Sebut AS Tinggalkan Emas dan Lithium Rp14.469 Triliun Afghanistan, CNN Diejek
Jum'at, 20 Agustus 2021 - 15:20 WIB
loading...
A
A
A
Argumennya adalah sumber daya seperti lithium langka dan banyak digunakan dalam baterai terbarukan dan produksi mobil listrik.
Jurnalis CNN, Julia Horowitz, secara singkat melontarkan gagasan dalam sebuahartikelnya bertanggal 18 Agustusbahwa negara-negara seperti China kemungkinan menemukan cara untuk bernegosiasi dengan Taliban untuk sumber daya bernilai tinggi itu, tetapi mengakui ini sangat tidak mungkin mengingat berlanjutnya risiko keamanan dan stabilitas di negara tersebut.
Baca juga: Taliban Deklarasikan Negara Baru Bernama 'Imarah Islam Afghanistan'
Artikel itu dengan cepat menuai ledekan dari para aktivis anti-perang di media sosial. Para aktivis menganggap media itu pada dasarnya membuat argumen untuk kehadiran militer yang berkelanjutan–atau bahkan invasi ulang–dari sebuah negara yang telah diduduki AS selama dua dekade. Semua atas nama mengambil sumber daya, di mana media itu mengeklaim "kami sangat membutuhkan."
“Oke, oke, biarkan saya berpikir. Ya. Baterai. Kita perlu membebaskan lithium yang tertekan untuk baterai isi ulang kita...Tidakkah ada yang memikirkan [perusahaan] teknologi yang buruk?" bunyi komentar aktivis anti-perang, Asfandyar Bhittani, di Twitter, Kamis (19/8/2021).
Jurnalis CNN, Julia Horowitz, secara singkat melontarkan gagasan dalam sebuahartikelnya bertanggal 18 Agustusbahwa negara-negara seperti China kemungkinan menemukan cara untuk bernegosiasi dengan Taliban untuk sumber daya bernilai tinggi itu, tetapi mengakui ini sangat tidak mungkin mengingat berlanjutnya risiko keamanan dan stabilitas di negara tersebut.
Baca juga: Taliban Deklarasikan Negara Baru Bernama 'Imarah Islam Afghanistan'
Artikel itu dengan cepat menuai ledekan dari para aktivis anti-perang di media sosial. Para aktivis menganggap media itu pada dasarnya membuat argumen untuk kehadiran militer yang berkelanjutan–atau bahkan invasi ulang–dari sebuah negara yang telah diduduki AS selama dua dekade. Semua atas nama mengambil sumber daya, di mana media itu mengeklaim "kami sangat membutuhkan."
“Oke, oke, biarkan saya berpikir. Ya. Baterai. Kita perlu membebaskan lithium yang tertekan untuk baterai isi ulang kita...Tidakkah ada yang memikirkan [perusahaan] teknologi yang buruk?" bunyi komentar aktivis anti-perang, Asfandyar Bhittani, di Twitter, Kamis (19/8/2021).
Lihat Juga :