Jepang Akan Kerahkan Kapal Terbesar Jaga Pulau Senkaku dari Patroli China
Jum'at, 20 Agustus 2021 - 05:35 WIB
loading...
A
A
A
"Pada hari Rabu, kapal-kapal pemerintah China telah melakukan patroli di sekitar Senkaku pada 212 hari tahun ini," kata surat kabar itu seperti dikutip dari Newsweek, Jumat (20/8/2021).
Sebelum Topan In-Fa menghentikan gerak maju mereka bulan lalu, badan polisi maritim Beijing telah mencatat 157 hari berturut-turut operasi di sekitar pulau.
Dalam pemberitahuan online yang diposting pada hari Kamis, penjaga pantai China mengatakan kapal-kapalnya telah melanjutkan patroli di laut teritorial di lepas pantai Diaoyu, sebutan Beijing untuk pulau Senkaku.
Operasi penjaga pantai China tahun ini di sekitar rantai pulau telah melibatkan armada empat kapal — termasuk satu yang dipersenjatai dengan meriam otomatis — yang menurut pihak berwenang di Tokyo secara teratur mengganggu dan mengejar kapal penangkap ikan Jepang. Kapal-kapal tersebut diketahui terbagi menjadi dua kelompok, salah satunya berlabuh di perairan teritorial Jepang di sekitar pulau utama Uotsuri untuk rekor 47 jam pada bulan Juli.
Baca juga: Ancaman Membom Nuklir Jepang dari Fanboy Militer China, tapi Beijing Merestui
Pengerahan Asazuki diharapkan dapat meningkatkan kapasitas Jepang untuk menanggapi operasi "zona abu-abu" China.
Menurut buku putih dari Kementerian Pertahanan Jepang, total 1.161 kapal patroli maritim China menghabiskan 333 hari di sekitar Kepulauan Senkaku pada tahun 2020, termasuk 111 hari berturut-turut. Analis mengatakan rekor 333 hari juga kemungkinan akan dipecahkan sebelum akhir tahun ini.
Sebelum Topan In-Fa menghentikan gerak maju mereka bulan lalu, badan polisi maritim Beijing telah mencatat 157 hari berturut-turut operasi di sekitar pulau.
Dalam pemberitahuan online yang diposting pada hari Kamis, penjaga pantai China mengatakan kapal-kapalnya telah melanjutkan patroli di laut teritorial di lepas pantai Diaoyu, sebutan Beijing untuk pulau Senkaku.
Operasi penjaga pantai China tahun ini di sekitar rantai pulau telah melibatkan armada empat kapal — termasuk satu yang dipersenjatai dengan meriam otomatis — yang menurut pihak berwenang di Tokyo secara teratur mengganggu dan mengejar kapal penangkap ikan Jepang. Kapal-kapal tersebut diketahui terbagi menjadi dua kelompok, salah satunya berlabuh di perairan teritorial Jepang di sekitar pulau utama Uotsuri untuk rekor 47 jam pada bulan Juli.
Baca juga: Ancaman Membom Nuklir Jepang dari Fanboy Militer China, tapi Beijing Merestui
Pengerahan Asazuki diharapkan dapat meningkatkan kapasitas Jepang untuk menanggapi operasi "zona abu-abu" China.
Menurut buku putih dari Kementerian Pertahanan Jepang, total 1.161 kapal patroli maritim China menghabiskan 333 hari di sekitar Kepulauan Senkaku pada tahun 2020, termasuk 111 hari berturut-turut. Analis mengatakan rekor 333 hari juga kemungkinan akan dipecahkan sebelum akhir tahun ini.
Lihat Juga :