Sebut AS Tinggalkan Emas dan Lithium Rp14.469 Triliun Afghanistan, CNN Diejek
Jum'at, 20 Agustus 2021 - 15:20 WIB
loading...
Tentara AS dari Divisi Lintas Udara ke-82 patroli di Bandara Internasional Hamid Karzai di Kabul, Afghanistan. Foto/US Air Force/Senior Airman Taylor Crul/Handout via REUTERS
A
A
A
WASHINGTON - CNN, media yang berbasis di Amerika Serikat (AS), menuai ejekan dari para aktivis anti-perang. Musababnya, media itu menerbitkan sebuah artikel yang menyoroti hengkangnya Amerika Serikat (AS) telah meninggalkan tambang besi tembaga, emas dan lithium senilai USD1 triliun (Rp14.469 triliun) di Afghanistan .
Para pejabat militer dan ahli geologi AS pada 2010 silam mengatakan ketika AS keluar dari Afghanistan setelah misi perang 20 tahun, ia akan meninggalkan deposit mineral berharga yang belum dimanfaatkan senilai USD1 triliun.
Baca juga: Biden Tak Sangka 300.000 Tentara Afghanistan Didikan AS Menyerah pada Taliban
Mineral seperti besi, tembaga, emas, dan lithium ditemukan dalam jumlah besar di sana, dan sebagian besar tetap tidak tersentuh karena keadaan negara yang tidak stabil, sesuatu yang tampaknya tidak akan berubah saat AS melanjutkan keluarnya yang kacau dari negara itu di tengah pengambilalihan Taliban.
“Afghanistan tentu saja merupakan salah satu daerah yang kaya akan logam mulia tradisional, tetapi juga logam [yang dibutuhkan] untuk ekonomi yang muncul di abad ke-21,” kata Rod Schoonover, seorang ilmuwan dan pakar keamanan yang mendirikan Ecological Futures Group, kepada CNN tentang deposit mineral.
Para pejabat militer dan ahli geologi AS pada 2010 silam mengatakan ketika AS keluar dari Afghanistan setelah misi perang 20 tahun, ia akan meninggalkan deposit mineral berharga yang belum dimanfaatkan senilai USD1 triliun.
Baca juga: Biden Tak Sangka 300.000 Tentara Afghanistan Didikan AS Menyerah pada Taliban
Mineral seperti besi, tembaga, emas, dan lithium ditemukan dalam jumlah besar di sana, dan sebagian besar tetap tidak tersentuh karena keadaan negara yang tidak stabil, sesuatu yang tampaknya tidak akan berubah saat AS melanjutkan keluarnya yang kacau dari negara itu di tengah pengambilalihan Taliban.
“Afghanistan tentu saja merupakan salah satu daerah yang kaya akan logam mulia tradisional, tetapi juga logam [yang dibutuhkan] untuk ekonomi yang muncul di abad ke-21,” kata Rod Schoonover, seorang ilmuwan dan pakar keamanan yang mendirikan Ecological Futures Group, kepada CNN tentang deposit mineral.
Lihat Juga :