwa tentara Ukraina lebih buruk daripada Taliban.
Rusia mencaplok Crimea pada tahun 2014 dan mendukung pemberontakan pada tahun yang sama yang membuat Ukraina Timur berada di tangan separatis yang didukung Rusia, dalam konflik yang menurut pemerintah Ukraina telah menewaskan 14.000 orang.
Ketegangan di wilayah itu berkobar pada musim semi ketika Rusia membawa pasukan dan perangkat keras militer di sepanjang perbatasan, sesuatu yang dikatakan sebagai latihan militer. Meskipun Rusia sebagian menarik kembali pasukan itu pada bulan April, dalam sebuah wawancara dengan The Washington Post dan empat media lainnya yang diterbitkan pada hari Kamis, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky memperingatkan bahwa Moskow dapat dengan mudah membangun kehadiran tentaranya di Semenanjung Crimea.
Baca juga: Rusia: Seruan Penempatan Sistem Rudal AS Perlihatkan Sifat Provokatif Ukraina
Zelensky mencari cara Ukraina untuk menjadi anggota NATO, sesuatu yang dia katakan akan menawarkan perlindungan negaranya dari invasi Rusia. Aliansi Trans-Atlantik memiliki pakta untuk membela negara anggotanya yang diserang.
Seorang kolumnis dari Daily Beast mengatakan di Twitter bahwa pembawa berita Rusia marah dengan nyanyian itu dan para ahli di stasiun televisi pemerintah Rusia mengatakan bahwa tentara Ukraina lebih buruk daripada Taliban.
Rusia mencaplok Crimea pada tahun 2014 dan mendukung pemberontakan pada tahun yang sama yang membuat Ukraina Timur berada di tangan separatis yang didukung Rusia, dalam konflik yang menurut pemerintah Ukraina telah menewaskan 14.000 orang.
Ketegangan di wilayah itu berkobar pada musim semi ketika Rusia membawa pasukan dan perangkat keras militer di sepanjang perbatasan, sesuatu yang dikatakan sebagai latihan militer. Meskipun Rusia sebagian menarik kembali pasukan itu pada bulan April, dalam sebuah wawancara dengan The Washington Post dan empat media lainnya yang diterbitkan pada hari Kamis, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky memperingatkan bahwa Moskow dapat dengan mudah membangun kehadiran tentaranya di Semenanjung Crimea.
Baca juga: Rusia: Seruan Penempatan Sistem Rudal AS Perlihatkan Sifat Provokatif Ukraina
Zelensky mencari cara Ukraina untuk menjadi anggota NATO, sesuatu yang dia katakan akan menawarkan perlindungan negaranya dari invasi Rusia. Aliansi Trans-Atlantik memiliki pakta untuk membela negara anggotanya yang diserang.
Lihat Juga :