Senator Amerika Sebut 30.000 Tentara AS di Taiwan, China Ancam Perang

Kamis, 19 Agustus 2021 - 01:33 WIB
loading...
Senator Amerika Sebut...
Kapal perang Amerika Serikat, USS Stethem. Senator AS sebut 30.000 tentara Amerika berada di Taiwan, yang membuat China marah. Foto/US Navy/ Mass Communication Specialist 3rd Class Kelsey J. Hockenberger/Handout via REUTERS
A A A
BEIJING - Senator John Cornyn dari Partai Republik Amerika Serikat (AS) men-tweet bahwa ada 30.000 tentara Amerika di Taiwan. Tweet itu menyulut kemarahan Beijing, di mana China melalui medianya mengancam akan meluncurkan perang terhadap pulau tersebut.

Tweet itu sebenarnya bagian dari perdebatan sengit tentang jatuhnya kekuasaan Afghanistan ke tangan Taliban. Senator Cornyn berpendapat bahwa retensi pasukan AS yang kurang dari 2.500 tentara dapat mencegah keruntuhan rezim Kabul yang memalukan.

Baca juga: Bawa Banyak Uang Tunai, Eks Presiden Afghanistan Ashraf Ghani Kabur ke UEA

Sebagai perbandingan, dia menyoroti jumlah pasukan Amerika yang jauh lebih besar di Jerman, Jepang, Korea Selatan dan 30.000 di Taiwan.

Tweet itu memicu tanggapan langsung di Global Times yang dikelola pemerintah China yang memperingatkan bahwa, jika benar, China tidak akan pernah menerimanya.

"Diyakini bahwa China akan segera menerapkan Undang-Undang Anti-Pemisahan, menghancurkan dan mengusir pasukan AS di Taiwan dengan cara militer, dan pada saat yang sama mewujudkan reunifikasi dengan kekuatan,” tulis media pemerintah China tersebut dalam editorialnya, kemarin.

“Pasukan AS yang ditempatkan di pulau Taiwan sangat melanggar perjanjian yang ditandatangani ketika China dan AS menjalin hubungan diplomatik mereka serta semua dokumen politik antara kedua negara. Ini juga secara kritis bertentangan dengan hukum internasional dan bahkan hukum domestik AS. Ini setara dengan invasi militer dan pendudukan Provinsi Taiwan di China. Ini adalah tindakan menyatakan perang terhadap Republik Rakyat China.”

Cornyn telah menghapus tweet kontroversialnya tanpa penjelasan lebih lanjut. Namun, tweet itu menggarisbawahi ketegangan luar biasa antara Washington dan Beijing yang telah meningkat di bawah pemerintahan Obama, Trump dan sekarang Biden, dan karakter "ledakan" Taiwan sebagai pemicu perang.

Seperti Trump, Biden telah mempertanyakan kebijakan Satu-China yang memperlakukan Beijing sebagai pemerintah sah seluruh China termasuk Taiwan dan telah menjadi landasan hubungan AS-China selama lebih dari 40 tahun. Meskipun tidak secara eksplisit mengadopsi kebijakan tersebut, namun secara de facto AS mengakui kebijakan Satu-China ketika menjalin hubungan diplomatik dengan Beijing pada 1979 dan memutuskan semua hubungan formal dengan Taipei.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Ungkap Sabuk Keamanan...
Iran Ungkap Sabuk Keamanan Perlawanan Baru Membentang dari Selat Hormuz hingga Bab al-Mandab
Respons Aksi China,...
Respons Aksi China, Jepang Perkuat Pertahanan Sisi Barat Daya
AS Tidak Cegat Rudal...
AS Tidak Cegat Rudal Iran yang Ditembakkan ke Israel
Siapa Liao Dan? Pria...
Siapa Liao Dan? Pria yang Dijuluki Penipu Paling Setia di China
Trump: 2 Minggu Lagi,...
Trump: 2 Minggu Lagi, AS Nyatakan Kemenangan Total atas Iran!
Helikopter Apache AS...
Helikopter Apache AS Jatuh di Dekat Selat Hormuz, Ditembak Iran?
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Krisis Demografi China:...
Krisis Demografi China: Pemerintah Dorong Gerakan Lansia Merawat Lansia
Dipaksa Trump, Israel...
Dipaksa Trump, Israel Hentikan Serangan ke Iran tapi Tidak ke Lebanon
Rekomendasi
JPU Sebut Kasus Chromebook...
JPU Sebut Kasus Chromebook Nadiem termasuk White Collar Crime, Kuasa Hukum Terkejut
Kejagung Limpahkan 11...
Kejagung Limpahkan 11 Tersangka Kasus POME ke Kejaksaan
Tak Ada Pergantian Menkeu,...
Tak Ada Pergantian Menkeu, Sentimen Pasar Berbalik Positif
Berita Terkini
Jaksa ICC Karim Khan...
Jaksa ICC Karim Khan Diskors karena Tuduhan Pelanggaran Etika
Iran akan Bangun PLTN...
Iran akan Bangun PLTN di 5 Lokasi Pesisir
Iran Ungkap Sabuk Keamanan...
Iran Ungkap Sabuk Keamanan Perlawanan Baru Membentang dari Selat Hormuz hingga Bab al-Mandab
Respons Aksi China,...
Respons Aksi China, Jepang Perkuat Pertahanan Sisi Barat Daya
AS Tidak Cegat Rudal...
AS Tidak Cegat Rudal Iran yang Ditembakkan ke Israel
Horor! Penyerang Berpisau...
Horor! Penyerang Berpisau Mencoba Memenggal Seorang Pria di Tempat Umum
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved