Biden Tak Sangka 300.000 Tentara Afghanistan Didikan AS Menyerah pada Taliban

Jum'at, 20 Agustus 2021 - 07:59 WIB
loading...
A A A
Baca juga: Presiden AS Joe Biden Tak Percaya Taliban Telah Berubah

Dia menunjukkan perjanjian Doha telah membuat Washington menarik diri pada 1 Mei, dan bahwa Taliban menepati janjinya dan tidak menyerang pasukan AS setelah menandatangani kesepakatan damai 2020.

“Itulah mengapa tidak ada yang terjadi,” kata Biden, merujuk pada serangan terhadap pasukan AS. "Jika saya mengatakan, 'kita akan tinggal', maka sebaiknya kita bersiap untuk menempatkan lebih banyak pasukan," ujarnya.

Presiden mencatat bahwa AS telah menguasai bandara Kabul, dan sekarang dalam proses mengevakuasi warga AS dan mereka yang membantu administrasi pendudukan NATO. "Orang-orang—kami mendapat 1.000—agaknya, 1.200 kemarin, beberapa ribu hari ini. Dan itu meningkat. Kami akan mengeluarkan orang-orang itu," katanya.

Dia menunjukkan bahwa AS berada di jalur untuk mengevakuasi sekitar 10.000-15.000 orang Amerika dari Afghanistan dengan batas waktu 31 Agustus yang ditetapkan sebelumnya, tetapi mengatakan bahwa perkiraan Stephanopoulos tentang 80.000 orang Afghanistan "terlalu tinggi"."Perkiraan yang kami berikan ada di suatu tempat antara 50.000 dan 65.000 orang, termasuk keluarga mereka," imbuh Biden.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
PBB Murka Masjid Al-Aqsa...
PBB Murka Masjid Al-Aqsa Diserbu Menteri Israel dan 4.000 Massa Yahudi
AS Rugi Besar akibat...
AS Rugi Besar akibat Serangan Iran di Seluruh Negara Arab
IRGC: Serangan Rudal...
IRGC: Serangan Rudal Iran Hancurkan Sistem Pertahanan THAAD, Patriot, dan C-RAM Amerika di Yordania
Anggota DPR AS Sebut...
Anggota DPR AS Sebut Zohran Mamdani 'Teroris Muslim' karena Juluki Netanyahu Penjahat Perang
Pasar Cemas Tarif Baru...
Pasar Cemas Tarif Baru AS, Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.963
Jadi PM Baru, Andy Burnham...
Jadi PM Baru, Andy Burnham Izinkan AS Gunakan Pangkalan Inggris untuk Serang Iran
Iran Dilaporkan Tolak...
Iran Dilaporkan Tolak Mentah-Mentah Proposal Gencatan Senjata AS
Rekomendasi
Nonton Latihan Pestapora...
Nonton Latihan Pestapora Makassar Lebih Murah Pakai BRImo, Begini Cara Dapat Promonya!
Tingkatkan Nilai Jual...
Tingkatkan Nilai Jual TBS, 133 Pekebun Muara Enim Ikuti Pelatihan Panen Sawit
Tidar Jakarta Barat...
Tidar Jakarta Barat Yakin Sudaryono Mampu Perkuat Tata Kelola Program MBG
Berita Terkini
Serangan Ekstremis Yahudi...
Serangan Ekstremis Yahudi Meningkat di Tepi Barat, Fatah Salahkan Pemerintah Israel
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
Wali Kota Sadiq Khan...
Wali Kota Sadiq Khan Sebut Netanyahu Pelaku Genosida dan Tidak Diterima di London
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
Infografis
Iran: 2 Kapal Induk...
Iran: 2 Kapal Induk Nuklir AS Tak akan Berani Menyerang!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved