Sebut AS Tinggalkan Emas dan Lithium Rp14.469 Triliun Afghanistan, CNN Diejek

Jum'at, 20 Agustus 2021 - 15:20 WIB
loading...
A A A
“Panggil saya sinis tetapi hampir seolah-olah CNN mencoba membenarkan invasi dan eksploitasi Afghanistan untuk mengekstraksi mineral langka tersebut. Karena, Anda tahu, itu berhasil dengan baik terakhir kali," imbuh cendekiawan Kevin Creagh.

Ada juga jurnalis dan para pengguna media sosial yang mengecam media AS tersebut karena hanya memikirkan tambang lithium, bukan nasib perempuan dan anak-anak Afghanistan.

Upaya penarikan tentara AS di bawah mandat Presiden Joe Biden dari Afghanistan telah mendapat sorotan tajam dari kedua sisi lorong politik, dengan banyak yang menuduh pemerintah Biden bergerak maju tanpa rencana yang tepat untuk mengevakuasi warga Amerika dan sekutu militer di tengah pengambilalihan Taliban.

Biden mengeklaim dalam sebuah wawancara minggu ini bahwa pasukan AS akan tetap berada di Ibu Kota Afghanistan, Kabul, sampai semua orang Amerika yang ingin melarikan diri dapat melakukannya. Dia mengakui, bagaimanapun, ada lebih banyak kesulitan karena konflik militer di sana.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pasokan Senjata Rapuh,...
Pasokan Senjata Rapuh, Presiden Trump Dorong Produksi Massal
2 Pesawat Pengebom Nuklir...
2 Pesawat Pengebom Nuklir dari 2 Negara Adikuasa yang Bermusuhan Jatuh di Hari yang Sama
Iran Kecam Perlakuan...
Iran Kecam Perlakuan Buruk AS di Piala Dunia: Tim yang Paling Ditindas
Iran dan Oman Tegaskan...
Iran dan Oman Tegaskan Komitmen Navigasi Maritim Aman melalui Selat Hormuz setelah Kesepakatan dengan AS
Trump Tegaskan Tanpa...
Trump Tegaskan Tanpa AS, Tidak akan Ada Israel, Netanyahu Harus Lebih Tanggung Jawab
Menlu Iran Tegaskan...
Menlu Iran Tegaskan Akhir Perang Dideklarasikan Senin, Resmi Berlaku Jumat
Polisi Tahan 2 Tersangka...
Polisi Tahan 2 Tersangka Baru Kasus TPPU Tambang Emas Ilegal
CDC: Wabah Ebola di...
CDC: Wabah Ebola di RD Kongo Bisa Menjadi yang Terburuk dalam Sejarah
Tak Hanya Elon Musk,...
Tak Hanya Elon Musk, Kekayaan Pangeran Saudi Ikut Melonjak Berkat IPO SpaceX
Rekomendasi
Rueibin Chen Ungkap...
Rueibin Chen Ungkap Alasan Pilih Musik Karya Brahms untuk Konser Eksklusif di Jakarta
Pegadaian Kanwil IX...
Pegadaian Kanwil IX Jakarta 2 Gelar Khitanan Massal Gratis di Dua Lokasi
Tips MotionTrade: Kenali...
Tips MotionTrade: Kenali Hak Dasar Investor di Pasar Modal
Berita Terkini
IRGC Seharusnya Jadi...
IRGC Seharusnya Jadi Teladan bagi Negara Muslim di Seluruh Dunia
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Pasokan Senjata Rapuh,...
Pasokan Senjata Rapuh, Presiden Trump Dorong Produksi Massal
Fregat Rusia Tembaki...
Fregat Rusia Tembaki Kapal Pesiar Inggris, Starmer: Tindakan Sembrono
2 Pesawat Pengebom Nuklir...
2 Pesawat Pengebom Nuklir dari 2 Negara Adikuasa yang Bermusuhan Jatuh di Hari yang Sama
AS dan Iran Berdamai,...
AS dan Iran Berdamai, MBS: Semua untuk Kepentingan Bersama
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved