Erdogan: Turki Tak Akan Jadi Unit Gudang Migran Eropa

Jum'at, 20 Agustus 2021 - 21:19 WIB
loading...
Erdogan: Turki Tak Akan...
Presiden Turki Tayyip Erdogan. Foto/REUTERS
A A A
ANKARA - Presiden Turki Tayyip Erdogan memperingatkan negara-negara Eropa untuk bertanggung jawab atas migran yang datang dari Afghanistan.

Dia menambahkan Turki tidak berniat menjadi "unit gudang migran Eropa" di tengah gejolak di Afghanistan setelah pengambilalihan Taliban.

Sejak Taliban memasuki Kabul selama akhir pekan, adegan kekacauan terjadi ketika ribuan orang berusaha pergi dari negara itu.

Baca juga: Baik dan Sabar, Sosok Bintang Sepak Bola Afghanistan yang Jatuh dari Pesawat AS

Warga Afghanistan takut akan kembalinya penerapan hukum keras seperti pemerintahan Taliban sebelumnya yang berakhir 20 tahun lalu.

Baca juga: Publik Marah, Warga AS Diminta Bayar Rp29 Juta untuk Dievakuasi dari Afghanistan

Ribuan pengungsi juga telah menyeberang ke Turki dalam beberapa pekan terakhir, ketika Taliban menyapu Afghanistan dalam perjalanan ke Kabul.

Baca juga: Ismail Sabri Yaakob Jadi Perdana Menteri Malaysia Baru

Berbicara setelah rapat kabinet, Erdogan mengatakan Eropa perlu bertanggung jawab atas warga Afghanistan yang melarikan diri dari negara itu.

Dia menambahkan Ankara telah mengambil tindakan di sepanjang perbatasannya dengan Iran, rute utama bagi migran Afghanistan ke Turki.

Dia juga mengatakan Turki dapat terlibat dalam pembicaraan dengan pemerintah baru yang akan dibentuk Taliban untuk membahas "agenda bersama kita".

Menurut badan pengungsi PBB, UNHCR, ada empat juta pengungsi, sebagian besar warga Suriah, di Turki.

Diperkirakan 200.000 warga Afghanistan merupakan kelompok terbesar kedua pengungsi di Turki.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Udara di Afghanistan, 13 Orang Tewas
Mungkinkah Turki Serius...
Mungkinkah Turki Serius Hidupkan Kembali Kekuasaan Kekaisaran Ottoman untuk Membebaskan Yerusalem?
Turki Ingin Rebut dan...
Turki Ingin Rebut dan Bebaskan Yerusalem, Israel Beri Respons Sinis
Selat Hormuz Berkecamuk,...
Selat Hormuz Berkecamuk, Turki Tawarkan Jalur Kereta Api Hejaz Modern
Agen Mata-mata Israel...
Agen Mata-mata Israel Isyaratkan Mesir dan Turki sebagai Target Perang Berikutnya
Erdogan Dorong Negara...
Erdogan Dorong Negara Muslim Bersatu Beri Pelajaran ke Netanyahu
Wardatina Mawa Dikabarkan...
Wardatina Mawa Dikabarkan Dilamar Pria Turki, Begini Klarifikasi Lengkapnya
Korban Tewas Gempa Dahsyat...
Korban Tewas Gempa Dahsyat M 7,8 di Filipina Bertambah Jadi 53 Orang
AS Ancam Serang Infrastruktur...
AS Ancam Serang Infrastruktur Iran, Presiden Pezeshkian: Mereka Putus Asa!
Rekomendasi
KPK Rincikan Penyitaan...
KPK Rincikan Penyitaan Uang dari Geledah Rumah Silmy Karim
AS Juara Piala Dunia...
AS Juara Piala Dunia 2026, Jeep Siap Bagi-bagi Mobil Wrangler
Babak Baru Kasus Erin...
Babak Baru Kasus Erin Wartia, Pelapor Serahkan Dokumen LPSK ke Penyidik
Berita Terkini
Netanyahu dan Trump...
Netanyahu dan Trump Bahas Nota Kesepahaman Mendatang dengan Iran
Iran Tegaskan Belum...
Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Akhir dengan AS
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
Israel Jadi Negara yang...
Israel Jadi Negara yang Paling Banyak Diboikot di Dunia
Ayatollah Khamenei Sudah...
Ayatollah Khamenei Sudah Lebih dari 100 Hari Meninggal, Iran Tunda Lagi Penguburannya
Infografis
Iran: 2 Kapal Induk...
Iran: 2 Kapal Induk Nuklir AS Tak akan Berani Menyerang!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved